Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1171 tentang Bacaan surat dalam shalat witir Rasulullah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ biasa membaca tiga surat pendek dalam shalat Witir, yaitu: Surat Al-A'la ( Sabbihisma rabbikal a'la ) pada rakaat pertama, Surat Al-Kafirun ( Qul yaa ayyuhal kaafiruun ) pada rakaat kedua, dan Surat Al-Ikhlas ( Qul huwallaahu ahad ) pada rakaat ketiga. Ini adalah salah satu tuntunan praktis dari Nabi ﷺ dalam beribadah, yang menunjukkan bahwa Witir itu ringan dan mudah, tidak harus dengan surat-surat panjang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnah di Dalamnya, Bab "Apa yang Diperintahkan untuk Dibaca dalam Witir", nomor 1171. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam An-Nasa'i, dan Imam At-Tirmidzi, dari sahabat Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

> عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُوتِرُ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى} وَ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} وَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ}

Terjemahan: Dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa melakukan Witir dengan membaca (surat) Sabbihisma rabbikal a'la, Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan Qul huwallaahu ahad."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

  1. QS. Al-A'la [87]: 1

> سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

  1. QS. Al-Kafirun [109]: 1

> قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir!'"

  1. QS. Al-Ikhlas [112]: 1

> قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"

Kaitan dengan ulama: Para ulama dari kalangan salaf, seperti Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Masaa'il-nya, menyebutkan bahwa membaca tiga surat ini dalam Witir adalah sunnah yang dianjurkan. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' juga menjelaskan bahwa membaca surat-surat ini dalam Witir adalah amalan yang shahih dari Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kepada kita tata cara membaca surat dalam shalat Witir. Beliau ﷺ membaca:

  • Rakaat pertama: Surat Al-A'la, yang berisi perintah untuk bertasbih dan mensucikan Allah.
  • Rakaat kedua: Surat Al-Kafirun, yang menegaskan kemurnian tauhid dan berlepas diri dari kesyirikan.
  • Rakaat ketiga: Surat Al-Ikhlas, yang merupakan inti dari akidah Islam, yaitu keesaan Allah.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Bulughul Maram menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya membaca surat-surat pendek ini dalam Witir. Namun, beliau juga menegaskan bahwa hal ini bukanlah kewajiban, melainkan pilihan yang utama. Jika seseorang membaca surat lain, Witirnya tetap sah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menambahkan bahwa hikmah pemilihan surat-surat ini adalah:

  1. Surat Al-A'la mengandung pujian dan pensucian terhadap Allah, yang cocok untuk pembuka shalat.
  2. Surat Al-Kafirun mengandung pemurnian ibadah hanya untuk Allah, yang merupakan inti dari doa dan ibadah.
  3. Surat Al-Ikhlas adalah ringkasan dari seluruh Al-Qur'an tentang sifat Allah, dan merupakan surat yang setara dengan sepertiga Al-Qur'an.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa juga menegaskan bahwa membaca tiga surat ini dalam Witir adalah sunnah yang tetap, dan boleh juga membaca surat lain jika ada kebutuhan atau kondisi tertentu.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling banyak menghafal Al-Qur'an dan sangat dekat dengan Rasulullah ﷺ. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:

> "Wahai Ubay, sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan Al-Qur'an kepadamu." (HR. Muslim)

Ubay pun menangis karena terharu. Beliau adalah sahabat yang sangat mencintai Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam ibadah. Ketika beliau meriwayatkan hadits tentang bacaan Witir ini, kita bisa merasakan bahwa beliau benar-benar memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, bukan hanya sekadar mendengar, tetapi juga mengamalkannya.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita harus memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, termasuk bacaan-bacaan dalam shalat, karena hal itu menunjukkan kecintaan kita kepada beliau dan keinginan untuk mengikuti sunnahnya dengan sempurna.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacaan Witir yang dianjurkan: Membaca Surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas pada rakaat pertama, kedua, dan ketiga Witir.
  2. Boleh membaca surat lain: Jika ada kebutuhan atau kondisi tertentu, membaca surat lain dalam Witir tetap sah.
  3. Witir itu ringan: Jangan merasa berat untuk melaksanakan Witir, karena bacaannya pun pendek dan mudah.
  4. Amalkan dengan istiqamah: Jadikan Witir sebagai kebiasaan harian, karena Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik dalam keadaan safar maupun mukim.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.