Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 166 tentang Doa Nabi agar Ibnu Abbas diberi hikmah dan tafsir Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan doa khusus Nabi ﷺ untuk Ibnu Abbas agar dianugerahi hikmah dan kemampuan menafsirkan Al-Qur’an. Doa ini menjadi sebab utama mengapa Ibnu Abbas kemudian dikenal sebagai turjuman al-Qur’an (penafsir Al-Qur’an) yang paling utama di kalangan sahabat. Ini mengajarkan kita tentang keutamaan ilmu tafsir dan pentingnya mendoakan kebaikan ilmu bagi orang lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an:

QS. Al-Baqarah [2]: 269

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa diberi hikmah, sungguh dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.”

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 2397), Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 75, 143, 3756), Muslim dalam Shahih-nya (no. 2477), dan Ibnu Majah (no. 166) dari jalur yang berbeda. Lafaz yang paling masyhur adalah dari riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Rasulullah ﷺ memelukku dan berdoa: ‘Ya Allah, ajarilah dia Al-Kitab (Al-Qur’an).’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun lafaz dalam Sunan Ibnu Majah yang menyebut “hikmah dan takwil Al-Kitab” merupakan tambahan yang shahih, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (1/162) bahwa tambahan ini memiliki jalur yang kuat.

Kaitan dengan ulama:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (16/50) menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ ini adalah sebab utama mengapa Ibnu Abbas menjadi sangat ahli dalam tafsir. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (1/162) menegaskan bahwa “hikmah” dalam hadits ini bermakna pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an dan sunnah, serta kemampuan mengambil hukum dan pelajaran darinya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna “Hikmah” dan “Takwil Al-Kitab”

  • Hikmah menurut para ulama tafsir seperti Mujahid dan Qatadah (sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya) adalah pemahaman yang benar, ketepatan dalam beramal, dan ilmu yang bermanfaat. Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Hikmah adalah sunnah Rasulullah ﷺ.” (Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Al-Madkhal)
  • Takwil Al-Kitab menurut Ibnu Abbas sendiri (sebagaimana diriwayatkan oleh Ath-Thabari) adalah kemampuan menafsirkan ayat-ayat yang samar (mutasyabihat) dan memahami maksud Allah secara mendalam.

2. Keutamaan Ilmu Tafsir

Doa Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwa ilmu tafsir adalah ilmu yang sangat mulia. Ibnu Abbas kemudian menjadi rujukan utama para sahabat dan tabi’in dalam menafsirkan Al-Qur’an. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: “Tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat yang lebih banyak meriwayatkan tafsir selain Ibnu Abbas.” (Fath al-Bari, 1/162)

3. Adab Mendoakan Kebaikan untuk Orang Lain

Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan ilmu secara langsung, tetapi juga mendoakan Ibnu Abbas. Ini mengajarkan kita untuk mendoakan kebaikan ilmu bagi anak-anak, murid, dan sesama muslim.

4. Keutamaan Ibnu Abbas

Imam Ahmad bin Hanbal berkata tentang Ibnu Abbas: “Ia adalah habr al-ummah (tokoh ilmuwan umat ini).” (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu mengumpulkan para sahabat senior untuk bertanya tentang tafsir suatu ayat. Beliau sengaja mengundang Ibnu Abbas yang masih muda. Sebagian sahabat merasa keberatan karena usianya. Maka Umar berkata: “Ia adalah pemuda yang memiliki lisan yang cerdas dan hati yang cerdas.” Kemudian Ibnu Abbas menjawab pertanyaan Umar dengan penjelasan yang mendalam, sehingga Umar pun kagum dan berkata: “Sungguh, aku melihat pemuda ini akan menjadi orang yang paling pandai di antara manusia tentang Al-Qur’an.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara mu’allaq, dan diriwayatkan secara bersambung oleh Al-Hakim)

Kisah ini menunjukkan bagaimana doa Nabi ﷺ benar-benar terkabul. Ibnu Abbas yang saat didoakan masih kecil, kemudian tumbuh menjadi turjuman al-Qur’an yang ilmunya diakui oleh para sahabat senior sekalipun.

Kesimpulan Praktis

  1. Ilmu tafsir adalah ilmu yang mulia – Kita dianjurkan untuk mempelajari dan mendalami Al-Qur’an dengan bimbingan ulama yang kompeten.
  2. Doa adalah senjata orang beriman – Jangan ragu mendoakan kebaikan ilmu bagi anak-anak dan orang-orang di sekitar kita.
  3. Menghormati ulama dan ahli ilmu – Sebagaimana para sahabat menghormati Ibnu Abbas meskipun usianya lebih muda.
  4. Memohon hikmah kepada Allah – Karena hikmah adalah kebaikan yang banyak, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 269.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?