Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1539 tentang Pahala shalat jenazah dan menunggu pemakamannya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang mengikuti jenazah, yaitu shalat jenazah dan menunggu hingga selesai pemakaman. Pahala yang dijanjikan sangat besar, digambarkan seperti dua gunung yang sangat besar. Ini adalah dorongan bagi kita untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan mulia ini, karena pahalanya di sisi Allah sangatlah agung.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jenazah, Bab "Pahala Orang yang Shalat atas Jenazah dan Siapa yang Menunggu Pemakamannya" (no. 1539). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain, sehingga derajatnya shahih dan disepakati keshahihannya.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ـ ﷺ ـ قَالَ: " مَنْ صَلَّى عَلَى جِنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنِ انْتَظَرَ حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ". قَالُوا وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟ قَالَ: " مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ ".

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Barangsiapa yang shalat atas jenazah, maka baginya satu qirath. Dan barangsiapa yang menunggu sampai jenazah selesai (dikuburkan), maka baginya dua qirath." Para sahabat bertanya: "Apa itu dua qirath?" Beliau menjawab: "Seperti dua gunung (yang sangat besar)."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah [99]: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan dibalas oleh Allah. Maka bagaimana lagi dengan amalan yang dijanjikan pahala sebesar dua gunung?

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dorongan yang sangat kuat untuk menghadiri shalat jenazah dan mengantarkannya hingga selesai pemakaman.

1. Makna "Qirath"

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa qirath adalah ukuran pahala yang hanya diketahui oleh Allah. Namun, Nabi ﷺ menggambarkannya dengan "seperti dua gunung" untuk memberikan gambaran betapa besarnya pahala tersebut. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, qirath itu "sebesar Gunung Uhud". Ini menunjukkan bahwa pahala tersebut sangatlah besar, melebihi gunung-gunung di dunia.

2. Tingkatan Pahala: Satu Qirath vs Dua Qirath

Hadits ini membedakan dua amalan:

  • Satu qirath bagi yang shalat jenazah lalu pergi tanpa menunggu pemakaman.
  • Dua qirath bagi yang shalat jenazah dan menunggu hingga jenazah selesai dikuburkan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa perbedaan ini menunjukkan keutamaan menunggu dan menyempurnakan ibadah. Orang yang menunggu pemakaman berarti ia turut serta dalam prosesi penguburan, mendoakan mayit, dan menyaksikan langsung bagaimana manusia kembali ke tanah. Ini adalah momen perenungan yang sangat berharga.

3. Hikmah di Balik Pahala yang Besar

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Fathul Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa pahala yang besar ini diberikan karena beberapa alasan:

  • Menghibur keluarga mayit dengan kehadiran dan doa mereka.
  • Merenungkan kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.
  • Mendoakan mayit dengan tulus, karena mayit sangat membutuhkan doa orang-orang yang shalih.
  • Menyempurnakan hak muslim atas muslim lainnya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

4. Pandangan Ulama tentang Keutamaan Ini

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi orang yang mengikuti jenazah hingga selesai. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama bahwa pahala dua qirath itu seperti dua gunung Uhud, berdasarkan riwayat lain yang menyebutkan hal tersebut.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil tentang disunnahkannya menghadiri shalat jenazah dan mengantarkannya hingga pemakaman selesai. Beliau juga menekankan bahwa pahala yang disebutkan adalah untuk orang yang ikhlas karena Allah, bukan karena riya atau ingin dilihat orang lain.

Story Telling

Dahulu, ada seorang sahabat yang selalu berusaha untuk tidak melewatkan shalat jenazah dan mengantarkannya hingga selesai. Suatu hari, ia ditanya oleh keluarganya, "Mengapa engkau begitu bersemangat mengikuti jenazah, padahal itu membuatmu lelah dan menyita waktumu?"

Ia menjawab, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa yang shalat jenazah dan menunggu hingga selesai pemakaman, maka baginya pahala seperti dua gunung. Demi Allah, aku tidak ingin melewatkan pahala sebesar itu hanya karena rasa malas atau lelah. Kematian adalah sesuatu yang pasti, dan aku ingin selalu mengingatnya serta mendoakan saudaraku yang telah mendahului kita."

Kisah ini menggambarkan semangat para sahabat dalam meraih keutamaan yang dijanjikan oleh Nabi ﷺ. Mereka tidak menganggap remeh amalan-amalan yang tampak sederhana, karena mereka yakin bahwa pahala di sisi Allah itu sangat besar.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Bersemangatlah untuk menghadiri shalat jenazah setiap kali ada muslim yang meninggal, baik yang kita kenal maupun tidak.
  2. Jangan terburu-buru pergi setelah shalat jenazah, tetapi tunggulah hingga jenazah selesai dikuburkan, agar kita mendapatkan pahala dua qirath.
  3. Perbanyak doa untuk mayit selama prosesi pemakaman, karena doa kita sangat bermanfaat baginya.
  4. Jadikan momen ini sebagai pengingat kematian, sehingga kita semakin giat beribadah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.
  5. Niatkan semua amalan ini karena Allah semata, bukan karena ingin dilihat atau dipuji orang lain.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.