Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 169 tentang Ciri dan bahaya kelompok Khawarij yang keluar dari Islam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits paling penting tentang ciri-ciri Khawarij. Rasulullah ﷺ menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang sangat rajin beribadah—sampai-sampai ibadah kita terasa kecil dibanding ibadah mereka—namun mereka keluar dari agama seperti anak panah yang menembus sasaran lalu keluar di sisi lain, meninggalkan sasaran itu tanpa membawa daging sedikit pun. Ini adalah peringatan bahwa banyaknya ibadah tidak menjamin kebenaran jika cara memahami agama salah. Mereka membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka, karena mereka memahami ayat-ayat yang belum jelas maknanya (mutasyabihat) dengan pemahaman yang menyimpang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pendahuluan (Muqaddimah), Bab "Mengenai Khawarij", no. 169. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Zakat, Bab "Sifat Orang yang Masuk Surga" (no. 1064), dari jalur Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits lengkap dalam riwayat Imam Muslim (sebagai penguat):

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ يَقْسِمُ قِسْمًا، أَتَاهُ ذُو الْخُوَيْصِرَةِ وَهُوَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ. فَقَالَ: «وَيْلَكَ وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ؟ قَدْ خِبْتَ وَخَسِرْتَ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ». فَقَالَ عُمَرُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فِيهِ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ. قَالَ: «دَعْهُ فَإِنَّ لَهُ أَصْحَابًا يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلَاتَهُ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ، يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ...»

Artinya: Dari Abu Sa'id Al-Khudri, ia berkata: "Ketika kami berada di sisi Rasulullah ﷺ dan beliau sedang membagi-bagikan harta, datanglah Dzul Khuwaishirah—seorang laki-laki dari Bani Tamim—lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, berlaku adillah!' Beliau bersabda: 'Celaka engkau! Siapa yang adil jika aku tidak adil? Sungguh engkau telah merugi dan gagal jika aku tidak berlaku adil.' Maka Umar berkata: 'Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya.' Beliau bersabda: 'Biarkan dia, karena dia memiliki pengikut-pengikut yang salah seorang dari kalian menganggap remeh shalatnya dibanding shalat mereka, dan puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari sasaran...'"

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Ali 'Imran [3]: 7

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: "Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya), itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat (samar maknanya). Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, 'Kami beriman kepadanya; semuanya dari sisi Tuhan kami.' Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal."

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan panjang lebar tentang hadits-hadits Khawarij, termasuk makna "mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari sasaran" sebagai bukti bahwa amal mereka tidak diterima karena niat dan pemahaman yang rusak. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' Fatawa juga membahas hadits ini untuk menjelaskan bahwa Khawarij adalah orang-orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh tetapi keluar dari sunnah dan jamaah.

Penjelasan Rinci

Makna "Haruriyyah":

Abu Salamah bertanya tentang "Haruriyyah" karena ini adalah nama tempat pertama kali kelompok Khawarij berkumpul, yaitu daerah Harura' dekat Kufah. Mereka awalnya mendukung Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dalam perang Shiffin, tetapi kemudian menolak tahkim (arbitrase) dan keluar dari barisan beliau. Dari sinilah nama "Khawarij" berasal—artinya orang-orang yang keluar.

Makna "mereka beribadah sehingga kalian meremehkan ibadah kalian":

Rasulullah ﷺ menggambarkan mereka dengan ibadah yang sangat banyak—shalat malam, puasa, tilawah Al-Qur'an—sampai-sampai para sahabat yang mulia merasa ibadah mereka kecil dibanding ibadah kelompok ini. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah pujian terhadap kesungguhan ibadah mereka secara lahiriah, tetapi ini justru menjadi fitnah, karena banyaknya ibadah tanpa ilmu dan pemahaman yang benar akan menyesatkan.

Makna "keluar dari agama seperti anak panah keluar dari sasaran":

Ini adalah perumpamaan yang sangat dalam. Anak panah yang ditembakkan ke sasaran (hewan buruan) akan menembus dan keluar di sisi lain, meninggalkan sasaran itu tanpa membawa daging sedikit pun. Demikian pula Khawarij—mereka masuk ke dalam Islam dengan ibadah yang banyak, tetapi tidak mengambil manfaat dari Islam itu sendiri. Amal mereka tidak diterima, dan mereka keluar dari agama tanpa membawa kebaikan apa pun.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan amal mereka sia-sia karena dua hal: (1) niat yang rusak—mereka beribadah untuk kepentingan diri sendiri dan fanatisme kelompok, bukan untuk Allah semata; (2) pemahaman yang menyimpang—mereka menafsirkan Al-Qur'an dengan akal mereka tanpa merujuk kepada ulama.

