Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1359 tentang Jumlah rakaat shalat malam Nabi

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ biasa melaksanakan shalat malam (qiyamul lail) sebanyak tiga belas rakaat. Jumlah ini mencakup shalat witir sebagai penutup. Para ulama menjelaskan bahwa jumlah rakaat shalat malam Nabi ﷺ bisa berbeda-beda sesuai riwayat, dan semuanya sah untuk diikuti.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan berbagai redaksi.

Di antara dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar shalat malam adalah firman Allah:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra' [17]: 79)

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat malam Nabi ﷺ memiliki variasi jumlah rakaat, dan beliau menegaskan bahwa semua riwayat tersebut shahih serta dapat diamalkan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menyebutkan bahwa perbedaan riwayat tentang jumlah rakaat shalat malam Nabi ﷺ menunjukkan keluasan (kelonggaran) dalam masalah ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ melaksanakan shalat malam sebanyak tiga belas rakaat. 'Aisyah radhiyallahu 'anha adalah orang yang paling mengetahui kebiasaan shalat malam Nabi ﷺ karena beliau adalah istri Nabi dan sering menyaksikan langsung ibadah beliau di malam hari.

Para ulama dari daftar yang disebutkan memiliki penjelasan sebagai berikut:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan jumlah shalat malam Nabi ﷺ yang paling sempurna adalah tiga belas rakaat, termasuk witir. Beliau juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang shalat sebelas rakaat, terkadang tiga belas rakaat, dan ini semua shahih.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perbedaan jumlah rakaat ini bukanlah pertentangan, melainkan menunjukkan bahwa Nabi ﷺ melakukannya pada waktu yang berbeda-beda. Kadang beliau shalat sebelas rakaat, kadang tiga belas rakaat. Semua riwayat ini shahih dan dapat diamalkan.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa shalat malam adalah ibadah yang sangat dianjurkan, dan Nabi ﷺ selalu menjaga shalat malam meskipun beliau sudah dijamin masuk surga. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat malam bagi seorang mukmin.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa shalat malam Nabi ﷺ yang tiga belas rakaat ini terdiri dari dua rakaat yang ringan (sebagai pembuka), kemudian delapan rakaat dengan salam setiap dua rakaat, kemudian lima rakaat witir dengan satu salam. Ini adalah salah satu cara pelaksanaan shalat malam Nabi ﷺ.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di ketika menjelaskan ayat tentang tahajud menyebutkan bahwa shalat malam adalah ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mengangkat derajat seorang hamba.

Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang jumlah rakaat shalat malam Nabi ﷺ, maka yang paling kuat adalah bahwa Nabi ﷺ melakukannya dengan jumlah yang bervariasi. Kadang sebelas rakaat, kadang tiga belas rakaat. Semua riwayat ini shahih dan menunjukkan keluasan dalam beribadah. Yang terpenting adalah menjaga shalat malam dengan penuh kekhusyukan dan istiqamah, meskipun hanya sedikit.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha pernah ditanya tentang shalat malam Nabi ﷺ. Beliau menjawab dengan detail bagaimana Nabi ﷺ melaksanakan shalat malam. 'Aisyah juga pernah berkata: "Janganlah engkau meninggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau letih, beliau shalat dengan duduk." (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa 'Aisyah sangat memperhatikan ibadah Nabi ﷺ dan betapa beliau ingin umat Islam juga menjaga shalat malam. Ini juga menunjukkan bahwa shalat malam adalah ibadah yang tidak boleh ditinggalkan, meskipun dalam keadaan sakit atau letih, kita masih bisa melaksanakannya dengan cara yang lebih ringan.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat malam adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan merupakan kebiasaan Nabi ﷺ.
  2. Jumlah rakaat shalat malam Nabi ﷺ bervariasi, antara sebelas hingga tiga belas rakaat, termasuk witir.
  3. Yang terpenting adalah menjaga istiqamah dalam shalat malam, meskipun hanya sedikit.
  4. Jika sakit atau letih, shalat malam bisa dilakukan dengan duduk.
  5. Jangan memaksakan diri untuk selalu tiga belas rakaat, tetapi lakukan sesuai kemampuan dan kekhusyukan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?