Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1397 tentang Shalat lima waktu menghapus dosa seperti air membersihkan kotoran

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi setiap muslim. Rasulullah ﷺ mengumpamakan shalat lima waktu seperti sungai yang mengalir di depan pintu rumah seseorang. Jika ia mandi di sungai itu lima kali sehari, tentu tidak ada kotoran yang tersisa di tubuhnya. Demikian pula shalat lima waktu, ia akan menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan seorang hamba di antara waktu-waktu shalat, sebagaimana air menghilangkan kotoran. Ini adalah motivasi agar kita menjaga shalat dengan sebaik-baiknya, karena ia adalah pembersih jiwa dan penghapus dosa.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat."

(QS. Hud [11]: 114)

Ayat ini turun berkenaan dengan seorang sahabat yang melakukan dosa besar, lalu beliau ﷺ menyebutkan bahwa shalat dan amal baik lainnya dapat menghapus dosa. Ini ditegaskan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di bahwa kebaikan-kebaikan (termasuk shalat) akan menghapus keburukan-keburukan (dosa-dosa kecil).

2. Hadits Riwayat Imam Muslim:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

"Shalat lima waktu dan shalat Jumat ke shalat Jumat berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi."

(HR. Muslim, no. 233)

3. Sumber Hadits yang Ditanyakan:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 1397), dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 667) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 405) dengan redaksi yang serupa. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (5/113) menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat lima waktu dalam menghapus dosa-dosa kecil.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung makna yang sangat dalam dan penuh harapan bagi kaum muslimin.

1. Makna Perumpamaan dalam Hadits:

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membuat perumpamaan yang sangat mudah dipahami. Sungai yang mengalir di depan pintu rumah adalah gambaran shalat lima waktu yang dilakukan seorang hamba setiap hari. Jika seseorang mandi di sungai yang bersih sebanyak lima kali sehari, maka kotoran yang menempel di tubuhnya pasti hilang. Demikian pula shalat lima waktu, ia akan membersihkan jiwa dari kotoran dosa yang dilakukan sehari-hari.

2. Dosa yang Dihapus oleh Shalat:

Para ulama menjelaskan bahwa yang dihapus oleh shalat adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Ini berdasarkan hadits Muslim yang telah disebutkan di atas: "selama dosa-dosa besar dijauhi."

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa dosa besar membutuhkan taubat yang khusus, yaitu menyesali perbuatan, berhenti melakukannya, dan bertekad tidak mengulanginya. Adapun dosa-dosa kecil, maka shalat lima waktu, shalat Jumat, dan amal-amal kebaikan lainnya dapat menghapusnya.

3. Syarat Terhapusnya Dosa:

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menegaskan bahwa shalat yang menghapus dosa adalah shalat yang dilakukan dengan memenuhi syarat dan rukunnya, serta dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas karena Allah. Shalat yang hanya sekedar gerakan tanpa hati tidak akan memberikan pengaruh yang sempurna dalam membersihkan jiwa.

4. Pandangan Ulama Salaf:

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa shalat adalah pembersih hati dari kotoran dosa sebagaimana air membersihkan pakaian dari kotoran. Beliau menyebutkan bahwa shalat yang sempurna akan menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

5. Perbedaan Dosa Besar dan Kecil:

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa dosa besar tidak dihapus kecuali dengan taubat nasuha. Adapun dosa kecil, ia dapat terhapus dengan shalat, puasa, sedekah, dan amal-amal kebaikan lainnya. Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari kalangan sahabat pernah melakukan dosa besar, yaitu mencium seorang wanita yang bukan mahramnya. Ia kemudian datang kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan perbuatannya. Maka Allah ﷻ menurunkan ayat:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

"Dan dirikanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk."

(QS. Hud [11]: 114)

Laki-laki itu bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ini khusus untukku?" Beliau ﷺ menjawab: "Ini untuk seluruh umatku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah ﷻ. Shalat yang dilakukan dengan ikhlas dan benar akan menjadi pembersih dosa-dosa kecil, dan bahkan menjadi sebab diampuninya dosa besar jika diiringi dengan taubat yang tulus.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat lima waktu — ia adalah pembersih dosa-dosa kecil yang kita lakukan sehari-hari.
  2. Sempurnakan shalat — penuhi syarat, rukun, dan khusyuknya agar pengaruhnya maksimal dalam membersihkan jiwa.
  3. Jauhi dosa besar — dosa besar tidak cukup dihapus dengan shalat saja, tetapi harus dengan taubat nasuha.
  4. Jangan putus asa dari rahmat Allah — selama kita masih menjaga shalat, ada harapan dosa-dosa kecil kita terhapus.
  5. Perbanyak amal kebaikan — selain shalat, perbanyaklah dzikir, sedekah, dan amal saleh lainnya sebagai penghapus dosa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?