Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1178 tentang Doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada cucunya, Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma. Doa ini berisi permohonan agar Allah memberikan keselamatan, petunjuk, perlindungan, dan keberkahan. Hadits ini menunjukkan bahwa qunut witir disyariatkan dan doa yang diajarkan Nabi ﷺ ini adalah doa yang paling utama untuk dibaca di dalamnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah No. 1178

Teks Arab hadits (sebagaimana yang tertera di atas) diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Kakekku, Rasulullah ﷺ, mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku ucapkan dalam qunut witir: 'Allahummah dinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadlait, fa innaka taqdli wa laa yuqdla 'alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.'"

Catatan Penting: Teks Arab yang Anda tampilkan memiliki sedikit perbedaan redaksi dengan yang masyhur di kitab-kitab hadits lainnya. Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunan-nya (no. 1425) dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 464) dengan lafaz yang lebih lengkap:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil (no. 429) menilai hadits ini shahih. Beliau menyebutkan bahwa hadits ini memiliki banyak jalur periwayatan yang saling menguatkan.

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum qunut witir:

Pendapat Pertama: Qunut witir disunnahkan sepanjang tahun. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad dalam salah satu riwayat, dan mayoritas ulama madzhab Syafi'i. Mereka berdalil dengan hadits Al-Hasan bin Ali ini yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa qunut witir secara mutlak tanpa mengkhususkannya di bulan Ramadhan saja.

Pendapat Kedua: Qunut witir hanya dilakukan di separuh akhir bulan Ramadhan. Ini adalah pendapat yang masyhur dari Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad dalam riwayat yang lain. Mereka berdalil dengan hadits Ubay bin Ka'ab bahwa Nabi ﷺ berqunut di separuh akhir Ramadhan.

Pendapat Ketiga: Qunut witir tidak disyariatkan sama sekali. Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah dalam riwayat lain, namun pendapat ini lemah karena bertentangan dengan hadits-hadits shahih.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa (22/269) menjelaskan bahwa pendapat yang paling kuat adalah qunut witir disunnahkan sepanjang tahun, karena hadits Al-Hasan bin Ali ini shahih dan tidak ada dalil yang memalingkannya dari keumumannya. Beliau juga menyebutkan bahwa doa qunut witir ini adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, sehingga lebih utama dibaca daripada doa-doa lainnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' (4/53) menjelaskan bahwa doa qunut witir yang diajarkan Nabi ﷺ ini mengandung makna yang sangat agung:

  • "Ihdinii fiiman hadait" - permohonan petunjuk
  • "'Aafinii fiiman 'aafait" - permohonan keselamatan
  • "Tawallanii fiiman tawallait" - permohonan perlindungan dan pertolongan
  • "Baarik lii fiimaa a'thait" - permohonan keberkahan
  • "Qinii syarra maa qadlait" - permohonan dijauhkan dari keburukan takdir

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (11/173) menegaskan bahwa membaca doa qunut witir ini disunnahkan, dan jika seseorang tidak hafal, ia boleh membaca doa lain atau membaca doa qunut ketika turunnya musibah (qunut nazilah).

Story Telling

Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma adalah cucu kesayangan Rasulullah ﷺ. Beliau sering digendong dan dicium oleh Nabi ﷺ. Suatu ketika, Nabi ﷺ mengajarkan doa ini secara khusus kepada Al-Hasan, menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada keluarganya dan betapa pentingnya doa ini untuk diamalkan.

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Al-Hasan bin Ali berkata: "Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku kalimat-kalimat yang aku ucapkan dalam qunut witir." Kemudian beliau menyebutkan doa ini. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mengajarkan doa-doa pilihan yang penuh makna kepada keluarganya, agar menjadi warisan ilmu bagi umat.

Kesimpulan Praktis

  1. Qunut witir disunnahkan menurut pendapat yang kuat, dan doa yang diajarkan Nabi ﷺ ini adalah doa yang paling utama dibaca di dalamnya.
  2. Hafalkan doa ini karena mengandung permohonan yang sangat lengkap: petunjuk, keselamatan, perlindungan, keberkahan, dan dijauhkan dari keburukan takdir.
  3. Jika tidak hafal, boleh membaca doa lain yang semakna atau membaca doa qunut nazilah.
  4. Boleh dibaca dengan suara pelan dalam shalat witir, baik sendiri maupun berjamaah.
  5. Amalkan dengan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?