Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah hadits yang sangat agung tentang keutamaan sepertiga malam yang terakhir. Hadits ini mengabarkan bahwa Allah Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya, lalu menawarkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta, berdoa, dan memohon ampunan. Oleh karena itu, para sahabat dan ulama salaf sangat menganjurkan untuk menghidupkan akhir malam dengan shalat, doa, dan istighfar, karena waktu tersebut adalah waktu yang paling utama dan mustajab.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا
"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan."
(QS. Al-Muzzammil [73]: 6)
Ayat ini menunjukkan keutamaan ibadah di waktu malam, terutama di akhir malam, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama tafsir.
2. Hadits Terkait:
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 1366), dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dengan lafaz yang semakna.
3. Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "turun" adalah turunnya Allah dengan cara yang layak bagi keagungan-Nya, tanpa menyerupai makhluk. Ini adalah keyakinan Ahlus Sunnah.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa hadits ini adalah dalil penetapan sifat nuzul (turun) bagi Allah, namun kita tidak menanyakan "bagaimana" caranya, karena itu adalah hak prerogatif Allah semata.
- Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan keutamaan akhir malam dan bahwa waktu tersebut adalah waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampunan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Makna "Nuzul" (Turunnya Allah):
Para ulama Ahlus Sunnah dari kalangan salaf, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Al-Bukhari, dan Imam Ibnu Khuzaimah, menetapkan bahwa Allah benar-benar turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Namun, cara turunnya tidak diketahui oleh kita, karena tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyerupai Allah dalam sifat-sifat-Nya.
Imam Malik bin Anas pernah ditanya tentang makna "istawa" (bersemayam), beliau menjawab: "Istawa itu sudah diketahui maknanya, namun caranya tidak diketahui, mengimaninya adalah wajib, dan bertanya tentangnya adalah bid'ah." Ini juga berlaku untuk sifat nuzul (turun).
2. Waktu yang Paling Utama:
Para ulama sepakat bahwa sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang paling utama untuk shalat malam, doa, dan istighfar. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menyebutkan bahwa pada waktu inilah Allah membuka pintu ampunan dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.
3. Keutamaan Shalat Akhir Malam:
Karena hadits ini, para sahabat dan tabi'in lebih memilih shalat di akhir malam daripada di awalnya. Al-Hasan Al-Bashri dan Sa'id bin Al-Musayyib dikenal sebagai ulama yang sangat menjaga shalat malam di akhir malam. Mereka memahami bahwa waktu tersebut adalah waktu yang penuh berkah.
4. Perbedaan Pendapat tentang Waktu Terbaik:
Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa shalat di awal malam (setelah Isya) lebih utama bagi orang yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam. Namun, bagi yang yakin bisa bangun, maka akhir malam lebih utama. Ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayatnya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah sangat menjaga shalat malam. Beliau sering kali menangis di akhir malam dan berdoa kepada Allah dengan penuh kekhusyukan. Beliau berkata: "Tidak ada satu pun amalan yang lebih aku sukai selain shalat di akhir malam, karena pada waktu itulah Allah turun dan menawarkan ampunan-Nya."
Beliau juga pernah berkata: "Barangsiapa yang ingin Allah mengabulkan doanya, maka hendaknya ia berdoa di akhir malam, karena pada waktu itu Allah bertanya: 'Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya?'"
Kisah ini menunjukkan bagaimana para salaf sangat antusias memanfaatkan waktu yang mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Jaga shalat malam di akhir malam, karena itu adalah waktu yang paling utama dan mustajab untuk berdoa.
- Perbanyak istighfar di sepertiga malam terakhir, karena Allah menawarkan ampunan-Nya pada waktu tersebut.
- Berdoalah dengan sungguh-sungguh, karena Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya yang meminta pada waktu itu.
- Jangan tanyakan "bagaimana" cara Allah turun, karena itu adalah perkara ghaib yang harus kita imani tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk.
- Jika khawatir tidak bisa bangun, maka shalatlah di awal malam, namun jika mampu, akhir malam lebih utama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.