Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita doa dan salam yang diajarkan oleh Nabi ﷺ ketika memasuki area pemakaman (kuburan). Intinya, kita diperintahkan untuk mengucapkan salam kepada para penghuni kubur, mengakui bahwa mereka adalah orang-orang beriman dan Muslim, meyakini bahwa kita akan menyusul mereka, serta mendoakan keselamatan (al-'afiyah) untuk mereka dan diri kita. Ini adalah bentuk adab seorang Muslim terhadap saudaranya yang telah mendahului kita, sekaligus pengingat akan kematian.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Jana'iz, Bab "Ma Yuqalu 'Inda Dukhul al-Maqabir" (Bab Apa yang Diucapkan Ketika Masuk ke Pemakaman), nomor 1547. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jana'iz, Bab "Ma Yuqalu 'Inda Dukhul al-Qubur" (Bab Apa yang Diucapkan Ketika Masuk ke Kuburan), nomor 975, dari jalur periwayatan yang sama.
Teks Hadits (dari Shahih Muslim):
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ، فَكَانَ قَائِلُهُمْ يَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ
Terjemahan: Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya (Buraidah bin Al-Hushaib), dia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa mengajarkan kepada mereka (para sahabat) apabila mereka keluar menuju pemakaman, maka di antara mereka ada yang mengucapkan: 'Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kampung (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami adalah pengikut kalian.'"
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Maryam [19]: 39:
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan (itu), yaitu apabila segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman."
Ayat ini mengingatkan kita tentang hari kiamat dan penyesalan, yang berkaitan erat dengan kesadaran akan kematian dan kehidupan setelahnya, sebagaimana yang diingatkan oleh hadits ini.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Salaf dan Khalaf menjelaskan adab ziarah kubur ini. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa salam kepada penghuni kubur adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin juga menegaskan bahwa doa ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ untuk diucapkan ketika memasuki pekuburan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang disyariatkannya ziarah kubur dan adab-adabnya. Mari kita bedah makna dan kandungannya:
- "السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ" (Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kampung):
- Kata "الدِّيَارِ" (ad-diyar) secara bahasa berarti "kampung" atau "negeri". Namun, dalam konteks ini, yang dimaksud adalah kuburan, karena itulah "kampung" terakhir bagi manusia. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa makna "ahlad-diyar" di sini adalah para penghuni kubur.
- Mengucapkan salam kepada mereka menunjukkan bahwa mereka (mayat) masih bisa mendengar atau setidaknya mengetahui, dan ini adalah bentuk penghormatan kita kepada mereka. Ini juga mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, tetapi perpindahan ke alam barzakh.
- "مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ" (dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim):
- Ini adalah penetapan bahwa yang kita sapa adalah saudara-saudara kita seiman. Kita mengakui keimanan dan keislaman mereka. Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa penyebutan "mukminin" dan "muslimin" mencakup seluruh penghuni kubur dari kalangan umat Islam, baik yang telah meninggal maupun yang akan datang.
- "وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ" (Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian):
- Ini adalah pengakuan yang sangat dalam. Kita mengakui bahwa kematian adalah kepastian yang akan menimpa kita semua. Kalimat "insya Allah" di sini bukanlah keraguan tentang kematian, tetapi sebagai bentuk tawadhu' dan pengembalian segala urusan kepada kehendak Allah. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa maknanya adalah "kami akan menyusul kalian dengan pasti, tetapi kami kaitkan dengan kehendak Allah karena kami tidak tahu kapan waktunya."
- Kalimat ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi orang yang berziarah. Melihat kuburan seharusnya membuat kita sadar bahwa kita juga akan berada di sana. Ini adalah salah satu tujuan utama ziarah kubur, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah, karena ia dapat mengingatkan kematian." (HR. Muslim).
- "نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ" (Kami memohon kepada Allah untuk kesehatan bagi kami dan kalian):
- Dalam riwayat Ibnu Majah, ada tambahan doa ini. "Al-'Afiyah" mencakup keselamatan dari segala penyakit, musibah, dan yang terpenting adalah keselamatan dari siksa kubur dan siksa neraka. Kita mendoakan mereka agar selamat dari azab, dan kita juga memohon keselamatan untuk diri kita sendiri.
- Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, dan dianjurkan untuk membacanya ketika ziarah kubur.
Perbedaan Riwayat:
Perlu diketahui bahwa ada beberapa riwayat tentang lafazh doa ziarah kubur. Dalam Shahih Muslim, ada tambahan "أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ" (Kalian adalah pendahulu kami, dan kami adalah pengikut kalian). Sementara dalam riwayat Ibnu Majah yang Anda sebutkan, ada tambahan doa "نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ". Kedua riwayat ini shahih dan saling melengkapi. Seorang Muslim boleh membaca salah satunya atau menggabungkannya.
Pendapat Ulama tentang Hukum Ziarah Kubur:
Para ulama sepakat bahwa ziarah kubur adalah sunnah yang dianjurkan, terutama bagi laki-laki. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Asy-Syafi'i menganjurkan ziarah kubur karena hadits-hadits yang shahih tentang hal ini. Adapun bagi wanita, para ulama berbeda pendapat. Mayoritas ulama (jumhur) melarang wanita sering berziarah kubur karena khawatir akan menimbulkan fitnah dan kesedihan yang berlebihan, namun sebagian ulama membolehkannya dengan syarat tidak berlebihan dan menjaga adab.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Buraidah bin Al-Hushaib Al-Aslami radhiyallahu 'anhu, ayah dari perawi hadits ini (Sulaiman), adalah salah seorang sahabat yang mulia. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ mengajarkan para sahabat doa ini ketika mereka keluar menuju pemakaman. Ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ dalam mendidik umatnya, bahkan dalam hal yang sering dianggap sepele seperti adab memasuki kuburan.
Kisah lain yang berkaitan adalah ketika Nabi ﷺ melewati kuburan dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang harus saya ucapkan jika mengunjungi kuburan?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah: السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ" (Semoga keselamatan atas penghuni kampung dari kalangan mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan yang akan datang kemudian. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian). (HR. Muslim).
Hikmah: Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat detail dalam mengajarkan adab, termasuk adab kepada orang yang telah meninggal. Ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga lisan dan hati kita, bahkan ketika berada di tempat yang sepi seperti kuburan, karena kita yakin bahwa mereka mendengar dan Allah selalu mengawasi.
Kesimpulan Praktis
Berikut adalah poin-poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Mengucapkan Salam Ketika Masuk Pemakaman: Biasakan untuk mengucapkan doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika memasuki area pemakaman. Ini adalah sunnah yang mudah dan ringan.
- Mengambil Pelajaran (I'tibar): Jadikan ziarah kubur sebagai momen untuk merenung dan mengingat kematian. Ini akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menjauhi maksiat.
- Mendoakan Penghuni Kubur: Doakan mereka dengan doa keselamatan (al-'afiyah) dan ampunan. Ini adalah bentuk bakti kita kepada mereka yang telah mendahului kita.
- Menjaga Adab: Ketika berada di pemakaman, jagalah adab, seperti tidak berjalan di atas kuburan, tidak duduk di atasnya, dan tidak berbicara dengan suara keras.
- Menghindari Perbuatan Syirik: Ingatlah bahwa ziarah kubur bukanlah untuk meminta pertolongan atau berkah dari penghuni kubur. Doa hanya boleh dipanjatkan kepada Allah semata. Ziarah kubur hanyalah sarana untuk mengingat kematian dan mendoakan mayat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.