Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 816 tentang Larangan mengumpulkan rambut dan pakaian saat sujud

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan perintah sujud di atas tujuh anggota badan (dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki) serta larangan menahan rambut atau pakaian saat sujud. Maknanya adalah kita harus sujud dengan anggota badan tersebut menyentuh tempat sujud secara langsung, tidak boleh menggulung rambut atau melipat pakaian agar tidak ikut sujud. Ini mengajarkan tawadhu' dan kesempurnaan ibadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Al-Qur'an:

QS. Al-Hajj [22]: 77

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung."

Hadits:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh (anggota badan) dan tidak boleh mengumpulkan rambut atau pakaian." (HR. Al-Bukhari no. 816, Muslim no. 490)

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (2/282) menjelaskan bahwa tujuh anggota badan itu adalah: dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4/209) menegaskan bahwa larangan "tidak boleh mengumpulkan rambut atau pakaian" berarti tidak boleh menggulung rambut atau melipat pakaian sehingga tidak ikut sujud, karena sujud harus dengan anggota badan yang terbuka dan tawadhu'.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Tawus bin Kaysan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Makna "sujud di atas tujuh" adalah sujud dengan meletakkan tujuh anggota badan ke tempat sujud. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa dahi yang dimaksud termasuk hidung berdasarkan hadits lain (HR. Muslim). Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa hidung disunnahkan ikut menyentuh tempat sujud.

Adapun larangan "mengumpulkan rambut atau pakaian" berarti:

  1. Tidak boleh menggulung rambut (misalnya rambut panjang diikat ke belakang) sehingga tidak ikut sujud. Imam an-Nawawi mengatakan bahwa ini menunjukkan kesempurnaan tawadhu', karena sujud adalah puncak kerendahan diri di hadapan Allah.
  2. Tidak boleh melipat pakaian (misalnya menggulung lengan baju atau mengangkat ujung kain) sehingga pakaian tidak ikut sujud. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (1/213) menjelaskan bahwa ini termasuk larangan menyempurnakan ibadah dengan cara yang tidak sesuai sunnah.

Pendapat ulama:

  • Imam Malik dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa anggota sujud yang wajib adalah tujuh, namun dahi dan hidung dianggap satu.
  • Imam asy-Syafi'i dan Imad Ahmad mewajibkan hidung ikut sujud berdasarkan hadits lain (HR. Muslim).
  • Ibnu Hajar menguatkan bahwa yang terpenting adalah semua anggota sujud menyentuh tempat sujud secara langsung, tanpa penghalang.

Hikmahnya: Sujud adalah ibadah fisik yang melambangkan ketundukan total. Dengan tidak menggulung rambut atau melipat pakaian, kita menunjukkan bahwa seluruh tubuh kita tunduk kepada Allah, bukan hanya anggota tertentu.

Story Telling

Diriwayatkan dari Mujahid bin Jabr (seorang tabi'in ahli tafsir) bahwa ia melihat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma ketika sujud, ia meletakkan dahinya di tanah hingga terlihat bekas tanah di keningnya. Mujahid berkata, "Aku melihat Ibnu Umar tidak pernah menggulung rambutnya saat shalat, dan ia selalu membiarkan pakaiannya menjuntai saat sujud." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf no. 2638)

Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat memahami hadits ini secara praktis. Mereka tidak sibuk dengan penampilan saat shalat, tetapi fokus pada kekhusyukan dan ketundukan.

Kesimpulan Praktis

  1. Sujud dengan tujuh anggota badan: dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki. Usahakan semuanya menyentuh tempat sujud.
  2. Jangan menggulung rambut saat sujud, biarkan rambut mengikuti gerakan sujud.
  3. Jangan melipat pakaian (misalnya menggulung lengan atau mengangkat ujung kain) saat sujud.
  4. Niatkan tawadhu' dalam setiap gerakan shalat, karena sujud adalah puncak kerendahan diri di hadapan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.