Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1434
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan empat hak seorang Muslim atas Muslim lainnya: mendoakan ketika bersin, memenuhi undangan, menghadiri jenazahnya, dan menjenguknya ketika sakit. Keempat hal ini termasuk hak persaudaraan Islam yang wajib ditunaikan sesuai kemampuan. Menjenguk orang sakit memiliki keutamaan besar dan merupakan sebab datangnya rahmat serta doa malaikat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jenazah, Bab Apa yang Dikatakan dalam Menjenguk Orang Sakit, dari sahabat Abu Mas'ud al-Anshari (semoga Allah meridhainya):
> لِلْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ أَرْبَعُ خِلاَلٍ: يُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ، وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ، وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ، وَيَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ
"Seorang Muslim memiliki empat hak atas Muslim lainnya: mendoakannya ketika bersin, memenuhi undangannya, menghadiri (jenazahnya) ketika ia meninggal, dan menjenguknya ketika ia sakit."
Hadits pendukung — Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya), bahwa Nabi ﷺ bersabda:
> حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ، وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ، وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا اسْتَنْصَحَهُ، وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ، وَيَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ، وَيَتْبَعُ جَنَازَتَهُ إِذَا مَاتَ
"Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: mengucapkan salam ketika bertemu, memenuhi undangannya, memberi nasihat ketika diminta nasihat, mendoakannya ketika bersin, menjenguknya ketika sakit, dan mengantar jenazahnya ketika meninggal." (HR. Muslim)
Ayat terkait tentang menjenguk dan kepedulian sesama mukmin:
QS. Al-Ma'idah [5]: 2
> وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits ini menunjukkan hak-hak sosial sesama Muslim yang harus ditunaikan, dan menjenguk orang sakit hukumnya adalah hak yang sangat ditekankan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama sepakat menjenguk orang sakit termasuk perkara yang sangat dianjurkan dan sebagian keadaan bisa menjadi wajib.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan adab-adab menjenguk orang sakit yang dicontohkan Nabi ﷺ, termasuk mendoakan, menenangkan, dan tidak memperlama kunjungan bila memberatkan.
Penjelasan Rinci
Pertama: Makna empat hak dalam hadits ini
Hadits ini menyebutkan empat dari enam hak yang disebutkan dalam hadits Muslim. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa penyebutan sebagian hak di satu riwayat dan sebagian lain di riwayat lain menunjukkan bahwa semua hak tersebut penting, dan masing-masing riwayat menyebutkan apa yang sesuai dengan konteksnya.
Kedua: Menjenguk orang sakit (iyadah al-maridh)
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah hak Muslim atas Muslim lainnya, dan hukumnya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Bahkan sebagian ulama menyatakan bisa menjadi wajib jika orang sakit itu sangat membutuhkan dan tidak ada yang menjenguknya.
Ibnu Qayyim menyebutkan dalam Zadul Ma'ad bahwa Nabi ﷺ biasa menjenguk orang sakit, mendoakan mereka, dan menanyakan keadaan mereka. Beliau juga mengajarkan doa yang dibaca ketika menjenguk, sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim dari Aisyah (semoga Allah meridhainya):
> اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada penyembuh selain Engkau."
Ketiga: Keutamaan menjenguk orang sakit
Ibnu Qayyim dan an-Nawawi menyebutkan bahwa di antara keutamaan menjenguk orang sakit adalah:
- Mendapatkan doa dari malaikat, sebagaimana hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah: "Tidaklah seorang Muslim menjenguk Muslim lainnya di pagi hari, kecuali tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga sore hari..."
- Menjenguk orang sakit mengingatkan kepada akhirat dan melembutkan hati.
- Merupakan sebab saling mencintai sesama Muslim.
Keempat: Adab-adab menjenguk orang sakit
Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan adab-adab yang dicontohkan Nabi ﷺ:
- Mendoakan kesembuhan dan kebaikan.
- Menenangkan hati orang sakit dan tidak membuatnya sedih.
- Tidak memperlama kunjungan jika memberatkan orang sakit.
- Mendoakan dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Tidak memaksa orang sakit untuk berbicara atau melakukan sesuatu yang memberatkannya.
Kelima: Perbedaan pendapat tentang hukum
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit hukumnya sunnah muakkadah menurut jumhur ulama. Sebagian ulama seperti Atha' bin Abi Rabah menyatakan bisa menjadi wajib dalam keadaan tertentu, misalnya jika orang sakit itu tidak ada yang menjenguk sama sekali dan sangat membutuhkan. Pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dan bisa menjadi wajib jika dikhawatirkan orang sakit itu terlantar.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri (semoga Allah merahmatinya) pernah ditanya tentang seseorang yang menjenguk orang sakit lalu hanya duduk sebentar. Beliau menjawab bahwa yang penting adalah memenuhi hak menjenguk dan mendoakan, bukan lamanya duduk. Beliau juga mengingatkan bahwa menjenguk orang sakit adalah kesempatan untuk mengambil pelajaran tentang betapa lemahnya manusia dan betapa besar kekuasaan Allah.
Dalam kisah lain, Abdullah bin al-Mubarak (semoga Allah merahmatinya) pernah menjenguk seorang sahabatnya yang sakit. Beliau duduk di sampingnya, mendoakannya, dan menanyakan keadaannya dengan lembut. Ketika beliau hendak pergi, orang sakit itu berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, doamu sangat menenangkan hatiku." Ibnu al-Mubarak menjawab, "Doa seorang Muslim untuk saudaranya adalah cahaya yang menerangi hati." Kisah ini disebutkan dalam kitab-kitab biografi salaf sebagai contoh adab menjenguk orang sakit.
Kesimpulan Praktis
- Tunaikan hak sesama Muslim — menjenguk orang sakit adalah hak yang harus ditunaikan sesuai kemampuan.
- Jenguklah dengan niat ibadah — bukan karena riya atau kepentingan duniawi.
- Doakan orang sakit — gunakan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Perhatikan adab — jangan memperlama kunjungan jika memberatkan, tenangkan hatinya, dan jangan membicarakan hal yang membuatnya sedih.
- Ambil pelajaran — menjenguk orang sakit mengingatkan kita kepada akhirat dan melembutkan hati.
- Jangan tinggalkan — jika tidak bisa menjenguk secara fisik, doakan dari jauh dan hubungi untuk menanyakan keadaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.