Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa mempercepat berbuka puasa saat matahari terbenam adalah sunnah yang membawa kebaikan dan keberkahan bagi umat Islam. Tindakan ini membedakan kita dari Ahli Kitab, khususnya Yahudi, yang menunda-nunda berbuka. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk segera berbuka ketika waktu maghrib telah tiba.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Hadits Riwayat Ibnu Majah
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah shahih dan diriwayatkan juga oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Sahl bin Sa'd dan Anas bin Malik. Makna hadits ini sangat jelas: kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertai umat ini selama mereka bersegera berbuka.
2. Hadits Riwayat al-Bukhari dan Muslim
Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
> "لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ"
> "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. al-Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)
3. Penjelasan Ulama
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa agama Islam akan tetap jaya dan umatnya dalam keadaan baik selama mereka menjalankan sunnah ini. Beliau juga menegaskan bahwa mempercepat berbuka adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) dan menyelisihi kebiasaan Yahudi yang sengaja menunda-nunda.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari) mengatakan bahwa yang dimaksud "kebaikan" di sini adalah kebaikan agama dan dunia. Beliau juga menukil perkataan Imam al-Khaththabi bahwa perintah ini adalah untuk membedakan diri dari Ahli Kitab.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin) menjelaskan bahwa mempercepat berbuka adalah dengan segera membatalkan puasa begitu yakin matahari telah terbenam, tanpa menunda-nunda.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu pedoman penting dalam ibadah puasa. Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil:
- Waktu Berbuka yang Tepat: Berbuka puasa dilakukan segera setelah matahari terbenam (maghrib), bukan setelah shalat Maghrib atau setelah menunggu waktu tertentu. Ini adalah sunnah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ. Beliau sendiri biasa berbuka dengan beberapa butir kurma atau air sebelum shalat Maghrib.
- Kebaikan yang Berkelanjutan: Sabda Nabi ﷺ "لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ" (Manusia akan senantiasa dalam kebaikan) menunjukkan bahwa kebaikan ini bersifat langgeng dan terus-menerus selama umat ini mengamalkan sunnah ini. Kebaikan itu mencakup kebaikan di dunia (seperti kesehatan dan kekuatan untuk beribadah) dan kebaikan di akhirat (seperti pahala dan keberkahan).
- Membedakan Diri dari Ahli Kitab: Larangan menunda berbuka dikaitkan dengan perbuatan Yahudi. Ini adalah prinsip al-mukhalafah (berbeda dengan orang kafir) yang diajarkan dalam Islam. Dalam banyak hadits, Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk menyelisihi kebiasaan Ahli Kitab dalam berbagai hal, termasuk dalam ibadah. Dengan segera berbuka, kita menunjukkan identitas keislaman kita dan menjauhi tasyabbuh (menyerupai) mereka.
- Praktik Para Sahabat dan Salaf: Para sahabat dan ulama salaf sangat menjaga sunnah ini. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menekankan untuk tidak menunda berbuka meskipun hanya sebentar. Beliau berkata, "Tidak boleh menunda berbuka setelah terbenam matahari walau hanya untuk membaca satu ayat." Ini menunjukkan betapa pentingnya kesegeraan dalam berbuka.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu 'Atiyyah, ia berkata: "Aku dan Masruq masuk menemui Aisyah radhiyallahu 'anha. Maka kami berkata, 'Wahai Ummul Mukminin, ada dua orang dari sahabat Muhammad ﷺ; salah satunya bersegera berbuka dan menyegerakan shalat, sedangkan yang lain mengakhirkan berbuka dan mengakhirkan shalat.' Maka Aisyah bertanya, 'Siapa yang bersegera berbuka dan menyegerakan shalat?' Kami menjawab, 'Abdullah bin Mas'ud.' Maka Aisyah berkata, 'Demikianlah yang dilakukan Rasulullah ﷺ.'" (HR. Muslim no. 1099)
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat peduli dengan sunnah ini. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai sahabat yang paling memahami sunnah Nabi ﷺ. Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha mendengar bahwa Ibnu Mas'ud bersegera berbuka, beliau langsung membenarkannya dan mengatakan bahwa itulah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ. Ini menjadi bukti bahwa mempercepat berbuka adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Kesimpulan Praktis
- Segera berbuka saat azan Maghrib berkumandang atau saat yakin matahari telah terbenam.
- Berbukalah dengan yang ringan seperti kurma atau air, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ.
- Jangan menunda-nunda berbuka dengan alasan menunggu selesai membaca wirid atau alasan lainnya.
- Niatkan untuk mengikuti sunnah dan membedakan diri dari Ahli Kitab agar ibadah kita bernilai ibadah dan berpahala.
- Ajaklah keluarga dan orang di sekitar untuk mengamalkan sunnah ini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.