Penjelasan Hadits Bukhari No. 782 tentang Mengucapkan amin bertepatan dengan malaikat menghapus dosa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita untuk mengucapkan "Amin" ketika imam selesai membaca surat Al-Fatihah, tepatnya setelah imam mengucapkan "ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalliin". Keutamaannya sangat besar: siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin para malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah ﷻ. Ini adalah rahmat dan kemurahan Allah yang sangat agung bagi umat Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُمَىٍّ، مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "إِذَا قَالَ الإِمَامُ {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ} فَقُولُوا آمِينَ. فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ"

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika imam mengucapkan 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalliin', maka ucapkanlah 'Amin'. Karena sesungguhnya siapa yang ucapannya (Amin) bertepatan dengan ucapan para malaikat, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

(HR. Al-Bukhari no. 782, Kitab Al-Adzan, Bab Jahru Al-Ma'mum bi At-Ta'min)

Hadits Penguat dari Riwayat Muslim:

Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا قَالَ الإِمَامُ وَلَا الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَقُولُ آمِينَ وَإِنَّ الْإِمَامَ يَقُولُ آمِينَ فَمَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Apabila imam mengucapkan 'waladh-dhaalliin', maka ucapkanlah 'Amin'. Sesungguhnya para malaikat mengucapkan 'Amin', dan imam pun mengucapkan 'Amin'. Maka siapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan para malaikat, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

(HR. Muslim no. 410)

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

QS. Al-Fatihah [1]: 7

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

"Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "bertepatan dengan ucapan malaikat" adalah bersamaan dalam hal waktu dan ikhlas dalam berdoa. Beliau menukil pendapat Imam Al-Muhallab bahwa yang dimaksud adalah bersamaan dalam sifat, yaitu sama-sama ikhlas dan benar dalam mengucapkannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa hal penting dari hadits ini:

1. Hukum Mengucapkan "Amin"

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa mengucapkan "Amin" setelah membaca Al-Fatihah hukumnya sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) bagi imam, makmum, dan orang yang shalat sendirian. Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan Syafi'iyah, Malikiyah, dan Hanabilah.

Adapun Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mengucapkan "Amin" secara sirr (pelan) lebih utama, namun beliau tetap mensunnahkan mengucapkannya. Perbedaan ini hanya dalam hal mengeraskan atau melirihkan suara, bukan dalam hukum dasarnya.

2. Makna "Bertepatan dengan Ucapan Malaikat"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa yang dimaksud bertepatan adalah bersamaan dalam waktu dan niat yang ikhlas. Para malaikat mengucapkan "Amin" dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Jika seorang hamba mengucapkan "Amin" dengan ikhlas dan khusyuk, maka ia akan mendapatkan ampunan.

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "Amin" adalah doa yang maknanya "Ya Allah, kabulkanlah". Ini adalah doa yang dipanjatkan setelah membaca permohonan petunjuk dalam Al-Fatihah.

3. Dosa yang Diampuni

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa yang dimaksud "dosa-dosanya yang telah lalu" adalah dosa-dosa kecil, karena dosa besar membutuhkan taubat yang khusus. Ini juga dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin.

4. Hikmah di Balik Perintah Ini

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam bab "Suara Keras Makmum dalam Mengucapkan Amin" untuk menunjukkan bahwa makmum disunnahkan mengeraskan suara saat mengucapkan "Amin" agar bersamaan dengan imam dan malaikat.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengeraskan suara saat mengucapkan "Amin" dan memerintahkan makmum untuk melakukannya juga.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ naik mimbar dan bersabda: "Amin, Amin, Amin" sebanyak tiga kali. Para sahabat heran dan bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan Amin tiga kali, apa yang terjadi?"

Beliau bersabda: "Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan namun tidak diampuni dosanya, maka ia masuk neraka, semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah Amin.' Maka aku mengucapkan Amin. Jibril berkata lagi, 'Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya masih hidup namun tidak berbakti kepada mereka sehingga ia masuk neraka, semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah Amin.' Maka aku mengucapkan Amin. Jibril berkata lagi, 'Barangsiapa yang disebut namamu di sisinya namun ia tidak bershalawat kepadamu, maka ia masuk neraka, semoga Allah menjauhkannya. Katakanlah Amin.' Maka aku mengucapkan Amin."

(HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Kisah ini menunjukkan betapa agungnya kalimat "Amin" — ia adalah doa yang dipanjatkan oleh malaikat dan diaminkan oleh Nabi ﷺ. Betapa beruntungnya orang yang mengucapkan "Amin" dengan ikhlas, karena ia bersamaan dengan doa para malaikat yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Ucapkan "Amin" setelah imam selesai membaca "ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalliin" dalam shalat berjamaah.
  2. Usahakan bersamaan waktunya dengan imam dan para malaikat, yaitu segera setelah imam selesai membaca ayat terakhir Al-Fatihah.
  3. Ikhlas dan khusyuk saat mengucapkannya, karena keutamaan ini berkaitan dengan kesesuaian dengan malaikat dalam keikhlasan.
  4. Jangan lupa mengucapkan "Amin" baik sebagai imam, makmum, maupun shalat sendirian.
  5. Perbanyak doa "Amin" di luar shalat juga, karena ia adalah doa yang agung.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?