Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan bahwa ketika Nabi ﷺ berdoa meminta hujan di atas mimbar, hujan turun begitu derasnya hingga semua saluran air di Madinah mengalir penuh. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma teringat syair Abu Thalib yang memuji Nabi ﷺ sebagai sosok yang berkah wajahnya, tempat memohon hujan, penyayang anak yatim, dan pelindung para janda. Hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi ﷺ, keberkahan doanya, dan bolehnya menggunakan syair yang mengandung pujian yang benar.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Anbiya' [21]: 107
وَإِنَّمَا أَرْسَلْنَاكَ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Terjemahan: "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
QS. Al-Ahzab [33]: 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Terjemahan: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnahnya, Bab Apa yang Dikatakan tentang Doa dalam Meminta Hujan (no. 1272). Sanadnya: Ahmad bin al-Azhar → Abu an-Nadhr → Abu 'Aqil → Umar bin Hamzah → Salim → dari ayahnya (Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma).
Hadits tentang istisqa' (shalat meminta hujan) juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, Ibnu Abbas, dan lainnya, yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah melakukan shalat istisqa' dan berdoa meminta hujan.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits-hadits istisqa' menunjukkan disyariatkannya shalat dan doa meminta hujan, serta keberkahan doa Nabi ﷺ yang dikabulkan Allah.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa istisqa' dilakukan dengan shalat, doa, dan istighfar, serta menampakkan ketundukan kepada Allah.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa di antara rahmat Allah kepada umat ini adalah diutusnya Nabi ﷺ yang doanya mustajab dan wajahnya penuh berkah.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad membahas secara panjang tentang shalat istisqa' dan doa Nabi ﷺ ketika meminta hujan.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Salim bin Abdullah bin Umar menceritakan bahwa ayahnya, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, pernah mengatakan: "Kadang-kadang saya mengingat kata-kata penyair ketika saya melihat wajah Rasulullah ﷺ di atas mimbar." Maksudnya, ketika Nabi ﷺ berdoa meminta hujan di atas mimbar, Ibnu Umar melihat wajah beliau dan teringat syair Abu Thalib.
Nabi ﷺ tidak turun dari mimbar hingga "جَيَّشَ كُلُّ مِيزَابٍ بِالْمَدِينَةِ" — yaitu semua saluran air di Madinah mengalir penuh dengan air hujan. Ini menunjukkan betapa cepat dan derasnya hujan yang Allah turunkan sebagai jawaban atas doa Nabi ﷺ.
Syair Abu Thalib yang disebutkan:
وَأَبْيَضَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ ... ثِمَالُ الْيَتَامَى عِصْمَةٌ لِلْأَرَامِلِ
Maknanya: "Dia (Nabi ﷺ) berkulit putih bersih, hujan dimohonkan melalui wajahnya (karena keberkahannya), dia menjadi penolong anak-anak yatim, dan pelindung bagi para janda."
Pemahaman ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keberkahan wajah Nabi ﷺ dan mustajabnya doa beliau. Beliau juga menyebutkan bahwa syair ini dibolehkan karena mengandung pujian yang benar, bukan kedustaan.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa istisqa' adalah sunnah yang tetap, dan doa Nabi ﷺ dalam meminta hujan adalah contoh yang harus diikuti. Beliau juga menyebutkan bahwa menampakkan kebutuhan kepada Allah adalah bagian dari ibadah.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah berdoa meminta hujan dengan berbagai lafazh, dan Allah mengabulkan doanya dengan hujan yang deras. Beliau juga menjelaskan bahwa istisqa' bisa dilakukan dengan shalat, doa, dan istighfar.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda kenabian Muhammad ﷺ adalah doanya yang mustajab, termasuk ketika meminta hujan. Ini adalah bukti nyata bahwa beliau adalah rasul yang benar.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat istisqa'. Mayoritas ulama (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) berpendapat bahwa shalat istisqa' adalah sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan) ketika terjadi kekeringan. Sebagian ulama seperti Ibnu Taymiyyah menambahkan bahwa istisqa' bisa dilakukan dengan doa saja tanpa shalat, namun yang lebih utama adalah dengan shalat dan doa sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ.
Pendapat yang paling kuat:
Yang paling kuat adalah pendapat jumhur ulama bahwa shalat istisqa' disyariatkan dan dilakukan dengan shalat dua rakaat, kemudian berdoa meminta hujan, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ. Ini berdasarkan hadits-hadits shahih dari Al-Bukhari dan Muslim.
Story Telling
Dikisahkan bahwa pada suatu hari, Madinah mengalami kekeringan yang panjang. Tanah menjadi tandus, sumur-sumur mengering, dan manusia serta hewan mulai kesulitan mendapatkan air. Melihat kondisi ini, Nabi ﷺ memerintahkan kaum muslimin untuk bersiap-siap dan keluar ke tanah lapang.
Nabi ﷺ naik ke mimbar dan mengangkat kedua tangannya, berdoa kepada Allah dengan penuh kerendahan dan ketundukan. Beliau memohon agar Allah menurunkan hujan yang membawa berkah, bukan hujan yang membawa bencana.
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, yang saat itu hadir, memperhatikan wajah Nabi ﷺ dengan penuh kekaguman. Wajah beliau yang mulia tampak bersinar, penuh harapan kepada Allah. Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah mulai gelap. Awan-awan berkumpul, dan tidak lama kemudian hujan turun dengan derasnya.
Air hujan mengalir melalui setiap saluran di Madinah. Semua orang bersyukur dan bergembira. Ibnu Umar pun teringat syair yang pernah diucapkan Abu Thalib, paman Nabi ﷺ, yang memuji beliau: "Dia berkulit putih bersih, hujan dimohonkan melalui wajahnya, dia penolong anak yatim, dan pelindung para janda."
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa doa Nabi ﷺ mustajab, dan wajah beliau penuh berkah. Kita sebagai umatnya hendaknya meneladani beliau dalam berdoa dengan penuh ketundukan dan keyakinan kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Shalat istisqa' disyariatkan ketika terjadi kekeringan, dilakukan dengan shalat dua rakaat dan berdoa meminta hujan kepada Allah.
- Doa Nabi ﷺ mustajab, dan ini adalah bukti kenabian beliau. Kita hendaknya meneladani beliau dalam berdoa dengan penuh keyakinan dan kerendahan.
- Boleh menggunakan syair yang mengandung pujian yang benar, seperti syair Abu Thalib yang memuji Nabi ﷺ.
- Menampakkan kebutuhan kepada Allah adalah bagian dari ibadah. Ketika kita menghadapi kesulitan, hendaknya kita kembali kepada Allah dengan doa dan istighfar.
- Keberkahan wajah Nabi ﷺ adalah sesuatu yang diakui oleh para sahabat, dan ini menunjukkan kedudukan beliau yang mulia di sisi Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.