Mengapa mereka sesat padahal rajin ibadah?

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa kesesatan Khawarij bukan karena kurang ibadah, tetapi karena tiga perkara:

  1. Mereka memahami nash-nash Al-Qur'an dan hadits secara tekstual tanpa memperhatikan konteks dan tujuan syariat.
  2. Mereka mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa besar, padahal Ahlus Sunnah berpendapat pelaku dosa besar tetap muslim selama belum syirik.
  3. Mereka memberontak kepada pemimpin muslim yang sah.

Ciri-ciri lain Khawarij dalam hadits:

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara ciri mereka adalah: mencukur habis rambut kepala, dan tanda mereka adalah seorang laki-laki yang tangannya seperti buah dada wanita. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki penampilan yang khas, tetapi yang terpenting adalah pemahaman mereka yang menyimpang.

Pelajaran penting dari hadits ini:

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata tentang Khawarij: "Mereka adalah orang-orang yang membenci kami, tetapi mereka tidak akan berani menumpahkan darah kami." Beliau juga berkata: "Perangilah mereka, karena mereka adalah orang-orang yang paling dicintai oleh Iblis di antara manusia."

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat QS. Ali 'Imran: 7 tentang ayat-ayat mutasyabihat adalah kunci untuk memahami kesesatan Khawarij—mereka mengambil ayat-ayat yang belum jelas maknanya dan menafsirkannya sesuai hawa nafsu mereka, tanpa mengembalikannya kepada ayat-ayat muhkamat dan penjelasan para ulama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menghadapi Khawarij di Nahrawan, beliau berpidato di hadapan pasukannya. Beliau berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah bersabda: 'Akan keluar dari umatku suatu kaum yang membaca Al-Qur'an, bacaan mereka tidak melewati tenggorokan mereka. Setiap kali muncul dari mereka satu kelompok, mereka dipotong (dikalahkan).' Demi Allah, aku telah mendengar hal ini dari Rasulullah ﷺ."

Kemudian Ali memerintahkan pasukannya untuk berperang, dan berkata: "Jangan kalian membunuh seorang pun dari mereka kecuali setelah mereka mulai menyerang kalian." Ketika perang terjadi, pasukan Ali berhasil mengalahkan mereka. Di antara korban yang terbunuh, mereka menemukan Abdullah bin Wahb ar-Rasibi—pemimpin Khawarij—yang dikenal sangat rajin beribadah. Para sahabat Ali heran melihat tubuhnya yang kurus karena banyak berpuasa dan shalat malam, tetapi Ali berkata: "Celaka mereka! Mereka tertipu oleh ibadah mereka sendiri. Mereka menyangka bahwa ibadah yang banyak akan menyelamatkan mereka, padahal pemahaman mereka yang rusak telah menghancurkan amal mereka."

Hikmah dari kisah ini: Ibadah yang banyak tidak akan bermanfaat jika tidak dibangun di atas pemahaman yang benar. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Awza'i: "Ilmu itu mulia, dan seseorang tidak akan mencapai derajat tinggi dalam agama kecuali dengan ilmu. Barangsiapa beribadah tanpa ilmu, maka ia akan merusak lebih banyak daripada yang ia perbaiki."

Kesimpulan Praktis

  1. Ibadah harus dibangun di atas ilmu yang benar. Banyaknya ibadah tidak menjamin keselamatan jika cara memahami agama salah. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Seseorang tidak akan selamat dari fitnah kecuali dengan ilmu."
  2. Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim. Ini adalah prinsip Ahlus Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menegaskan bahwa mengkafirkan pelaku dosa besar adalah bid'ah Khawarij yang menyelisihi ijma' para sahabat.
  3. Rujuklah kepada ulama dalam memahami Al-Qur'an dan hadits. Jangan menafsirkan ayat-ayat mutasyabihat dengan akal sendiri. Imam Malik berkata: "Aku tidak pernah berfatwa sampai ada 70 orang ulama yang menyaksikan bahwa aku layak untuk itu."
  4. Waspadai sikap ghuluw (berlebihan) dalam beragama. Rasulullah ﷺ bersabda: "Binasa orang-orang yang melampaui batas" (HR. Muslim). Berlebihan dalam ibadah tanpa ilmu bisa menjadi pintu kesesatan.
  5. Jaga persatuan umat dan taat kepada pemimpin muslim dalam kebaikan. Khawarij adalah kelompok pertama yang memecah belah umat dan memberontak kepada pemimpin yang sah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?