Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang keutamaan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa di tengah terjadinya fitnah (kekacauan) yang besar, Utsman akan tetap berada di atas petunjuk dan kebenaran. Ini adalah pujian dan penghormatan tinggi dari Nabi ﷺ kepada Utsman, sekaligus pelajaran bagi kita bahwa seorang mukmin harus tetap teguh di atas kebenaran meskipun banyak cobaan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pendahuluan (Muqaddimah), Bab Keutamaan Utsman bin Affan, no. 111. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya.
Teks hadits dalam bahasa Arab (sebagaimana yang Anda sertakan):
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فِتْنَةً فَقَرَّبَهَا فَمَرَّ رَجُلٌ مُقَنَّعٌ رَأْسُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " هَذَا يَوْمَئِذٍ عَلَى الْهُدَى " . فَوَثَبْتُ فَأَخَذْتُ بِضَبْعَىْ عُثْمَانَ ثُمَّ اسْتَقْبَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فَقُلْتُ هَذَا قَالَ " هَذَا " .
Makna ringkas: Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu bercerita bahwa Nabi ﷺ menyebutkan akan terjadi fitnah yang sudah dekat. Saat itu lewatlah seorang laki-laki yang menutup kepalanya. Nabi ﷺ bersabda, "Orang ini pada hari itu berada di atas petunjuk." Ka'b berkata, "Aku segera berdiri dan memegang lengan Utsman, lalu aku menghadap Nabi ﷺ dan bertanya, 'Orang ini?' Beliau menjawab, 'Orang ini.'"
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, no. 3704, dan beliau berkata: "Hadits ini hasan shahih." Imam Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 111.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Keutamaan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.
Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah Sunan At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil keutamaan Utsman yang sangat jelas. Nabi ﷺ secara langsung menyebut bahwa Utsman akan tetap berada di atas petunjuk pada hari terjadinya fitnah. Ini menunjukkan bahwa Utsman adalah seorang yang teguh dan istiqamah di atas kebenaran, bahkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Minhajus Sunnah menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang keutamaan Utsman ini menunjukkan kedudukan beliau yang tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya. Utsman adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, dan hadits ini semakin menegaskan kemuliaannya.
Kedua: Makna "fitnah" dalam hadits ini.
Para ulama menjelaskan bahwa fitnah yang dimaksud adalah kekacauan dan pembunuhan yang terjadi di akhir kekhalifahan Utsman. Imam Ibnul Atsir dalam An-Nihayah menjelaskan bahwa fitnah di sini adalah ujian dan cobaan yang menimpa umat, berupa perselisihan dan peperangan. Nabi ﷺ mengabarkan hal ini sebagai mukjizat beliau, karena peristiwa itu benar-benar terjadi setelah beliau wafat.
Ketiga: Posisi Utsman dalam fitnah tersebut.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Bahjatul Qulubil Abrar menjelaskan bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu tidak ikut serta dalam kekacauan tersebut. Beliau justru menjadi korban kezaliman, namun tetap teguh di atas kebenaran. Beliau tidak melawan dengan kekerasan agar tidak terjadi pertumpahan darah yang lebih besar di kalangan umat Islam. Ini adalah sikap yang sangat mulia dan menunjukkan kebijaksanaan beliau.
Keempat: Pelajaran tentang keteguhan di atas kebenaran.
Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa seorang mukmin harus tetap teguh di atas petunjuk Allah meskipun menghadapi berbagai cobaan. Fitnah tidak boleh membuat seorang mukmin meninggalkan kebenaran. Justru di tengah fitnah, keimanan seseorang diuji dan orang yang benar-benar beriman akan tetap istiqamah.
Kelima: Sikap Ka'b bin 'Ujrah.
Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang sangat perhatian. Ketika mendengar sabda Nabi ﷺ, beliau segera mencari tahu siapa orang yang dimaksud. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam memahami dan mengamalkan sabda Nabi ﷺ. Mereka tidak tinggal diam, tetapi berusaha memahami dan mengambil pelajaran.
Story Telling
Ada kisah yang sangat menyentuh tentang keteguhan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu di tengah fitnah. Ketika para pemberontak mengepung rumah beliau, para sahabat menawarkan bantuan untuk melawan mereka. Namun Utsman menolak dengan tegas. Beliau berkata, "Aku tidak akan menumpahkan darah seorang pun dari umat Muhammad ﷺ untuk diriku sendiri."
Beliau lebih memilih bersabar dan tidak melawan, demi menjaga persatuan umat dan menghindari pertumpahan darah yang lebih besar. Bahkan di hari-hari terakhirnya, beliau tetap berpuasa dan bermalam dengan membaca Al-Qur'an. Ketika para pemberontak masuk ke rumahnya, beliau sedang membaca Al-Qur'an dan darahnya jatuh membasahi mushaf pada ayat:
فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Maka Allah akan mencukupkan engkau dari mereka. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]: 137)
Ini menunjukkan bahwa Utsman benar-benar berada di atas petunjuk, sebagaimana yang disabdakan Nabi ﷺ dalam hadits ini. Beliau tetap istiqamah sampai akhir hayatnya, tidak goyah sedikit pun oleh fitnah yang menimpanya.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini keutamaan Utsman bin Affan sebagai salah satu sahabat yang dijamin masuk surga dan yang akan tetap di atas petunjuk di tengah fitnah.
- Menjaga lisan dan sikap ketika terjadi perselisihan di kalangan umat, agar tidak ikut menyebarkan kebencian atau memihak tanpa ilmu.
- Tetap istiqamah di atas kebenaran meskipun menghadapi cobaan dan ujian, sebagaimana keteguhan Utsman.
- Meneladani semangat sahabat dalam memahami sabda Nabi ﷺ dan mengambil pelajaran darinya.
- Menghindari sikap ghuluw (berlebihan) dalam mencintai atau membenci sahabat, karena mereka semua adalah orang-orang pilihan Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.