Bab Siapa yang Tidak Menyebutkan Angkat Tangan Saat Ruku

HR. Abu Dawud no. 749Dha'if · Al-Albani

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ، وَخَالِدُ بْنُ عَمْرٍو، وَأَبُو حُذَيْفَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، بِإِسْنَادِهِ بِهَذَا قَالَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ فِي أَوَّلِ مَرَّةٍ وَقَالَ بَعْضُهُمْ مَرَّةً وَاحِدَةً .

Cara baca (latin)

haddatsana alhasanu ibnu aliyyin, haddatsana muawiyahu, wakhalidu ibnu amrinw, waabu hudzayfaha qalu haddatsana sufyanu, biisnadihi bihadza qala farafaa yadayhi fi awwali marrahin waqala badhuhum marrahan wahidahan.

Hadits ini juga telah diriwayatkan oleh Sufyan melalui sanad yang berbeda. Versi ini menyebutkan: Dia mengangkat tangannya sekali di awal. Beberapa meriwayatkan: (mengangkat tangannya) hanya sekali.

Belajar nahwu 5 kata Ketuk kata Arab untuk melihat arti dan kedudukannya.

Dia mengangkat tangannya sekali di awal.

1/5

فَرَفَعَ

maka dia mengangkat

Fi'il kata kerja

Fi'il madhi (kata kerja lampau) yang menunjukkan perbuatan mengangkat. Subjeknya adalah orang yang dimaksud dalam hadits, yaitu Rasulullah ﷺ. Huruf 'athaf (فَ) di awal kata berarti 'maka' atau 'lalu', menghubungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya.

Analisis dibantu AI.