Penjelasan Hadits Bukhari No. 926 tentang Anjuran memulai khutbah dengan amma ba'du

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ dalam khutbahnya memulai setelah pujian dan syahadat dengan kalimat "أَمَّا بَعْدُ" (amma ba'du), yang artinya "adapun setelah itu". Kalimat ini adalah pembuka yang digunakan Nabi ﷺ untuk memisahkan antara pujian kepada Allah dan isi nasihat. Para ulama menjelaskan bahwa "amma ba'du" adalah kalimat yang disunnahkan dalam khutbah, surat, dan pembicaraan resmi untuk menandai masuknya topik utama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jum'at, Bab Siapa yang Mengatakan dalam Khutbah Setelah Memuji Allah, dari sahabat Al-Miswar bin Makhramah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ، عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ، قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَسَمِعْتُهُ حِينَ تَشَهَّدَ يَقُولُ "أَمَّا بَعْدُ". تَابَعَهُ الزُّبَيْدِيُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ.

Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhri, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Ali bin Husain, dari Al-Miswar bin Makhramah, ia berkata: Rasulullah ﷺ berdiri (berkhutbah), lalu aku mendengarnya ketika beliau telah membaca tasyahud mengucapkan: 'Amma ba'du.' Az-Zubaidi mengikuti (meriwayatkan) dari Az-Zuhri."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab berbicara dan khutbah:

QS. Al-Ahzab [33]: 70

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan kaum mukminin untuk bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan perkataan yang lurus, benar, dan tidak berlebihan. Ini mencakup adab dalam khutbah dan nasihat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan salah satu sunnah Nabi ﷺ dalam berkhutbah, yaitu mengucapkan "amma ba'du" setelah memuji Allah dan membaca tasyahud. Kalimat "amma ba'du" (أَمَّا بَعْدُ) secara bahasa berarti "adapun setelah itu" atau "selanjutnya". Fungsinya adalah sebagai pemisah antara pembuka (pujian dan syahadat) dengan isi khutbah atau pembicaraan utama.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kalimat "amma ba'du" adalah kalimat yang disunnahkan dalam khutbah, surat, dan pembicaraan yang bersifat resmi. Beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sering menggunakannya, dan para sahabat serta salaf juga menggunakannya dalam surat-surat mereka.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkan "amma ba'du" setelah tasyahud dalam khutbah. Ini menjadi dalil disunnahkannya memulai khutbah dengan pujian kepada Allah, syahadat, lalu "amma ba'du". Beliau juga menyebutkan bahwa Al-Miswar bin Makhramah adalah salah satu sahabat yang meriwayatkan hadits ini, dan Az-Zuhri adalah salah satu perawi yang meriwayatkan dari Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin), yang merupakan tabi'in yang terpercaya.

Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang "Siapa yang Mengatakan dalam Khutbah Setelah Memuji Allah", yang menunjukkan bahwa beliau ingin menegaskan bahwa kalimat "amma ba'du" diucapkan setelah pujian dan tasyahud, bukan sebelumnya.

Adapun mengenai hukum mengucapkan "amma ba'du" dalam khutbah, para ulama dari daftar yang disebutkan sepakat bahwa itu adalah sunnah, bukan wajib. Jika seseorang meninggalkannya, khutbahnya tetap sah, tetapi ia kehilangan keutamaan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa "amma ba'du" adalah kalimat yang digunakan untuk memisahkan antara pembuka dan isi. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam khutbah Jumat, khatib hendaknya mengucapkan "amma ba'du" setelah memuji Allah dan membaca syahadat, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Al-Miswar bin Makhramah radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat Nabi ﷺ, pernah menghadiri khutbah Nabi ﷺ. Ia mendengar dengan penuh perhatian ketika Nabi ﷺ berdiri dan menyampaikan khutbah. Setelah Nabi ﷺ memuji Allah dan membaca tasyahud, beliau mengucapkan "amma ba'du". Al-Miswar kemudian meriwayatkan apa yang didengarnya kepada generasi setelahnya, sehingga hadits ini sampai kepada kita melalui jalur Az-Zuhri, Ali bin Husain, dan akhirnya Imam Al-Bukhari.

Hikmah dari kisah ini adalah pentingnya mendengarkan khutbah dengan seksama dan menyampaikan ilmu kepada orang lain. Al-Miswar tidak hanya mendengar, tetapi juga meriwayatkan apa yang didengarnya, sehingga umat Islam setelahnya dapat mengamalkan sunnah ini. Ini juga menunjukkan betapa para sahabat sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, bahkan sampai kalimat pembuka dalam khutbah.

Kesimpulan Praktis

  1. Disunnahkan bagi khatib untuk mengucapkan "amma ba'du" setelah memuji Allah dan membaca tasyahud dalam khutbah.
  2. Kalimat "amma ba'du" berfungsi sebagai pemisah antara pembuka dan isi khutbah.
  3. Hendaknya kita mendengarkan khutbah dengan seksama dan berusaha mengamalkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ dalam ibadah.
  4. Bagi yang menyampaikan nasihat atau pembicaraan resmi, dianjurkan memulai dengan pujian kepada Allah, syahadat, lalu "amma ba'du".
  5. Mengucapkan "amma ba'du" adalah sunnah, bukan wajib, sehingga tidak boleh mencela orang yang meninggalkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?