Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 842 tentang Takbir tanda selesainya shalat Nabi ﷺ

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa setelah shalat fardhu, Nabi ﷺ biasa mengucapkan takbir ("Allahu Akbar") dengan suara yang terdengar oleh para sahabat. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menjadikan takbir itu sebagai tanda bahwa shalat telah selesai. Ini merupakan dalil disyariatkannya berdzikir dengan suara yang tidak terlalu pelan setelah shalat, khususnya takbir.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

Shahih al-Bukhari, Kitab al-Adzan, Bab "Adz-Dzikr Ba'da ash-Shalah", no. 842, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. An-Nisa' [4]: 103

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَـٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ

"Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah (berdzikirlah) sambil berdiri, duduk, dan berbaring."

Ayat ini menjadi dasar umum untuk berdzikir setelah shalat. Hadits di atas menjelaskan bahwa salah satu bentuk dzikir itu adalah takbir.

Penjelasan Ulama:

  • Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari (kitab syarah Shahih al-Bukhari) menegaskan bahwa yang dimaksud "takbir" dalam hadits ini adalah ucapan "Allahu Akbar". Beliau juga menyebutkan bahwa riwayat lain dari Abu Ma'bad (perawi dari Ibnu Abbas) menjelaskan bahwa takbir itu dikeraskan sehingga orang lain bisa mendengar. Lihat Fath al-Bari, 2/330.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mengeraskan suara dalam berdzikir setelah shalat, selama tidak mengganggu orang lain dan tidak dilakukan secara berlebihan.
  • Imam Ahmad bin Hanbal – sebagaimana diriwayatkan oleh al-Khallal dalam al-Jami' – menganjurkan untuk mengucapkan takbir setelah shalat dengan suara yang terdengar, berdasarkan hadits ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam bab khusus tentang dzikir setelah shalat, menunjukkan bahwa takbir adalah salah satu bentuk dzikir yang utama. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma – seorang sahabat yang sangat alim – mengatakan: "Aku biasa mengenali selesainya shalat Nabi ﷺ dengan mendengar takbir." Artinya, setelah salam, Nabi ﷺ langsung mengucapkan "Allahu Akbar" dengan suara yang cukup keras sehingga para sahabat yang berada di masjid bisa mendengarnya dan mengetahui bahwa shalat telah usai.

Para ulama dari kalangan salaf berbeda pendapat mengenai apakah takbir ini dibaca dengan suara keras atau pelan. Namun, mayoritas – seperti Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan Imam Abu Hanifah (dalam salah satu riwayat) – berpendapat bahwa mengeraskan suara takbir setelah shalat fardhu adalah sunnah, berdasarkan hadits ini dan amalan para sahabat. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari (syarah Bukhari) juga menegaskan bahwa amalan ini terus dilakukan oleh kaum muslimin sejak zaman sahabat hingga masanya.

Catatan: Meskipun takbir dikeraskan, bukan berarti harus berteriak atau mengganggu mushalin lain. Yang dimaksud adalah suara yang wajar dan terdengar oleh orang di sekitarnya. Ini berbeda dengan dzikir-dzikir lain seperti tasbih, tahmid, dan tahlil yang lebih dianjurkan dibaca dalam hati atau dengan suara pelan.

Story Telling

Kisah Ibnu Abbas dan Perhatiannya terhadap Amalan Nabi ﷺ

Abdullah bin Abbas radhiyallah ‘anhuma adalah sepupu Nabi ﷺ yang sejak kecil sangat dekat dengan beliau. Beliau dikenal sebagai turjuman al-Qur’an (penafsir Al-Qur’an) karena kecerdasan dan kesungguhannya dalam menuntut ilmu. Suatu ketika, Ibnu Abbas bercerita, "Aku biasa mengenali selesainya shalat Nabi ﷺ dengan mendengar takbir." Ini menunjukkan betapa telitinya beliau mengamati setiap gerakan dan ucapan Nabi ﷺ, bahkan sesuatu yang tampak sederhana sekalipun. Dari sini kita belajar bahwa seorang muslim hendaknya memperhatikan petunjuk Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah, bukan hanya yang besar dan utama. (Sumber: Shahih al-Bukhari, no. 842)

Kesimpulan Praktis

Poin-poin yang bisa diamalkan:

  1. Ucapkan "Allahu Akbar" setelah salam dari shalat fardhu, dengan suara yang tidak terlalu pelan (bisa terdengar oleh orang di dekat Anda), sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
  2. Takbir ini adalah bagian dari dzikir setelah shalat. Jangan meninggalkannya karena ia termasuk sunnah yang dianjurkan.
  3. Jangan berlebihan dalam mengeraskan suara sehingga mengganggu jamaah lain yang masih shalat atau berdzikir. Yang penting adalah niat untuk mengikuti sunnah dan tidak riya'.
  4. Perhatikan seluruh dzikir setelah shalat, seperti tasbih (33x), tahmid (33x), takbir (33x), dan bacaan ayat Kursi, agar shalat kita sempurna.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.