Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 885 tentang Anjuran mandi dan memakai minyak wangi di hari Jumat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memerintahkan mandi pada hari Jumat. Namun ketika Tawus bertanya kepada Ibnu Abbas tentang apakah Nabi ﷺ juga memerintahkan memakai parfum atau minyak rambut bagi yang memiliki di rumahnya, Ibnu Abbas menjawab bahwa ia tidak mengetahui hal itu. Artinya, perintah mandi Jumat itu jelas, sedangkan perintah parfum/minyak tidak beliau ketahui sebagai perintah khusus dalam konteks ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Jumat, Bab Minyak untuk Jumat, nomor 885, dari jalur Thawus bin Kaisan (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan) dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan hari Jumat dan perintah mengingat Allah:

QS. Al-Jumu'ah [62]: 9

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Ayat ini menjadi dasar keutamaan hari Jumat dan anjuran bersiap menyambutnya, termasuk bersuci. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan bersegera menuju shalat Jumat dan meninggalkan kesibukan dunia, dan para ulama menyebutkan bahwa bersuci serta berhias diri termasuk bagian dari menyambut hari Jumat.

Hadits-hadits lain yang relevan tentang mandi Jumat antara lain disebutkan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, bahwa Nabi ﷺ memerintahkan mandi pada hari Jumat. Di antaranya hadits dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa mandi Jumat itu wajib bagi setiap orang yang telah balig.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menyoroti satu adab penting dalam menyambut hari Jumat, yaitu mandi. Perintah mandi Jumat disebutkan oleh Nabi ﷺ, dan hal ini dipahami oleh para ulama sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan sebagian ulama menyebutnya wajib bagi yang mampu.

Thawus bin Kaysan — seorang Tabi'in yang dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan dan berpegang pada sunnah — mendengar pernyataan Nabi ﷺ tentang mandi Jumat. Lalu ia bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma: apakah Nabi ﷺ juga menyebutkan parfum atau minyak rambut jika seseorang memilikinya di rumah? Ibnu Abbas menjawab: "Aku tidak mengetahuinya."

Jawaban Ibnu Abbas ini menunjukkan kejujuran ilmiah yang tinggi. Beliau tidak menambah-nambahi apa yang tidak beliau ketahui dari Nabi ﷺ. Ini adalah pelajaran adab bagi kita: jika tidak tahu, katakan tidak tahu, dan jangan mengarang dalam urusan agama.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa perintah mandi Jumat bersifat jelas, sedangkan penyebutan parfum dan minyak tidak disebutkan secara tegas dalam riwayat ini. Namun beliau juga menyebutkan bahwa ada riwayat-riwayat lain yang menganjurkan berhias dan memakai wangi-wangian pada hari Jumat, sehingga hal itu tetap disunnahkan berdasarkan dalil lain, bukan berdasarkan riwayat ini secara khusus.

Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama menganjurkan mandi, memotong kuku, memakai parfum, dan bersiwak pada hari Jumat. Jadi meskipun Ibnu Abbas tidak mengetahui perintah khusus parfum dalam konteks ini, secara umum berhias untuk Jumat tetap dianjurkan berdasarkan hadits-hadits lain.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa di antara sunnah-sunnah Jumat adalah mandi, memakai pakaian terbaik, memakai parfum, dan bersegera ke masjid. Beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menganjurkan umatnya untuk berhias pada hari Jumat karena hari itu adalah hari berkumpulnya kaum muslimin.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

  • Sebagian memahami bahwa parfum dan minyak termasuk sunnah Jumat yang dianjurkan secara umum.
  • Sebagian lain, seperti yang tampak dari jawaban Ibnu Abbas, tidak mengetahui adanya perintah khusus dalam konteks riwayat ini.

Kesimpulan yang paling kuat: mandi Jumat adalah sunnah yang jelas dan dianjurkan. Adapun parfum dan minyak, meskipun tidak disebutkan dalam riwayat ini secara khusus, tetap dianjurkan berdasarkan hadits-hadits lain yang shahih tentang berhias pada hari Jumat.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Thawus bin Kaysan adalah seorang Tabi'in yang sangat mencintai ilmu dan sunnah. Beliau dikenal sering bertanya kepada para sahabat Nabi ﷺ untuk memastikan pemahaman yang benar. Suatu ketika beliau mendengar tentang perintah mandi Jumat, lalu beliau ingin mengetahui apakah ada perintah tambahan tentang parfum atau minyak. Beliau pun bertanya kepada Ibnu Abbas, seorang sahabat yang sangat alim dan dikenal sebagai "Turjumanul Qur'an" (juru tafsir Al-Qur'an).

Ibnu Abbas menjawab dengan jujur: "Aku tidak mengetahuinya." Jawaban ini bukan berarti parfum itu terlarang atau tidak dianjurkan, tetapi menunjukkan bahwa dalam riwayat ini tidak disebutkan secara khusus. Sikap Ibnu Abbas ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang alim sejati tidak akan berbicara tentang agama tanpa ilmu. Beliau menahan diri dari mengatakan sesuatu yang tidak beliau ketahui dari Nabi ﷺ.

Hikmahnya: kejujuran dalam ilmu adalah bagian dari agama. Dan berhias untuk Jumat tetap dianjurkan berdasarkan dalil-dalil lain yang shahih.

Kesimpulan Praktis

  1. Mandi pada hari Jumat adalah sunnah yang jelas dan sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang balig.
  2. Memakai parfum dan minyak rambut pada hari Jumat dianjurkan berdasarkan hadits-hadits lain, meskipun dalam riwayat ini Ibnu Abbas tidak mengetahui perintah khususnya.
  3. Bersikap jujur dalam ilmu: jika tidak tahu, katakan tidak tahu, sebagaimana dicontohkan Ibnu Abbas.
  4. Bersiap menyambut Jumat dengan bersuci, berhias, dan bersegera ke masjid adalah bagian dari mengagungkan syiar Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi