Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1139 tentang Waktu mustajab di hari Jumat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang waktu mustajab di hari Jumat, yaitu di akhir siang menjelang maghrib. Meskipun saat itu bukan waktu shalat fardhu, seorang mukmin yang duduk menunggu shalat Ashar atau berdzikir tetap dianggap dalam keadaan shalat dan doanya mustajab. Ini adalah rahmat besar dari Allah bagi umat Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Jumu'ah [62]: 9-10

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

Hadits:

Hadits riwayat Ibnu Majah no. 1139 dari Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya." (HR. Muslim no. 854)

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa waktu mustajab di hari Jumat adalah setelah Ashar hingga terbenam matahari. Beliau mengutip pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i yang menguatkan pendapat ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Abdullah bin Salam, seorang ulama Yahudi yang masuk Islam. Beliau menemukan dalam Taurat bahwa ada satu jam mustajab di hari Jumat. Ketika beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ, beliau mengisyaratkan bahwa waktu itu adalah akhir siang hari.

Makna "Akhir Siang":

Para ulama berbeda pendapat tentang waktu tepatnya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan ada dua pendapat utama:

  1. Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesai shalat Jumat
  2. Waktu setelah Ashar hingga terbenam matahari

Pendapat yang lebih kuat menurut Imam Ibnu Hajar, Imam Ibn Qayyim, dan Syaikh al-Utsaimin adalah waktu setelah Ashar. Ini berdasarkan hadits Abu Hurairah dan hadits Abdullah bin Salam di atas.

Mengapa Bukan Waktu Shalat?

Abdullah bin Salam bertanya: "Bukankah itu bukan waktu shalat?" Rasulullah ﷺ menjawab bahwa seorang mukmin yang duduk menunggu shalat, berdzikir, atau berdoa tetap dianggap dalam keadaan shalat. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan besar: seorang hamba yang duduk di masjid setelah shalat Ashar sambil berdzikir dan berdoa, ia mendapat pahala seperti orang yang shalat.

Hikmah Waktu Ini:

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa waktu ini adalah waktu terakhir sebelum maghrib, saat amal diangkat dan dosa diampuni. Ini adalah waktu yang penuh rahmat, di mana Allah membuka pintu taubat dan mengabulkan doa.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu, beliau adalah seorang pendeta Yahudi yang sangat alim. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau datang untuk bertanya tentang beberapa hal. Setelah mendapatkan jawaban yang benar, beliau langsung mengucapkan syahadat.

Dalam riwayat lain, Abdullah bin Salam berkata: "Aku tahu waktu mustajab itu dari Taurat. Ketika aku tanyakan kepada Rasulullah ﷺ, beliau membenarkan dan menunjukkan waktu yang sama." Ini menunjukkan bahwa ilmu para nabi sebelumnya masih ada yang benar dan tidak bertentangan dengan Islam.

Hikmah dari kisah ini: Jangan meremehkan ilmu dari orang yang berilmu, meskipun sebelumnya non-Muslim. Jika ilmunya benar dan sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah, maka itu adalah kebenaran.

Kesimpulan Praktis

  1. Waktu mustajab di hari Jumat adalah setelah Ashar hingga maghrib. Perbanyaklah doa dan dzikir pada waktu ini.
  2. Duduk di masjid setelah shalat Ashar sambil menunggu maghrib adalah ibadah yang besar pahalanya.
  3. Jangan tinggalkan masjid setelah Ashar jika tidak ada keperluan mendesak. Gunakan waktu ini untuk berdoa, beristigfar, dan membaca Al-Qur'an.
  4. Doa yang paling utama pada waktu ini adalah doa untuk kebaikan dunia dan akhirat, serta ampunan dosa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.