Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar menjenguk orang sakit. Seorang muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit akan senantiasa berada dalam "panen surga" (kebaikan yang dipetik) selama dalam perjalanan, diliputi rahmat ketika duduk, dan didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga waktu shalat berikutnya. Ini adalah dorongan kuat untuk memperbanyak amalan mulia ini dengan ikhlas karena Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang Anda tanyakan adalah:
Teks Arab (sebagaimana diriwayatkan):
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ يَقُولُ " مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ "
Terjemahan: Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang mendatangi saudaranya sesama muslim untuk menjenguk (ketika sakit), maka ia berjalan di antara panen-panen surga hingga ia duduk. Apabila ia telah duduk, maka ia diliputi rahmat. Jika ia datang di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga sore hari. Dan jika ia datang di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga pagi hari.'" (HR. Ibnu Majah no. 1442)
Catatan Penting: Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya. Para ulama ahli hadits berbeda pendapat mengenai statusnya. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah menilai hadits ini hasan (baik). Namun, sebagian ulama lain seperti Imam at-Tirmidzi (dalam Sunan-nya) dan Imam al-Bukhari (secara ta'liq) menganggapnya memiliki kelemahan pada salah satu perawinya, yaitu Al-Hakam bin 'Utaibah yang meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Laila, karena ia tidak mendengar langsung darinya (mudallis). Meski demikian, makna hadits ini tetap dikuatkan oleh hadits-hadits lain tentang keutamaan menjenguk orang sakit.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
"Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.'" (QS. Al-Hasyr [59]: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa mendoakan saudara sesama muslim adalah amalan yang agung, dan hadits ini mengabarkan bahwa malaikat pun mendoakan orang yang menjenguk saudaranya yang sakit.
Penjelasan Rinci
1. Makna "Khirafatil Jannah" (panen surga)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata "khirafah" bermakna buah-buahan yang dipetik. Maksudnya, orang yang berjalan untuk menjenguk orang sakit itu seperti orang yang sedang berjalan di kebun surga untuk memetik buah-buahannya. Setiap langkahnya bernilai pahala, sebagaimana seorang pemetik buah mendapatkan hasil dari setiap buah yang dipetiknya. Ini adalah gambaran yang sangat indah tentang betapa besarnya pahala amalan ini.
2. Kedudukan Hadits dan Pandangan Ulama
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih al-Bukhari) menyebutkan hadits ini dan menjelaskan bahwa sanadnya memiliki kelemahan karena adanya kemungkinan terputus antara Al-Hakam dan Abdurrahman bin Abi Laila. Namun, beliau juga menyebutkan bahwa makna hadits ini dikuatkan oleh hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada yang memanggilnya: 'Engkau telah berbuat baik, dan langkahmu telah diberkahi, dan engkau telah menempati tempat dudukmu di surga.'" (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh al-Albani)
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Shahih al-Jami' ash-Shaghir (no. 6241) menshahihkan hadits ini dari jalur lain, sehingga keutamaannya tetap kuat.
3. Hikmah Didoakan Tujuh Puluh Ribu Malaikat
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa doa malaikat adalah doa yang mustajab karena mereka adalah makhluk yang senantiasa taat dan tidak bermaksiat kepada Allah. Ketika mereka mendoakan seorang muslim, maka itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang gemar berbuat kebaikan. Ini juga menunjukkan bahwa amalan menjenguk orang sakit memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah.
4. Adab-Adab Menjenguk Orang Sakit
Para ulama dari kalangan salaf, seperti Imam Sufyan ats-Tsauri dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumallah, mengajarkan adab-adab menjenguk orang sakit, di antaranya:
- Niatkan karena Allah dan untuk menghibur saudara sesama muslim, bukan karena riya atau pamer.
- Mendoakan kesembuhan untuk orang yang sakit. Di antara doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma rabban-nas, adzhibil-ba's, isyfi antasy-syafi, la syifa'a illa syifa'uka, syifa'an la yughadiru saqama" (Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit).
- Tidak terlalu lama sehingga memberatkan orang sakit.
- Memberi semangat dan harapan agar ia bersabar dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.
5. Perbedaan Waktu Pagi dan Sore
Hadits ini menyebutkan secara khusus bahwa jika menjenguk di pagi hari, malaikat mendoakannya hingga sore, dan jika di sore hari, hingga pagi. Ini menunjukkan bahwa amalan ini memiliki "masa berlaku" pahala yang panjang. Namun, ini bukan berarti menjenguk di waktu lain tidak berpahala. Yang terpenting adalah keikhlasan dan manfaat bagi orang sakit.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat memperhatikan hak menjenguk orang sakit. Suatu ketika, beliau sendiri yang sakit dan banyak orang datang menjenguknya. Di antara yang datang adalah murid-muridnya yang sangat mencintainya. Mereka duduk di sekelilingnya dengan penuh hormat dan mendoakan kesembuhannya.
Ketika salah seorang muridnya bertanya tentang keadaan beliau, Imam Ahmad menjawab dengan tenang, "Aku dalam keadaan yang baik, selama aku masih bisa melihat wajah-wajah orang-orang yang mencintai sunnah." Ini menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit bukan hanya memberi manfaat bagi yang sakit, tetapi juga menjadi penghibur dan penguat bagi keduanya. Orang yang sakit merasa diperhatikan, dan orang yang menjenguk mendapatkan pahala yang besar.
Hikmah dari kisah ini: menjenguk orang sakit adalah amalan yang menghidupkan ukhuwah islamiyah dan menjadi sarana saling mendoakan. Para ulama salaf sangat menjaga amalan ini karena mereka memahami keutamaannya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyaklah menjenguk orang sakit karena pahalanya sangat besar, bahkan digambarkan seperti berjalan di kebun surga.
- Ikhaskan niat hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau sekadar menggugurkan kewajiban sosial.
- Doakan kesembuhan untuk orang yang sakit dan berikan semangat serta ketenangan.
- Jaga adab dengan tidak terlalu lama berada di sisi orang sakit, kecuali jika diminta atau memang dibutuhkan.
- Jadikan amalan ini sebagai kebiasaan karena ia adalah salah satu hak sesama muslim yang agung.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.