Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 812 tentang Sujud di atas tujuh anggota badan saat shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa dalam sujud, seorang muslim diperintahkan untuk meletakkan tujuh anggota badan ke lantai: dahi beserta hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Selain itu, dilarang mengangkat atau mengumpulkan rambut dan pakaian saat sujud agar sujud sempurna dan khusyuk.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Hajj [22]: 77

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."

Ayat ini menjadi perintah umum tentang sujud, dan hadits Nabi ﷺ menjelaskan tata cara pelaksanaannya secara rinci.

2. Hadits yang Dimaksud:

Hadits riwayat Imam Al-Bukhari no. 812, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ – وَالْيَدَيْنِ، وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ، وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ

Terjemahan: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang: dahi – dan beliau menunjuk ke hidungnya – kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung kaki, dan kami tidak boleh mengumpulkan pakaian dan rambut."

3. Penjelasan Ulama dari Daftar:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa tujuh anggota sujud ini adalah: dahi (termasuk hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki. Beliau menegaskan bahwa sujud tidak sah jika salah satu dari anggota ini tidak menyentuh tempat sujud tanpa uzur.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa isyarat Nabi ﷺ ke hidung menunjukkan bahwa hidung termasuk bagian dari dahi dalam sujud. Beliau juga menjelaskan makna "لا نكفت الثياب والشعر" yaitu larangan mengangkat atau mengumpulkan rambut dan pakaian agar tidak mengganggu sujud.
  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menegaskan bahwa sujud di atas tujuh anggota ini adalah wajib berdasarkan perintah Nabi ﷺ, dan jika seseorang sujud hanya dengan sebagian anggota tanpa udzur, maka sujudnya tidak sempurna.

Penjelasan Rinci

Makna Hadits:

Hadits ini adalah petunjuk praktis dari Nabi ﷺ tentang tata cara sujud yang benar. Ada dua poin utama:

  1. Tujuh Anggota Sujud:
  • Dahi dan hidung: Keduanya harus menyentuh tempat sujud. Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar sepakat bahwa hidung adalah bagian yang dianjurkan untuk ikut menyentuh lantai, meskipun yang wajib adalah dahi. Namun, jika seseorang sujud hanya dengan hidung tanpa dahi, maka tidak sah.
  • Kedua telapak tangan: Harus diletakkan di lantai dengan jari-jari rapat dan menghadap kiblat.
  • Kedua lutut: Harus menyentuh lantai.
  • Ujung jari kedua kaki: Yaitu bagian depan telapak kaki (jari-jari) yang ditekuk ke bawah hingga menyentuh lantai.
  1. Larangan Mengumpulkan Pakaian dan Rambut:
  • Makna "لا نكفت الثياب والشعر" adalah jangan mengangkat atau mengumpulkan rambut dan pakaian saat sujud. Misalnya, seseorang yang berambut panjang tidak boleh mengikat rambutnya ke belakang saat sujud, atau seseorang yang memakai gamis tidak boleh menyingkapnya ke atas agar tidak kotor. Ini agar sujud dilakukan dengan sempurna dan tidak ada penghalang antara anggota sujud dengan lantai.

Pendapat Ulama:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa sujud di atas tujuh anggota ini adalah wajib. Jika seseorang sengaja meninggalkan salah satunya tanpa uzur, maka sujudnya batal.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa yang wajib adalah dahi, sedangkan anggota lainnya adalah sunnah. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas) yang mewajibkan ketujuh anggota tersebut berdasarkan perintah Nabi ﷺ yang tegas.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa larangan mengumpulkan pakaian dan rambut juga mencakup larangan memakai penutup kepala yang menghalangi dahi menyentuh lantai, atau mengikat rambut sehingga tidak ikut sujud.

Hikmah:

Sujud dengan tujuh anggota ini mengajarkan kerendahan hati dan kepasrahan total kepada Allah. Seluruh anggota tubuh yang mulia (dahi, tangan, lutut, kaki) diletakkan ke tanah sebagai simbol penghambaan. Larangan mengumpulkan pakaian dan rambut juga mengajarkan bahwa sujud harus dilakukan dengan apa adanya, tanpa rekayasa atau kesombongan.

Story Telling

Diriwayatkan dari Tawus bin Kaysan (seorang tabi'in besar) bahwa ia pernah melihat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma sujud dengan sangat sempurna. Ibnu Abbas meletakkan hidungnya hingga menyentuh tanah, dan beliau tidak pernah mengangkat rambutnya saat sujud meskipun rambutnya panjang. Ketika ditanya, Ibnu Abbas menjawab, "Aku hanya mengikuti perintah Nabi ﷺ yang bersabda, 'Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang...'" (HR. Al-Bukhari).

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat dan tabi'in sangat berhati-hati dalam mengamalkan sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam detail kecil seperti posisi hidung dan rambut saat sujud.

Kesimpulan Praktis

  1. Pastikan sujud dengan tujuh anggota: Dahi (beserta hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki.
  2. Jangan mengangkat rambut atau pakaian saat sujud: Biarkan rambut dan pakaian apa adanya, jangan diikat atau disingkap.
  3. Sujudlah dengan khusyuk dan tenang: Jangan terburu-buru, rasakan kerendahan hati di hadapan Allah.
  4. Jika ada udzur (sakit atau luka): Boleh sujud dengan anggota yang masih bisa, karena Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.