Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak hanya shalat sunnah di masjid, tetapi juga di rumah. Nabi ﷺ menganjurkan agar setiap orang menjadikan rumahnya memiliki bagian dari shalat sunnah, karena Allah akan menjadikan kebaikan di rumah tersebut berkat shalat itu. Ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah di rumah dan dampak baiknya bagi penghuni rumah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, dari jalur Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Redaksi hadits:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "إِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ صَلاَتَهُ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ مِنْهَا نَصِيبًا فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا"
Terjemahan:
"Jika salah seorang di antara kalian telah menyelesaikan shalatnya, hendaklah ia menjadikan untuk rumahnya bagian dari shalat itu, karena sesungguhnya Allah akan menjadikan kebaikan di dalam rumahnya dari shalat tersebut."
Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat lain, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصَّلَاةِ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ
Terjemahan:
"Hendaklah kalian shalat di rumah-rumah kalian, karena sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat yang diwajibkan." (HR. Muslim)
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dalam kitab Sunan-nya. Imam Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah dan Shahih Sunan Ibnu Majah menilai hadits ini sebagai hasan shahih. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat sunnah di rumah lebih utama daripada di masjid, kecuali shalat yang memiliki keutamaan berjamaah seperti tarawih dan witir di bulan Ramadhan (menurut sebagian ulama). Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Fathul Bari juga menegaskan anjuran menghidupkan rumah dengan shalat sunnah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Anjuran shalat sunnah di rumah
Nabi ﷺ memerintahkan agar setelah menunaikan shalat (baik fardhu maupun sunnah), seseorang menyisihkan sebagian shalatnya untuk dilakukan di rumah. Ini mencakup shalat sunnah rawatib, tahajud, dhuha, dan shalat sunnah mutlak lainnya. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa shalat sunnah di rumah lebih utama karena lebih ikhlas, jauh dari riya, dan dapat memberkahi rumah.
- Rumah yang diberkahi dengan shalat
Sabda Nabi ﷺ: "Allah akan menjadikan kebaikan di dalam rumahnya karena shalat itu" menunjukkan bahwa shalat di rumah mendatangkan keberkahan, ketenangan, dan menjauhkan rumah dari hal-hal yang tidak baik. Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zadul Ma’ad menyebutkan bahwa shalat di rumah dapat mengusir setan dan mendatangkan malaikat.
- Keseimbangan antara masjid dan rumah
Islam tidak melarang shalat sunnah di masjid, tetapi menekankan agar rumah juga mendapat bagian. Ini untuk menghindari rumah yang kosong dari ibadah, sehingga menjadi tempat yang kering dari spiritualitas. Imam Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya shalat sunnah di rumah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama.
- Perbedaan pendapat ulama
Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa shalat sunnah rawatib boleh dilakukan di masjid, tetapi yang lebih utama di rumah. Sedangkan Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik juga menganjurkan shalat sunnah di rumah, kecuali shalat sunnah yang disyariatkan berjamaah seperti tarawih. Pendapat yang paling kuat adalah yang sesuai dengan zhahir hadits, yaitu mengutamakan shalat sunnah di rumah, sebagaimana ditegaskan oleh Imam An-Nawawi dan Ibn Rajab.
Story Telling
Suatu ketika, seorang sahabat bernama Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Nabi ﷺ ini. Beliau adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dan dikenal keilmuannya. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah mengunjungi rumah salah seorang sahabat dan melihat rumah itu sepi dari ibadah. Beliau lalu mengingatkan pentingnya shalat di rumah. Sejak saat itu, para sahabat berlomba-lomba menghidupkan rumah mereka dengan shalat sunnah, sehingga rumah-rumah mereka menjadi taman-taman surga di dunia. Hikmahnya, rumah bukan hanya tempat istirahat, tetapi juga tempat mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan shalat sunnah di rumah, seperti rawatib, tahajud, dhuha, dan witir, agar rumah mendapat keberkahan.
- Jangan hanya shalat di masjid, tetapi berikan bagian untuk rumah, terutama shalat sunnah yang tidak berjamaah.
- Ajarkan keluarga untuk shalat di rumah, agar mereka terbiasa beribadah dan rumah menjadi lingkungan yang islami.
- Yakinlah bahwa shalat di rumah mendatangkan kebaikan, ketenangan, dan perlindungan dari gangguan setan.
- Ikuti pemahaman ulama Ahlus Sunnah seperti Imam An-Nawawi, Ibn Rajab, dan Al-Albani dalam mengamalkan hadits ini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.