Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah membaca surat At-Tin dalam shalat Isya ketika sedang bepergian. Ini mengajarkan bahwa dalam shalat sunnah maupun wajib, kita boleh membaca surat-surat pendek atau sedang dari Al-Qur'an, tidak harus selalu surat panjang. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan memahami makna bacaan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
- Shahih Al-Bukhari, Kitab Adzan, Bab Jahr di Isha', no. 767
- Diriwayatkan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu
Teks Hadits:
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيٍّ، قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ فِي سَفَرٍ فَقَرَأَ فِي الْعِشَاءِ فِي إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ بِالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
Makna Ringkas:
Nabi ﷺ dalam perjalanan (safar) membaca surat At-Tin pada salah satu rakaat shalat Isya.
Kaitan dengan Ulama:
Imam Al-Bukhari rahimahullah (w. 256 H) - seorang imam hadits terkemuka - meletakkan hadits ini dalam bab "Jahr di Isha'" untuk menunjukkan bahwa bacaan shalat Isya boleh dikeraskan (jahr) dan boleh membaca surat pendek. Imam An-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya membaca surat pendek dalam shalat Isya, terutama ketika dalam perjalanan.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah memahami hadits ini dengan beberapa faedah penting:
- Bacaan dalam Shalat Isya - Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa shalat Isya termasuk shalat yang bacaannya dikeraskan (jahr) pada dua rakaat pertama. Namun, panjang pendeknya bacaan bisa disesuaikan dengan kondisi. Dalam safar, Nabi ﷺ membaca surat yang lebih pendek seperti At-Tin.
- Keringanan dalam Safar - Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah (w. 751 H) dalam kitabnya Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ sering meringankan bacaan dalam shalat ketika safar, termasuk membaca surat-surat pendek. Ini menunjukkan bahwa safar memberikan keringanan (rukhshah) dalam hal bacaan shalat.
- Surat At-Tin - Surat ini termasuk surat Makkiyah yang pendek namun penuh makna. Imam Ibn Katsir rahimahullah (w. 774 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surat ini berbicara tentang kemuliaan manusia dan pentingnya iman serta amal shalih.
- Praktik Para Salaf - Al-Hasan al-Bashri rahimahullah (w. 110 H) dan para tabi'in lainnya biasa membaca surat-surat pendek dalam shalat ketika safar, mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
Story Telling
Diriwayatkan dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku pernah shalat Isya bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Beliau membaca surat At-Tin dalam salah satu rakaat. Tidak ada seorang pun yang lebih indah suara atau bacaannya daripada beliau." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa dalam kondisi safar sekalipun, Nabi ﷺ tetap menjaga kualitas bacaan Al-Qur'an dalam shalat. Beliau tidak meninggalkan shalat berjamaah atau mengurangi kekhusyukan hanya karena sedang bepergian. Ini menjadi teladan bagi kita untuk tetap istiqamah dalam ibadah di berbagai kondisi.
Kesimpulan Praktis
- Boleh membaca surat pendek dalam shalat Isya, terutama ketika safar
- Shalat Isya termasuk shalat jahr (dikeraskan bacaannya)
- Safar memberikan keringanan dalam hal bacaan shalat
- Yang terpenting adalah khusyuk dan memahami makna bacaan
- Tetap jaga shalat berjamaah meskipun dalam perjalanan
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.