Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1342 tentang Menghias bacaan Al-Qur'an dengan suara merdu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memerintahkan kita untuk menghiasi bacaan Al-Qur'an dengan suara yang indah dan merdu. Bukan berarti kita menghiasi Al-Qur'an itu sendiri dengan suara, tetapi maknanya adalah kita memperindah suara kita saat membaca Al-Qur'an. Ini adalah anjuran agar bacaan Al-Qur'an kita terdengar baik, tartil, dan menyentuh hati, bukan untuk pamer atau riya'.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Imam Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Kitab Menegakkan Shalat dan Sunnah di Dalamnya, Bab Tentang Keindahan Suara dalam Membaca Al-Qur'an, no. 1342.
  • Juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, no. 1468; Imam an-Nasa'i, Sunan an-Nasa'i, no. 1015; dan Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad, no. 18657.

Teks Hadits:

زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ

Terjemahan: "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara-suara kalian."

Ayat Pendukung:

Allah Ta'ala berfirman:

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا

(QS. Al-Kahfi [18]: 27)

Terjemahan: "Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya dan engkau tidak akan menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya."

Ayat ini memerintahkan untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil dan penuh penghayatan, yang tentunya akan menghasilkan suara yang indah.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan salafus shalih memberikan penjelasan yang mendalam tentang hadits ini.

1. Makna "Menghiasi Al-Qur'an dengan Suara":

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Zadul Ma'ad (1/482) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah: "Hiasilah suara kalian dengan Al-Qur'an." Maksudnya, jadikanlah Al-Qur'an sebagai hiasan bagi suara kalian, bukan sebaliknya. Ini adalah perintah untuk memperindah bacaan Al-Qur'an dengan suara yang baik dan merdu.

2. Bukan Berarti Menambah atau Mengurangi Bacaan:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (6/78) menegaskan bahwa menghiasi bacaan Al-Qur'an dengan suara yang indah tidak boleh sampai mengubah huruf atau hukum tajwid. Yang dimaksud adalah membaca dengan tartil, khusyuk, dan suara yang merdu secara alami, bukan dibuat-buat seperti nyanyian.

3. Anjuran Membaca dengan Suara Indah:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (9/62) menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan merdu, karena hal itu lebih berpengaruh pada hati dan lebih mendorong untuk merenungkan maknanya.

4. Larangan Berlebihan:

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang membaca Al-Qur'an dengan suara yang dibuat-buat seperti lagu. Beliau menjawab, "Itu adalah bid'ah, tidak boleh dilakukan." (Lihat Masail al-Imam Ahmad riwayat Abu Dawud).

5. Tujuan Utama: Khusyuk dan Tadabbur:

Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (1/30) menekankan bahwa tujuan membaca Al-Qur'an dengan suara indah adalah untuk lebih merenungkan maknanya dan merasakan keagungan Allah. Bukan untuk pamer atau mencari pujian manusia.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:

"يَا أَبَا مُوسَى، لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ"

"Wahai Abu Musa, sungguh engkau telah diberi suara yang merdu seperti suara Daud." (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang memiliki suara sangat indah dalam membaca Al-Qur'an. Beliau membaca dengan tartil, penuh penghayatan, sehingga membuat para sahabat lain terharu dan khusyuk mendengarkannya.

Kisah ini menunjukkan bahwa memiliki suara indah adalah anugerah dari Allah, dan hendaknya digunakan untuk membaca Al-Qur'an, bukan untuk hal-hal yang sia-sia.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbaiki Bacaan: Pelajari tajwid dan makhraj huruf agar bacaan Al-Qur'an kita benar.
  2. Latih Suara: Usahakan membaca dengan suara yang merdu dan indah, sesuai kemampuan.
  3. Jaga Niat: Bacalah hanya karena Allah, bukan untuk pamer atau riya'.
  4. Tadabburi Makna: Renungkan arti ayat yang dibaca agar hati semakin khusyuk.
  5. Jangan Berlebihan: Hindari membaca dengan irama yang dibuat-buat seperti nyanyian atau lagu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk membaca Al-Qur'an dengan baik, merenungkan maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.