Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 815 tentang Sujud di tujuh anggota badan tanpa menahan rambut

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara sujud yang sempurna, yaitu dengan meletakkan tujuh anggota badan (kening beserta hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki) ke tempat sujud. Selain itu, hadits ini juga melarang kita menyibukkan diri dengan merapikan atau mengumpulkan pakaian dan rambut saat shalat, karena hal itu dapat mengurangi kekhusyukan dan bertentangan dengan perintah untuk tunduk sepenuhnya kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits di atas adalah riwayat dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dan para penyusun kitab Sunan.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

>

> "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung."

>

> (QS. Al-Hajj [22]: 77)

Ayat ini memerintahkan secara umum untuk melaksanakan shalat, termasuk di dalamnya sujud dengan tata cara yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Penjelasan Ulama tentang Hadits Ini:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil tentang anggota sujud dan larangan menyibukkan diri dengan hal-hal yang di luar esensi shalat.

  • Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fath al-Bari menjelaskan bahwa "tujuh tulang" yang dimaksud adalah: kening (yang mencakup hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki. Beliau menukil kesepakatan ulama bahwa sujud tidak sah jika salah satu dari anggota tubuh ini tidak menyentuh tempat sujud, kecuali ada udzur syar'i.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan "mengumpulkan pakaian dan rambut" maknanya adalah larangan menyibukkan diri dengan merapikan atau menahan pakaian dan rambut agar tidak berantakan saat sujud. Ini adalah bentuk larangan dari perbuatan yang dapat mengurangi kekhusyukan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung dua pelajaran besar:

Pertama: Kewajiban Sujud di Atas Tujuh Anggota Badan

Nabi ﷺ diperintahkan oleh Allah untuk sujud di atas tujuh anggota badan. Ini menunjukkan bahwa sujud yang benar dan sempurna harus meletakkan anggota-anggota tersebut ke tempat sujud. Para ulama menjelaskan bahwa tujuh anggota tersebut adalah:

  1. Kening yang mencakup hidung. Ini adalah anggota sujud yang paling utama. Jika seseorang hanya meletakkan hidungnya tanpa kening, atau sebaliknya, maka sujudnya dianggap kurang sempurna, bahkan sebagian ulama mensyaratkan kedua-duanya harus menyentuh tempat sujud.
  2. Dua telapak tangan (telapak kanan dan kiri).
  3. Dua lutut.
  4. Dua ujung kaki (bagian jari-jari kaki yang menempel ke lantai).

Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sujud adalah puncak ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya. Dengan meletakkan anggota tubuh yang paling mulia (kening) ke tempat yang rendah (lantai), seorang hamba menunjukkan kerendahan dirinya di hadapan Allah.

Kedua: Larangan Mengumpulkan Pakaian dan Rambut

Makna "لاَ يَكُفَّ ثَوْبَهُ وَلاَ شَعَرَهُ" adalah larangan bagi seseorang untuk sibuk mengumpulkan atau menahan pakaian dan rambutnya agar tidak berantakan atau tidak terkena debu saat sujud. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim harus fokus dan khusyuk dalam shalat, tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang bersifat duniawi atau urusan penampilan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa larangan ini juga mencakup larangan mengangkat rambut atau pakaian saat hendak sujud, karena hal itu bertentangan dengan makna ketundukan dan kekhusyukan. Seorang hamba yang sedang menghadap Allah seharusnya tidak sibuk dengan penampilannya, melainkan sibuk dengan mengagungkan Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau adalah seorang sahabat muda yang sangat cerdas dan dijuluki "Turjumanul Qur'an" (penerjemah Al-Qur'an). Suatu hari, beliau pernah menginap di rumah bibinya, Ummul Mukminin Maimunah radhiyallahu 'anha, untuk memperhatikan bagaimana Nabi ﷺ shalat malam.

Dalam riwayat tersebut, Ibnu Abbas bercerita bahwa beliau sengaja tidur di dekat tempat tidur Nabi ﷺ untuk mengamati gerakan shalat beliau. Ketika Nabi ﷺ bangun untuk shalat malam, Ibnu Abbas ikut berdiri di samping beliau. Dalam shalatnya, Nabi ﷺ bersungguh-sungguh dalam sujud dan rukuknya, dan beliau tidak pernah menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak perlu.

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat antusias untuk meniru setiap gerakan dan tata cara shalat Nabi ﷺ, termasuk dalam hal sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak menyibukkan diri dengan pakaian atau rambut. Ini adalah bentuk kecintaan mereka kepada sunnah dan keinginan mereka untuk beribadah dengan sempurna.

Kesimpulan Praktis

  1. Sempurnakan sujud dengan meletakkan tujuh anggota badan: kening beserta hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
  2. Jangan sibuk merapikan pakaian atau rambut saat shalat, karena hal itu dapat mengurangi kekhusyukan dan bertentangan dengan adab menghadap Allah.
  3. Fokuskan hati dan pikiran hanya kepada Allah saat shalat, karena shalat adalah tiang agama dan momen terbaik untuk berkomunikasi dengan Rabb kita.
  4. Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ dengan benar, karena shalat yang baik adalah shalat yang sesuai dengan contoh beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.