Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1120 tentang Bacaan shalat Jumat: surat Al-A'la dan Al-Ghashiyah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa di antara tuntunan Nabi ﷺ adalah membaca surat Al-A'la ( Sabbihisma Rabbikal A'la) dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat. Ini adalah salah satu contoh bacaan yang dicontohkan langsung oleh beliau, dan para ulama menjadikannya sebagai dalil dianjurkannya membaca dua surat tersebut pada shalat Jumat, baik pada rakaat pertama dan kedua.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks hadits yang Anda berikan adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ، عَنْ أَبِي عِنَبَةَ الْخَوْلاَنِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ}

Terjemahan: Dari Abu 'Inabah Al-Khawlani, bahwa Nabi ﷺ biasa membaca pada shalat Jumat: "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi" (QS. Al-A'la) dan "Apakah telah datang kepadamu berita tentang hari pembalasan?" (QS. Al-Ghasyiyah).

Dalil Pendukung dari Hadits Lain:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ membaca pada dua rakaat shalat Jumat:

  • Rakaat pertama: QS. Al-A'la ( Sabbihisma Rabbikal A'la)
  • Rakaat kedua: QS. Al-Ghasyiyah

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (Kitab Shalat Jumat, Bab: Bacaan dalam Shalat Jumat):

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ}

Artinya: "Dari An-Nu'man bin Basyir, bahwa Rasulullah ﷺ membaca pada dua shalat Id dan shalat Jumat: 'Sabbihisma Rabbikal A'la' dan 'Hal ataka haditsul ghasyiyah'."

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat adalah sunnah yang dianjurkan, berdasarkan hadits-hadits shahih.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang dianjurkannya membaca dua surat ini pada shalat Jumat, karena banyaknya riwayat yang shahih.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Asy-Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat adalah sunnah, dan jika seseorang membaca surat lain yang sah, itu pun diperbolehkan, tetapi yang paling utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits:

Hadits ini menjelaskan bahwa di antara kebiasaan Nabi ﷺ adalah membaca surat Al-A'la pada rakaat pertama shalat Jumat dan surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Ini adalah bacaan yang ringkas namun sarat makna, karena kedua surat ini mengandung:

  • Al-A'la: Pujian dan pensucian nama Allah, penjelasan tentang penciptaan, dan janji kemenangan bagi orang yang bertakwa.
  • Al-Ghasyiyah: Gambaran dahsyatnya hari kiamat, balasan bagi penghuni surga dan neraka, serta bukti kekuasaan Allah.

2. Hikmah Pemilihan Dua Surat Ini:

Para ulama menyebutkan beberapa hikmah mengapa Nabi ﷺ memilih dua surat ini untuk shalat Jumat:

  • Sesuai dengan tema Jumat: Jumat adalah hari raya mingguan umat Islam. Surat Al-A'la mengandung pujian kepada Allah dan janji-Nya, sementara Al-Ghasyiyah mengingatkan tentang hari akhir. Keduanya sangat cocok untuk membangun kesadaran iman dan takwa pada hari yang agung ini.
  • Ringkas namun padat: Kedua surat ini tidak terlalu panjang, sehingga memudahkan makmum yang mungkin memiliki keperluan atau kondisi tertentu.
  • Mengandung peringatan dan kabar gembira: Al-Ghasyiyah berisi peringatan keras tentang neraka, sementara Al-A'la berisi kabar gembira tentang surga. Ini seimbang antara targhib (motivasi) dan tarhib (peringatan).

3. Pendapat Ulama tentang Hukumnya:

  • Jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa membaca dua surat ini adalah sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban.
  • Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya berpendapat bahwa tidak ada surat khusus yang diwajibkan, dan membaca surat apa pun yang sah adalah diperbolehkan. Namun, mereka tetap mengakui bahwa mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam membaca dua surat ini adalah lebih utama.
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat adalah sunnah yang tetap, dan tidak ada larangan untuk membaca surat lain jika ada kebutuhan.

4. Penerapan Praktis:

  • Bagi imam shalat Jumat, dianjurkan untuk membaca surat Al-A'la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua, sebagaimana contoh Nabi ﷺ.
  • Jika imam membaca surat lain seperti Al-Jumu'ah atau Al-Munafiqun, itu pun diperbolehkan, karena ada riwayat lain yang menunjukkan Nabi ﷺ juga membaca surat-surat tersebut pada shalat Jumat.
  • Bagi makmum, tidak ada tuntutan khusus untuk membaca surat tertentu, karena bacaan imam sudah mencukupi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat muda yang dikenal cerdas, pernah menyaksikan langsung bagaimana Rasulullah ﷺ mengimami shalat Jumat. Beliau berkata:

"Aku menyaksikan Rasulullah ﷺ membaca pada shalat Jumat: 'Sabbihisma Rabbikal A'la' dan 'Hal ataka haditsul ghasyiyah'."

Kemudian An-Nu'man berkata: "Apabila hari raya ('Id) dan hari Jumat berkumpul pada satu hari, maka Nabi ﷺ membaca kedua surat ini pada kedua shalat tersebut." (HR. Muslim)

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Nabi ﷺ sangat konsisten dalam membiasakan bacaan yang ringkas namun bermakna dalam ibadah-ibadah yang dihadiri banyak orang. Ini mengajarkan kita untuk tidak mempersulit diri dan orang lain dalam ibadah, tetapi tetap menjaga kualitas bacaan dan kekhusyukan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi imam shalat Jumat: Dianjurkan membaca surat Al-A'la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua, sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  2. Boleh membaca surat lain: Jika ada kebutuhan atau kondisi tertentu, membaca surat lain yang sah adalah diperbolehkan, karena tidak ada dalil yang mewajibkan surat tertentu.
  3. Jangan mempersulit: Bacaan yang ringkas namun khusyuk lebih baik daripada bacaan panjang tetapi terburu-buru.
  4. Amalkan dengan ikhlas: Niatkan membaca surat-surat ini sebagai bentuk ibadah dan mengikuti jejak Nabi ﷺ, bukan sekadar rutinitas.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.