Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa shalat Id dikerjakan sebelum khutbah, dan bahwa Nabi ﷺ memberi perhatian khusus kepada kaum wanita dengan mendatangi mereka secara langsung untuk menasihati dan mengajak bersedekah. Ini menjadi dalil disyariatkannya khutbah setelah shalat Id, serta anjuran memberi nasihat dan kesempatan bersedekah bagi kaum wanita.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1273), dari jalur Sufyan bin 'Uyainah — salah satu ulama dalam daftar — dari Ayyub dari 'Atha' bin Abi Rabah (Tabi'in, dalam daftar) dari Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما.
Hadits semakna juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas, dengan lafaz yang menunjukkan Nabi ﷺ shalat Id lalu berkhutbah, kemudian mendatangi wanita bersama Bilal.
Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan perintah menyampaikan peringatan dan nasihat:
QS. Adz-Dzariyat [51]: 55
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemahan: "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin."
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini sebagai perintah untuk terus menasihati dan mengingatkan, karena nasihat membawa manfaat bagi hati orang beriman — sebagaimana praktik Nabi ﷺ yang mendatangi kaum wanita setelah khutbah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Shalat Id sebelum khutbah.
Ibnu 'Abbas bersaksi (أَشْهَدُ) — bentuk penegasan kuat — bahwa Nabi ﷺ shalat terlebih dahulu, baru berkhutbah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini adalah pendapat jumhur ulama, dan menjadi sunnah yang tetap dalam shalat Idain, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya sebelum shalat.
2. Perhatian Nabi ﷺ kepada kaum wanita.
Nabi ﷺ menyadari suara beliau tidak sampai kepada para wanita, maka beliau mendatangi mereka secara langsung. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini menunjukkan kelembutan dan perhatian Nabi ﷺ, serta disyariatkannya memberi nasihat khusus kepada kaum wanita bila mereka tidak terjangkau oleh khutbah umum.
3. Anjuran bersedekah.
Nabi ﷺ memerintahkan para wanita untuk bersedekah, dan mereka pun menyambut dengan memberikan anting, cincin, dan barang berharga. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa sedekah pada hari Id memiliki keutamaan tersendiri, dan semangat para sahabat wanita dalam bersedekah menjadi teladan.
4. Isyarat Bilal.
Bilal mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat agar para wanita menyerahkan sedekah. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan bolehnya menggunakan isyarat dalam menyampaikan maksud, dan bahwa pemimpin boleh dibantu oleh petugas dalam mengumpulkan sedekah.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Ishaq bin Rahuyah berpendapat khutbah Id boleh sebelum atau sesudah shalat, namun yang paling kuat menurut dalil — sebagaimana ditegaskan Al-Bukhari, Muslim, dan dirajihkan Ibnu Hajar serta an-Nawawi — adalah khutbah setelah shalat Id, sesuai hadits Ibnu 'Abbas ini.
Story Telling
Diceritakan dari Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما — sebagaimana dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim — bahwa pada suatu hari raya, setelah Nabi ﷺ selesai shalat dan berkhutbah di hadapan kaum pria, beliau menyadari bahwa suara beliau tidak sampai kepada kaum wanita yang berada di bagian belakang. Maka beliau pun berjalan mendatangi mereka, ditemani Bilal yang membentangkan kain atau mengangkat tangannya sebagai isyarat. Nabi ﷺ mengingatkan mereka tentang Allah, menasihati dengan lembut, dan mengajak mereka bersedekah. Para wanita pun dengan penuh kerelaan melepas anting-anting dan cincin mereka, menyerahkannya kepada Bilal. Hikmahnya: seorang pendidik hendaknya memperhatikan siapa yang belum tersentuh nasihat, dan mendekati mereka dengan cara yang sesuai keadaan mereka.
Kesimpulan Praktis
- Shalat Id dikerjakan sebelum khutbah, berbeda dengan shalat Jumat.
- Hendaknya imam atau penceramah memberi perhatian khusus kepada kelompok yang mungkin tidak terjangkau khutbah, seperti kaum wanita.
- Dianjurkan bersedekah pada hari raya, dan kaum wanita dianjurkan berperan serta.
- Hendaknya nasihat disampaikan dengan lembut, jelas, dan sesuai keadaan audiens.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.