Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang keutamaan umat Islam dan hari Jum'at. Allah ﷻ memberikan petunjuk kepada umat Nabi Muhammad ﷺ untuk memuliakan hari Jum'at, sementara umat-umat sebelumnya (Yahudi dan Nasrani) justru tersesat dari keutamaan hari tersebut. Meskipun umat Islam adalah umat yang paling akhir datangnya di dunia, mereka akan menjadi umat yang pertama dihisab (diadili) pada hari kiamat, dan hari Jum'at adalah hari yang agung yang menjadi saksi keutamaan mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 856) dari jalur Abu Hurairah dan Hudzaifah radhiyallahu 'anhuma.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hari Jum'at adalah hari yang Allah ﷻ istimewakan untuk umat ini. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa Allah ﷻ menyesatkan Ahli Kitab dari keutamaan hari Jum'at, lalu memberikan petunjuk kepada umat Muhammad ﷺ untuk memuliakannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Makna "أَضَلَّ اللَّهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا" (Allah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum'at)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "menyesatkan" di sini bukan berarti Allah menyesatkan mereka dari agama, tetapi maknanya adalah Allah ﷻ tidak memberikan petunjuk kepada mereka untuk memuliakan hari Jum'at. Mereka tidak diberi taufik untuk mengetahui keutamaan hari tersebut. Ini adalah bentuk keistimewaan yang Allah berikan khusus untuk umat Nabi Muhammad ﷺ.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa hari Jum'at adalah hari raya mingguan umat Islam. Allah ﷻ memuliakan umat ini dengan hari yang agung ini, sebagaimana Dia memuliakan mereka dengan kiblat, dan berbagai keistimewaan lainnya.
2. Hari Sabtu untuk Yahudi dan Ahad untuk Nasrani
Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya, dan beliau termasuk ulama yang diakui) menjelaskan bahwa Allah ﷻ memilihkan untuk umat ini hari Jum'at, untuk Yahudi hari Sabtu, dan untuk Nasrani hari Ahad. Ini adalah ketetapan Allah ﷻ yang penuh hikmah. Hari Sabtu dipilih untuk Yahudi karena pada hari itu Allah ﷻ selesai menciptakan langit dan bumi, dan hari Ahad untuk Nasrani karena pada hari itu penciptaan dimulai.
3. "نَحْنُ الآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا، وَالأَوَّلُونَ الْمَقْضِيُّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ" (Kita adalah yang terakhir dari umat manusia di dunia, tetapi yang pertama diadili di antara semua makhluk)
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah umat Islam adalah umat yang paling akhir diutus nabinya, tetapi pada hari kiamat mereka adalah umat yang pertama dihisab dan pertama kali masuk surga. Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi umat Muhammad ﷺ.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa keutamaan ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ menyukai umat ini dan memuliakan mereka dengan kedudukan yang tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
4. Hikmah di Balik Keutamaan Ini
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa hari Jum'at adalah hari yang paling utama di antara hari-hari lainnya. Di dalamnya terdapat shalat Jum'at yang merupakan kewajiban bagi kaum muslimin, dan di dalamnya juga terdapat satu waktu mustajab untuk berdoa.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya:
"Kita adalah umat yang terakhir, tetapi kita akan menjadi yang pertama pada hari kiamat. Mereka (umat-umat terdahulu) diberikan kitab sebelum kita, dan kita diberikan kitab setelah mereka. Kemudian hari ini (Jum'at) adalah hari yang Allah ﷻ wajibkan atas kita dan Allah ﷻ memberikan petunjuk kepada kita untuk memuliakannya, sementara manusia lainnya sibuk setelah kita. Orang Yahudi besok (Sabtu) dan orang Nasrani lusa (Ahad)." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Para sahabat sangat bergembira mendengar kabar ini. Mereka merasakan kebanggaan menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad ﷺ yang dipilih Allah ﷻ untuk menerima kemuliaan hari Jum'at.
Kesimpulan Praktis
- Bersyukurlah karena Allah ﷻ telah memilih kita menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad ﷺ yang dimuliakan dengan hari Jum'at.
- Muliakanlah hari Jum'at dengan memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan bersegera menuju masjid untuk shalat Jum'at.
- Jangan sia-siakan keutamaan ini dengan bermalas-malasan atau meninggalkan shalat Jum'at tanpa udzur syar'i.
- Yakinlah bahwa meskipun kita umat terakhir di dunia, kita akan menjadi umat pertama yang dihisab dan masuk surga, jika kita beriman dan beramal shalih.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.