Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1360 tentang Shalat malam sembilan rakaat kebiasaan Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa kebiasaan shalat malam Nabi Muhammad ﷺ adalah sembilan raka'at. Ini menunjukkan bahwa shalat malam tidak harus banyak raka'at, tetapi yang penting adalah khusyuk dan istiqamah. Namun, jumlah ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi dan kemampuan, karena Nabi juga pernah shalat malam dengan jumlah raka'at lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Muzzammil [73]: 2-4

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

"Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah sedikit dari seperdua itu, atau lebihkanlah daripadanya, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil."

Hadits:

Hadits riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha dalam Sunan Ibnu Majah no. 1360, juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 738, dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 24077.

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan bahwa shalat malam Nabi ﷺ bervariasi jumlahnya, dan sembilan raka'at adalah salah satu kebiasaan beliau yang paling sering. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa shalat malam Nabi ﷺ tidak selalu sama jumlahnya, tergantung kondisi dan keadaannya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat malam Nabi Muhammad ﷺ memiliki jumlah yang bervariasi. Dari riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau menyebutkan bahwa Nabi biasa shalat malam sembilan raka'at. Namun, dalam riwayat lain dari Aisyah juga disebutkan sebelas raka'at (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738), dan bahkan tiga belas raka'at (HR. Muslim no. 738).

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa perbedaan jumlah ini menunjukkan keluwesan syariat. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa shalat malam tidak terikat dengan jumlah raka'at tertentu, tetapi yang penting adalah kualitas dan kekhusyukan. Beliau juga mengajarkan bahwa shalat malam bisa dilakukan dengan jumlah raka'at yang sedikit asalkan dilakukan dengan penuh penghayatan.

Imam asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa shalat malam yang paling utama adalah sebelas raka'at, termasuk witir. Namun, beliau juga membolehkan kurang atau lebih dari itu. Yang terpenting adalah niat ikhlas dan istiqamah.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka'at tertentu. Seseorang boleh shalat malam sebanyak yang ia mampu, baik sedikit maupun banyak. Yang dilarang adalah memberatkan diri hingga meninggalkan kewajiban atau mengganggu kesehatan.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa shalat malam Nabi ﷺ yang sembilan raka'at ini menunjukkan bahwa beliau tidak selalu shalat dengan jumlah yang banyak. Terkadang beliau shalat dengan jumlah yang lebih sedikit karena kondisi fisik atau kesibukan dakwah. Ini mengajarkan kita untuk tidak memaksakan diri dalam ibadah.

Story Telling

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Nabi ﷺ biasa shalat malam, dan ketika beliau shalat, beliau berdiri lama sekali hingga kakinya bengkak. Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?' Beliau menjawab, 'Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?'" (HR. Bukhari no. 4830 dan Muslim no. 2820)

Kisah ini menunjukkan bahwa meskipun Nabi ﷺ shalat dengan jumlah raka'at yang tidak terlalu banyak (sembilan atau sebelas), beliau melakukannya dengan penuh kekhusyukan dan lama dalam berdiri. Ini mengajarkan kita bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas dalam ibadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat malam tidak terikat dengan jumlah raka'at tertentu. Boleh dilakukan 9, 11, 13 raka'at, atau sesuai kemampuan.
  2. Yang terpenting adalah kekhusyukan, keikhlasan, dan istiqamah dalam melaksanakannya.
  3. Jangan memaksakan diri hingga memberatkan atau mengganggu kesehatan dan kewajiban lainnya.
  4. Shalat malam adalah ibadah yang sangat dianjurkan, meskipun hanya sedikit raka'at.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.