Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 10 tentang Sekelompok umat selalu menang dalam kebenaran hingga kiamat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa akan selalu ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh pada kebenaran dan mendapatkan pertolongan Allah. Mereka tidak akan dirugikan oleh orang-orang yang menyelisihi mereka, dan keadaan ini berlangsung terus hingga datangnya perintah Allah (hari kiamat atau saat-saat akhir zaman). Ini menunjukkan bahwa kebenaran tidak akan pernah punah, dan Allah senantiasa menjaga para pembawanya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pendahuluan, Bab Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ, nomor 10, dari sahabat Tsauban radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ، عَنْ ثَوْبَانَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ قَالَ " لاَ يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ مَنْصُورِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ "

Maknanya: "Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang berpegang pada kebenaran dan mendapat pertolongan. Orang-orang yang menyelisihi mereka tidak akan dapat membahayakan mereka, hingga datangnya perintah Allah 'Azza wa Jalla."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur sahabat Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan lainnya. Imam al-Bukhari meriwayatkannya dalam Shahih-nya (no. 3641) dari Mu'awiyah, dan Imam Muslim meriwayatkannya (no. 1920) dari Tsauban, Jabir, dan lainnya.

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (13/293) membahas panjang lebar tentang siapa kelompok yang dimaksud dalam hadits ini, dan beliau menyebutkan banyak pendapat ulama. Imam an-Nawawi juga menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim (13/67) bahwa kelompok ini tetap ada dan tidak akan punah hingga hari kiamat.

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat tentang siapa "thaa'ifah" (sekelompok) yang dimaksud dalam hadits ini. Namun, inti dari hadits ini adalah jaminan Allah bahwa kebenaran akan selalu dijaga.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (13/293-294) mengumpulkan sekitar 10 pendapat tentang siapa kelompok ini, di antaranya:

  1. Ahlul Hadits (para ulama hadits) - Ini adalah pendapat yang masyhur, bahkan Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam al-Bukhari berpendapat demikian. Mereka adalah orang-orang yang menjaga sunnah Nabi ﷺ dari pemalsuan dan penyelewengan.
  2. Para ulama dan ahli ilmu - Mereka yang mengajarkan dan mengamalkan ilmu syar'i.
  3. Mujahidin (pejuang di jalan Allah) - Mereka yang berperang membela kebenaran.
  4. Ahlus Syam (penduduk Syam) - Sebagian ulama mengkhususkannya pada penduduk Syam karena ada riwayat lain yang menyebutkan hal itu.

Imam Ibnu Hajar kemudian menyimpulkan bahwa pendapat yang paling kuat adalah bahwa kelompok ini adalah gabungan dari berbagai kelompok yang semuanya memiliki ciri berpegang pada kebenaran, baik itu ulama hadits, pejuang, atau lainnya. Yang penting, mereka adalah orang-orang yang istiqamah di atas kebenaran.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (13/67) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan adanya jaminan dari Allah bahwa akan selalu ada sekelompok umat ini yang berpegang pada kebenaran hingga hari kiamat. Ini adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa kebenaran tidak akan pernah hilang.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa (28/530) menjelaskan bahwa kelompok yang selamat (al-firqah an-najiyah) dan kelompok yang mendapat pertolongan (ath-tha'ifah al-manshurah) adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yaitu mereka yang berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat. Beliau menegaskan bahwa ciri mereka adalah berpegang pada kebenaran meskipun banyak yang menyelisihi.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah al-Arba'in an-Nawawiyah (hal. 45) menjelaskan bahwa hadits ini memberikan kabar gembira bahwa akan selalu ada orang-orang yang berpegang pada kebenaran. Beliau menekankan bahwa kita harus berusaha menjadi bagian dari kelompok ini dengan cara mempelajari kebenaran, mengamalkannya, dan bersabar dalam menghadapi rintangan.

Pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Kebenaran pasti dijaga Allah - Meskipun banyak yang menyelisihi, Allah akan selalu menjaga sekelompok orang yang berpegang pada kebenaran.
  2. Pertolongan Allah pasti datang - Kelompok ini digambarkan sebagai "manshurin" (mendapat pertolongan), menunjukkan bahwa Allah akan menolong mereka.
  3. Tidak perlu takut pada penentang - Orang-orang yang menyelisihi tidak akan mampu membahayakan mereka secara hakiki.
  4. Berlangsung hingga akhir zaman - Keadaan ini berlangsung terus hingga datangnya perintah Allah, yaitu hari kiamat atau saat ditiupnya angin yang mencabut nyawa orang-orang beriman.

Story Telling

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 3641) dari sahabat Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ"

"Tidak henti-hentinya sekelompok dari umatku yang menegakkan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang yang menyelisihi mereka hingga datang perintah Allah."

Mu'awiyah kemudian berkata: "Mereka itu adalah ahlus Syam." Beliau berkata demikian karena ketika itu, pusat kekuatan Islam memang berada di Syam.

Namun, Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pendapat Mu'awiyah ini adalah ijtihad beliau berdasarkan kondisi saat itu, bukan pembatasan mutlak. Karena dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menyebutkan bahwa kelompok ini berada di Syam, namun juga ada riwayat yang menyebutkan di Madinah, dan riwayat lain yang menyebutkan di Baitul Maqdis. Ini menunjukkan bahwa kelompok ini bisa berpindah-pindah tempat sesuai kehendak Allah.

Hikmah: Kita tidak boleh berputus asa dari pertolongan Allah. Meskipun kebatilan tampak kuat dan banyak pengikutnya, Allah senantiasa menjaga kebenaran dan para pembawanya. Tugas kita adalah berusaha menjadi bagian dari kelompok ini dengan mempelajari kebenaran, mengamalkannya, dan mengajarkannya dengan ikhlas.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kebenaran akan selalu dijaga Allah - Jangan pernah berputus asa meskipun kebatilan tampak dominan.
  2. Berusahalah menjadi bagian dari kelompok yang berpegang pada kebenaran - Caranya dengan mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah.
  3. Jangan takut pada penentang kebenaran - Karena Allah telah menjamin bahwa mereka tidak akan mampu membahayakan para pembawa kebenaran.
  4. Tetap istiqamah meskipun sendirian - Kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut, tetapi dari kesesuaian dengan dalil.
  5. Perbanyak doa meminta keteguhan hati - Karena istiqamah di atas kebenaran adalah karunia terbesar dari Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.