Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 170 tentang Ciri-ciri dan bahaya golongan khawarij

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu nubuwah (berita ghaib) Nabi ﷺ tentang munculnya kelompok Khawarij di akhir zaman. Mereka adalah orang-orang yang rajin membaca Al-Qur'an dan beribadah, namun pemahaman mereka tidak sampai ke hati, sehingga mereka keluar dari agama Islam seperti anak panah yang menembus buruan. Nabi ﷺ menyifatkan mereka sebagai sejahat-jahat makhluk. Hadits ini mengajarkan kita untuk waspada terhadap sikap ekstrem dalam beragama dan pentingnya mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pendahuluan (Al-Muqaddimah), Bab "Mengenai Khawarij", no. 170. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

Teks Hadits (potongan inti):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلاَلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِنَّ بَعْدِي مِنْ أُمَّتِي - أَوْ سَيَكُونُ بَعْدِي مِنْ أُمَّتِي - قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حُلُوقَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ فِيهِ هُمْ شِرَارُ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ "

Terjemahan: "Sesungguhnya setelahku dari umatku - atau akan ada setelahku dari umatku - suatu kaum yang membaca Al-Qur'an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama (Islam) seperti anak panah yang keluar dari sasaran (buruan), kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya. Mereka adalah sejahat-jahat makhluk."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang sifat orang-orang yang memahami Al-Qur'an dengan benar:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

QS. Al-Baqarah [2]: 208

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia adalah musuh yang nyata bagimu."

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam harus dipahami dan diamalkan secara utuh, bukan diambil sebagian dan dibuang sebagian, sebagaimana yang dilakukan oleh Khawarij.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Khawarij ini sangat masyhur dan diriwayatkan dari banyak sahabat, menunjukkan pentingnya masalah ini.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "tidak melewati tenggorokan mereka" adalah Al-Qur'an tidak sampai ke hati mereka, sehingga tidak memberi pengaruh baik pada amal dan pemahaman mereka.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan hadits ini dengan sangat rinci. Berikut poin-poin pentingnya:

1. Sifat Khawarij yang Disebut dalam Hadits

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya I'lamul Muwaqqi'in menjelaskan bahwa ciri khas Khawarij adalah mereka sangat bersemangat dalam ibadah dan membaca Al-Qur'an, bahkan sampai membuat kagum orang-orang yang melihatnya. Namun, karena pemahaman mereka yang salah dan dangkal, Al-Qur'an itu hanya berhenti di mulut dan tenggorokan mereka, tidak sampai meresap ke dalam hati untuk melahirkan sikap tawadhu, kasih sayang, dan kepatuhan kepada ulama.

2. Makna "Keluar dari Agama seperti Anak Panah"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan perumpamaan ini dengan sangat indah. Anak panah yang ditembakkan dengan kuat akan menembus tubuh buruan, lalu keluar dari sisi yang lain. Demikianlah Khawarij, mereka masuk ke dalam Islam dengan semangat, tetapi karena pemahaman yang salah, mereka justru keluar dari Islam dengan cepat. Mereka tidak kembali lagi, artinya mereka tidak mendapatkan manfaat dari amal-amal mereka karena dirusak oleh kesombongan dan kebodohan mereka.

3. Siapakah "Sejahat-jahat Makhluk"?

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Khawarij:

"Di antara keturunan orang-orang ini akan muncul suatu kaum yang membaca Al-Qur'an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Setiap kali muncul generasi, mereka dipotong, sampai muncul Dajjal di antara mereka."

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa meskipun Khawarij melakukan banyak ibadah, bahkan puasa dan shalat malam, namun karena mereka keluar dari jamaah dan mengkafirkan sesama muslim yang tidak sepaham dengan mereka, maka Nabi ﷺ menyebut mereka sebagai sejahat-jahat makhluk. Ini menunjukkan bahaya besar dari sikap ekstrem dan mudah mengkafirkan orang lain.

4. Pelajaran Penting dari Hadits

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan beberapa hal:

  • Bahaya pemahaman yang dangkal terhadap Al-Qur'an dan Sunnah tanpa merujuk kepada ulama.
  • Larangan bersikap ekstrem (ghuluw) dalam beragama, karena justru akan menjauhkan dari agama.
  • Pentingnya ilmu sebelum berkata dan beramal, sebagaimana kaidah para ulama: "Barangsiapa beramal tanpa ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada manfaatnya."

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal tentang bagaimana para sahabat memahami bahaya Khawarij ini. Ketika muncul kelompok Khawarij pertama yang memisahkan diri dari Khalifah Ali bin Abi Thalib, mereka berkumpul di sebuah tempat bernama Harura. Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma diutus oleh Ali untuk berdialog dengan mereka.

Ibnu Abbas mendatangi mereka dengan pakaian yang sangat bagus dan rapi. Mereka berkata, "Wahai Ibnu Abbas, mengapa engkau memakai pakaian seperti ini?" Ibnu Abbas menjawab dengan membacakan firman Allah tentang perhiasan dan pakaian yang indah. Kemudian Ibnu Abbas berdebat dengan mereka dengan ayat-ayat Al-Qur'an, hingga akhirnya sebagian besar dari mereka kembali ke jalan yang benar.

Namun, ada sekelompok kecil yang tetap pada kesesatan mereka, dan mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai Khawarij yang memerangi Ali dan akhirnya terbunuh dalam Perang Nahrawan. Kisah ini menunjukkan bahwa dialog ilmiah yang baik dengan dalil dapat menyelamatkan banyak orang, tetapi hati yang sudah terkunci oleh kesombongan tidak akan menerima kebenaran.

Kesimpulan Praktis

  1. Waspadai sikap ekstrem dalam beragama — baik ekstrem kiri (meremehkan agama) maupun ekstrem kanan (terlalu keras dan mudah mengkafirkan).
  2. Jangan membaca Al-Qur'an tanpa berusaha memahami dan mengamalkannya — bacaan harus sampai ke hati dan melahirkan akhlak yang mulia.
  3. Rujuklah kepada ulama yang benar dalam memahami dalil-dalil agama, jangan berpegang pada pemahaman sendiri yang dangkal.
  4. Jauhi sikap mudah mengkafirkan sesama muslim yang berbeda pendapat dalam masalah furu' (cabang), karena ini adalah ciri khas Khawarij.
  5. Perbanyak doa meminta keistiqamahan dan dijauhkan dari kesesatan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?