Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa shalat malam (termasuk witir dan tahajud) dikerjakan dengan cara dua raka'at-dua raka'at, lalu salam di setiap dua raka'at. Jadi tidak boleh mengerjakan empat raka'at sekaligus dengan satu salam dalam shalat malam. Ini adalah petunjuk Nabi ﷺ yang jelas dan diamalkan para ulama Ahlus Sunnah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Muzzammil [73]: 20
وَعَلِمَ أَنَّهُ لَنْ تُحْصُوا فَلَنْ يَعْلَمَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Terjemahan ringkas: "…Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an, dan dirikanlah shalat…" — ayat ini menjadi dasar anjuran shalat malam secara umum, dan tata caranya dijelaskan oleh sunnah Nabi ﷺ.
Hadits terkait:
- Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Umar (Abdullah bin Umar) radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Nafi' (mantan budak Ibnu Umar, seorang tabi'in terpercaya), dari Al-Layts bin Sa'd, dan dicatat oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab ash-Shalah, Bab "Apa yang Dikatakan Tentang Shalat Malam Dua Raka'at" (no. 1319).
- Hadits senada juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar dengan lafaz:
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
"Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka shalatlah satu raka'at sebagai witir bagi shalat yang telah dikerjakan."
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil utama bahwa shalat malam dikerjakan dua-dua, dan salam dilakukan pada setiap dua raka'at.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa zhahir perintah ini menunjukkan shalat malam tidak boleh dikerjakan empat raka'at dengan satu salam.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa cara Nabi ﷺ shalat malam adalah dua-dua, dan beliau tidak pernah mengerjakan shalat malam empat raka'at sekaligus dengan satu salam.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Sabda Nabi ﷺ "صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى" berarti shalat malam dikerjakan dengan dua raka'at, lalu salam, kemudian dua raka'at lagi, lalu salam, dan seterusnya. Kata "مَثْنَى" adalah bentuk pengulangan yang menunjukkan bahwa setiap dua raka'at dipisah dengan salam.
Pemahaman ulama:
- Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa shalat malam wajib dikerjakan dua-dua dengan salam di setiap dua raka'at. Jika seseorang mengerjakan empat raka'at dengan satu salam, shalatnya tidak sah menurut pendapat yang kuat dalam madzhab mereka.
- Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa mengerjakan empat raka'at dengan satu salam dalam shalat malam hukumnya makruh, tetapi shalatnya tetap sah. Namun, yang lebih utama adalah mengikuti cara Nabi ﷺ yaitu dua-dua.
- Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menguatkan pendapat bahwa shalat malam harus dua-dua, dan ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan zhahir hadits.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa hadits ini adalah nash yang jelas, dan tidak ada dalil yang membolehkan shalat malam empat raka'at dengan satu salam.
Jumlah raka'at:
Tidak ada batasan jumlah raka'at yang disebutkan dalam hadits ini. Seseorang boleh mengerjakan shalat malam sebanyak yang ia mampu, asalkan setiap dua raka'at diakhiri dengan salam. Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma sendiri biasa mengerjakan shalat malam dengan banyak raka'at, dan beliau mengakhirinya dengan witir satu raka'at.
Witir:
Setelah selesai shalat malam dua-dua, disunnahkan mengerjakan witir satu raka'at atau lebih. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa witir adalah penutup shalat malam, dan boleh dikerjakan satu, tiga, lima, atau lebih, tetapi yang paling utama adalah satu raka'at jika sudah mengerjakan shalat malam sebelumnya.
Story Telling
Ibnu 'Umar dan shalat malamnya:
Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma adalah salah satu sahabat yang sangat bersemangat dalam shalat malam. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah bermimpi tentang Ibnu 'Umar, dan beliau memuji semangatnya dalam shalat malam. Ibnu 'Umar biasa mengerjakan shalat malam dengan dua raka'at-dua raka'at, lalu mengakhirinya dengan witir. Beliau juga sering membaca Al-Qur'an dalam shalatnya dengan tartil dan khusyuk.
Hikmah: Semangat Ibnu 'Umar dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara detail, termasuk dalam tata cara shalat malam, menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya berusaha mengikuti petunjuk Nabi ﷺ dengan cermat, tanpa menambah atau mengurangi.
Kesimpulan Praktis
- Kerjakan shalat malam dua raka'at-dua raka'at, lalu salam di setiap dua raka'at.
- Jangan mengerjakan empat raka'at dengan satu salam dalam shalat malam, karena menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ.
- Akhiri shalat malam dengan witir, minimal satu raka'at.
- Tidak ada batasan jumlah raka'at, kerjakan sebanyak yang mampu, asalkan dua-dua.
- Ikuti pemahaman ulama Ahlus Sunnah dalam masalah ini, dan jauhi perbedaan yang tidak berdasar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.