Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1203 tentang Sujud sahwi bagi yang lupa dalam salat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang juga bisa lupa dalam shalat, sebagaimana manusia lainnya. Ketika terjadi keraguan atau kelalaian dalam shalat (baik kelebihan maupun kekurangan rakaat), maka solusinya adalah melakukan sujud sahwi (dua sujud) di akhir shalat sebelum salam. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang memudahkan hamba-Nya untuk memperbaiki kekurangan dalam ibadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 1203 dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ. أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ. فَإِذَا نَسِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ"

>

> "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Maka jika salah seorang dari kalian lupa (dalam shalat), hendaklah ia sujud dua kali dalam keadaan duduk."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 572) dari jalur yang sama, dan Imam Abu Dawud (no. 1010), serta Imam at-Tirmidzi (no. 398) dan Imam an-Nasa'i (no. 1241) dengan redaksi yang semakna.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa, dan Kami tidak mendapati padanya kemauan yang kuat."

(QS. Thaha [20]: 115)

Ayat ini menunjukkan bahwa lupa adalah tabiat manusia yang sudah ada sejak Nabi Adam 'alaihis salam.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits Secara Umum

Hadits ini menjelaskan tentang sujud sahwi—yaitu dua sujud yang dilakukan di akhir shalat untuk menutup kekurangan akibat lupa. Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in memahami bahwa sujud sahwi ini disyariatkan ketika seseorang ragu atau lupa dalam shalatnya.

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sujud sahwi memiliki beberapa sebab:

  • Kelebihan dalam shalat (menambah rakaat atau gerakan)
  • Kekurangan dalam shalat (meninggalkan salah satu rukun atau kewajiban)
  • Keraguan antara jumlah rakaat

2. Pemahaman Ulama Tentang Posisi Sujud Sahwi

Dalam hadits ini, Nabi ﷺ bersabda: "Hendaklah ia sujud dua kali dalam keadaan duduk"—artinya sujud sahwi dilakukan setelah tasyahhud akhir dan sebelum salam. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan mayoritas ulama hadits.

Namun, Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa jika seseorang lupa menambah (kelebihan rakaat), maka sujud sahwi dilakukan setelah salam. Sedangkan jika lupa mengurangi, maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam hadits-hadits shahih melakukan sujud sahwi dengan kedua cara tersebut—kadang sebelum salam dan kadang sesudah salam—tergantung kondisi. Namun yang paling utama adalah mengikuti contoh yang paling sesuai dengan kondisi lupa yang terjadi.

3. Hikmah di Balik Sujud Sahwi

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fath al-Bari (Syarh Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa sujud sahwi mengandung hikmah yang agung:

  • Menutup kekurangan dalam shalat
  • Menghinakan diri di hadapan Allah karena kekurangan dalam ibadah
  • Membuat setan kecewa karena tidak berhasil merusak shalat hamba tersebut

Imam as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa syariat sujud sahwi adalah bentuk kemudahan dari Allah, karena Allah tidak membiarkan hamba-Nya dalam kebingungan ketika lupa dalam ibadah, tetapi memberikan jalan keluar.

4. Hadits Ini Menunjukkan Sifat Nabi ﷺ sebagai Manusia

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "Aku hanyalah manusia biasa, aku lupa sebagaimana kalian lupa" adalah bantahan terhadap orang-orang yang mengklaim Nabi ﷺ tidak mungkin lupa dalam urusan duniawi. Namun perlu dipahami:

  • Nabi ﷺ terjaga (ma'shum) dari kesalahan dalam menyampaikan wahyu
  • Lupa yang terjadi pada Nabi ﷺ dalam shalat adalah untuk mengajarkan umatnya bagaimana menyikapi kelalaian dalam ibadah

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa lupa yang dialami Nabi ﷺ dalam shalat adalah lupa yang disengaja oleh Allah agar menjadi pelajaran bagi umatnya, bukan karena kelalaian atau kekurangan dari beliau.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi ﷺ shalat Zhuhur bersama para sahabat. Beliau shalat lima rakaat karena lupa. Setelah selesai, para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah shalat ditambah?"

Maka Nabi ﷺ menjawab: "Apa yang kalian katakan?" Mereka menjawab: "Engkau shalat lima rakaat."

Maka Nabi ﷺ bersabda: "Aku hanyalah manusia biasa, aku lupa sebagaimana kalian lupa." Kemudian beliau melakukan sujud sahwi dua kali.

(HR. Muslim no. 572, dari sahabat Abdullah bin Mas'ud)

Hikmah dari kisah ini: Allah ﷻ menghendaki Nabi-Nya ﷺ mengalami lupa dalam shalat agar umatnya tidak bingung ketika mereka lupa. Ini adalah rahmat dan kasih sayang Allah kepada umat Muhammad ﷺ. Sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya: "Bab: Sujud Sahwi Setelah Salam dan Berbicara"—karena Nabi ﷺ berbicara dengan para sahabat sebelum sujud sahwi.

Kesimpulan Praktis

  1. Lupa adalah tabiat manusia—tidak ada seorang pun yang terbebas darinya, termasuk dalam ibadah shalat.
  2. Jika lupa atau ragu dalam shalat, maka lakukan sujud sahwi dua kali di akhir shalat.
  3. Sujud sahwi dilakukan sebelum salam menurut pendapat yang lebih kuat dalam hadits ini, namun jika seseorang sudah salam lalu sadar, ia tetap bisa melakukan sujud sahwi setelah salam berdasarkan hadits-hadits lain yang shahih.
  4. Jangan merasa putus asa atau was-was berlebihan ketika lupa dalam shalat—Allah telah memberikan solusi yang mudah.
  5. Pelajari tata cara shalat yang benar agar bisa membedakan antara lupa yang memerlukan sujud sahwi dan keraguan yang berlebihan (was-was) yang justru harus diabaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.