Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang keutamaan Masjid Quba. Barangsiapa yang bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba dan melaksanakan shalat di sana, maka Allah akan memberinya pahala seperti pahala ibadah umrah. Ini adalah kemuliaan besar dari Allah bagi umat Islam, terutama penduduk Madinah dan siapa saja yang berkesempatan mengunjungi masjid bersejarah tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnah di Dalamnya, Bab Apa yang Diriwayatkan Tentang Shalat di Masjid Quba, nomor 1412. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam An-Nasa'i, dan Imam Al-Hakim. Para ulama menilai hadits ini shahih (hasan shahih menurut sebagian ulama).
Teks hadits dalam bahasa Arab:
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، وَعِيسَى بْنُ يُونُسَ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْكِرْمَانِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، يَقُولُ قَالَ سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ، فَصَلَّى فِيهِ صَلاَةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ "
Terjemahan: Sahl bin Hunaif berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa yang bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba dan melaksanakan satu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala 'Umrah.'"
Hadits ini juga memiliki penguat dari hadits Usayd bin Zhuhair yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah juga, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Shalat di Masjid Quba seperti pahala umrah."
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Masjid Quba
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam, didirikan oleh Nabi ﷺ ketika tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah. Allah sendiri memuji masjid ini dalam Al-Qur'an:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
"Masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At-Taubah [9]: 108)
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "masjid yang didirikan atas dasar takwa" dalam ayat ini adalah Masjid Quba, sebagaimana diriwayatkan dari sahabat dan tabi'in. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di juga menegaskan bahwa Allah memuji masjid ini dan orang-orang yang shalat di dalamnya.
2. Makna "Bersuci di Rumahnya"
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah berwudhu di rumah, kemudian berangkat ke masjid. Ini menunjukkan kesempurnaan amalan, karena seseorang bersuci dengan niat ibadah, lalu berjalan menuju masjid juga bernilai ibadah, kemudian shalat di masjid Quba. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa pahala seperti umrah ini adalah karunia khusus dari Allah, bukan berarti shalat di Masjid Quba menggantikan kewajiban umrah.
3. Apakah Pahala Ini Khusus untuk Masjid Quba?
Ya, keutamaan ini khusus untuk Masjid Quba, sebagaimana disebutkan dalam hadits. Ini berbeda dengan keutamaan shalat di Masjid Nabawi yang pahalanya 1000 kali lipat, atau shalat di Masjidil Haram yang pahalanya 100.000 kali lipat. Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri yang disebutkan secara khusus oleh Nabi ﷺ.
4. Hukum Shalat di Masjid Quba
Para ulama menganjurkan (mustahab) untuk shalat di Masjid Quba, terutama pada hari Sabtu, karena Nabi ﷺ biasa mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Nabi ﷺ rutin mengunjungi masjid ini.
5. Apakah Pahala Ini Berlaku untuk Semua Orang?
Hadits ini bersifat umum, berlaku bagi siapa saja yang bersuci di rumahnya, datang ke Masjid Quba, dan shalat di sana. Namun, tentu saja ini lebih mudah bagi penduduk Madinah atau siapa saja yang berada di dekat masjid tersebut. Bagi yang jauh, pahalanya tetap bisa didapatkan jika berkesempatan mengunjunginya.
Story Telling
Ada kisah menarik tentang Masjid Quba yang diriwayatkan dari para ulama. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ sangat mencintai masjid ini. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Nabi ﷺ biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan." Dan Ibnu Umar sendiri juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Nabi ﷺ.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Masjid Quba: "Shalat di dalamnya lebih baik daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram." (HR. Al-Bukhari, dari Ibnu Umar). Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan Masjid Quba di sisi Allah dan Rasul-Nya.
Hikmah dari kisah ini adalah kecintaan Nabi ﷺ kepada tempat-tempat yang memiliki sejarah perjuangan dakwah Islam. Masjid Quba adalah saksi bisu perjuangan awal umat Islam membangun masyarakat baru di Madinah. Mengunjunginya dan shalat di sana adalah bentuk penghormatan kita kepada sejarah dan kecintaan kita kepada sunnah Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah untuk shalat di Masjid Quba jika Anda berkesempatan mengunjungi Madinah, karena pahalanya seperti umrah.
- Niatkan untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ ketika mengunjungi masjid ini, bukan sekadar wisata religi.
- Bersuci di rumah sebelum berangkat adalah bagian dari kesempurnaan amalan ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits.
- Perbanyaklah shalat di masjid-masjid, karena setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai kebaikan dan menghapus dosa.
- Jangan jadikan ibadah ini sebagai pengganti umrah wajib, karena pahala seperti umrah adalah karunia khusus, bukan berarti menggugurkan kewajiban umrah bagi yang mampu.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.