Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1369 tentang Keutamaan membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah di malam hari

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) di malam hari. Makna "cukup baginya" menurut para ulama adalah dua ayat tersebut mencukupinya dari shalat malam, atau menjadi pelindung baginya dari segala keburukan dan kejahatan. Ini adalah karunia yang sangat besar dari Allah ﷻ, dan kita dianjurkan untuk membacanya setiap malam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Teks Arab hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ قَالَ: "مَنْ قَرَأَ الآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ"

Terjemahan: Dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah di malam hari, maka itu akan cukup baginya." (HR. Ibnu Majah no. 1369)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4008) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 807) dari sahabat Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu.

Ayat yang dimaksud dalam hadits ini adalah:

QS. Al-Baqarah [2]: 285-286

Ayat 285:

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Terjemahan: "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.'"

Ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Terjemahan: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'"

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat tentang makna "كَفَتَاهُ" (cukup baginya) dalam hadits ini. Berikut penjelasan dari ulama-ulama yang menjadi rujukan kita:

1. Pendapat pertama: Cukup sebagai pengganti shalat malam

Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam "Bab Keutamaan Membaca Dua Ayat dari Akhir Surat Al-Baqarah" dan menyebutkan bahwa maknanya adalah dua ayat itu mencukupinya dari shalat malam. Ini juga dikuatkan oleh riwayat lain yang menyebutkan bahwa membaca dua ayat tersebut di malam hari menggantikan qiyamul lail.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa makna "cukup" di sini bisa berarti cukup dari shalat malam, karena pahala membaca dua ayat ini sangat besar sehingga bisa menyamai pahala shalat malam bagi orang yang tidak mampu melakukannya.

2. Pendapat kedua: Cukup sebagai pelindung dari gangguan setan

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "cukup baginya" adalah mencukupinya dari segala keburukan, melindunginya dari gangguan setan, dan menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Pendapat ketiga: Mencakup kedua makna di atas

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah cenderung menggabungkan kedua makna ini. Dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah mengandung pujian kepada Allah, pengakuan keimanan, doa ampunan, dan permohonan perlindungan. Oleh karena itu, membacanya memberikan manfaat ganda: pahala ibadah dan perlindungan dari keburukan.

Keutamaan khusus dua ayat ini:

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah memiliki keutamaan yang sangat besar. Beliau menyebutkan bahwa dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surat Al-Baqarah." (HR. Muslim no. 780)

Ibnu Katsir juga menyebutkan hadits dari An-Nu'man bin Basyir bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah menulis sebuah kitab dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, dan Dia menurunkan darinya dua ayat yang dengannya Dia menutup Surat Al-Baqarah. Jika keduanya dibaca di sebuah rumah selama tiga malam, maka setan tidak akan mendekatinya." (HR. At-Tirmidzi no. 2882, dan beliau menghasankannya)

Hikmah di balik keutamaan ini:

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa dua ayat ini mengandung prinsip-prinsip keimanan yang agung: iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya; serta doa-doa yang mencakup permohonan ampunan, kemudahan, dan pertolongan. Oleh karena itu, membacanya setiap malam adalah bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca dua ayat dari akhir Surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka keduanya akan mencukupinya." (HR. Al-Bukhari no. 4008 dan Muslim no. 807)

Dalam riwayat lain, dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, perintahkan aku (dengan sesuatu)?" Beliau bersabda: "Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah, karena itu adalah pokok segala amal." Abu Dzar berkata: "Perintahkan aku lagi." Beliau bersabda: "Hendaklah engkau membaca Al-Qur'an dan berdzikir kepada Allah, karena itu adalah cahaya bagimu di bumi dan simpanan bagimu di langit." (HR. Ibnu Hibban)

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk berpegang pada Al-Qur'an, dan di antara bentuknya adalah membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah setiap malam.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam sebelum tidur, karena ini adalah amalan yang dicontohkan dan dianjurkan oleh Nabi ﷺ.
  2. Yakini bahwa membaca keduanya akan mencukupi kita dari keburukan, melindungi dari gangguan setan, dan mendatangkan pahala yang besar.
  3. Jadikan amalan ini sebagai pengganti shalat malam bagi yang tidak mampu, dan sebagai tambahan kebaikan bagi yang mampu.
  4. Ajarkan amalan ini kepada keluarga agar rumah kita dipenuhi keberkahan dan dijauhkan dari gangguan setan.
  5. Pahami makna kedua ayat ini agar kita benar-benar menghayati doa dan pengakuan keimanan yang terkandung di dalamnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi