Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 76 tentang Anak kecil boleh lewat di depan orang shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa anak kecil yang sudah mendekati baligh (mumayyiz) dan hadir di majelis ilmu para sahabat, kehadirannya diterima dan tidak diingkari. Ini adalah dalil bahwa ilmu bisa disampaikan dan diterima oleh anak kecil, serta menjadi bukti bahwa melintas di depan orang shalat tidak membatalkan shalat, sebagaimana dipahami dari perbuatan Ibnu Abbas yang tidak diingkari oleh Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-'Ilm, Bab "Kapan Sahnya Mendengar Anak Kecil", no. 76, dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: أَقْبَلْتُ رَاكِبًا عَلَى حِمَارٍ أَتَانٍ، وَأَنَا يَوْمَئِذٍ قَدْ نَاهَزْتُ الِاحْتِلَامَ، وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّي بِمِنًى إِلَى غَيْرِ جِدَارٍ، فَمَرَرْتُ بَيْنَ يَدَيْ بَعْضِ الصَّفِّ، وَأَرْسَلْتُ الْأَتَانَ تَرْتَعُ، فَدَخَلْتُ فِي الصَّفِّ، فَلَمْ يُنْكَرْ ذَلِكَ عَلَيَّ.

Terjemahan: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Aku datang dengan menunggang seekor keledai betina, dan saat itu aku telah mendekati usia baligh. Rasulullah ﷺ sedang shalat di Mina tanpa ada dinding di hadapannya. Maka aku melintas di depan sebagian barisan (shalat), lalu kulepaskan keledai betina itu untuk merumput, kemudian aku masuk ke dalam barisan shalat. Dan tidak ada seorang pun yang mengingkari perbuatanku itu."

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

"Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya?" (QS. At-Taubah [9]: 122)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk memperdalam ilmu agama, dan hal ini tidak dikhususkan hanya untuk orang dewasa, tetapi mencakup siapa saja yang mampu memahami, termasuk anak kecil yang sudah mumayyiz.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Tentang Diterimanya Riwayat dari Anak Kecil

Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam Kitab Al-'Ilm dengan bab "Kapan Sahnya Mendengar Anak Kecil" untuk menunjukkan bahwa anak kecil yang sudah mumayyiz (bisa membedakan baik-buruk) dan mendekati baligh, pendengarannya terhadap hadits dan ilmunya itu sah dan bisa diterima. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma saat itu berusia sekitar 13 tahun dan telah mendekati baligh, namun ia hadir di majelis Nabi ﷺ, memperhatikan shalat beliau, dan meriwayatkan apa yang dilihatnya. Para ulama seperti Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan bolehnya menyampaikan ilmu kepada anak kecil dan sahnya riwayat mereka jika mereka sudah mumayyiz.

2. Tentang Melintas di Depan Orang Shalat

Dalam hadits ini, Ibnu Abbas melintas di depan sebagian barisan shalat, namun tidak ada yang mengingkari. Para ulama menjelaskan bahwa perbuatan ini tidak membatalkan shalat, meskipun melintas di depan orang shalat adalah perbuatan yang tidak disukai (makruh) jika tanpa uzur. Namun karena Ibnu Abbas saat itu masih kecil dan belum baligh, atau karena kondisi yang darurat, maka hal itu dimaafkan. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa melintas di depan orang shalat tidak membatalkan shalat menurut jumhur ulama, hanya saja hukumnya makruh.

3. Tentang Shalat di Mina Tanpa Sutrah (Pembatas)

Nabi ﷺ shalat di Mina tanpa dinding di depannya, ini menunjukkan bahwa sutrah (pembatas shalat) hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun para ulama tetap menganjurkan untuk menggunakan sutrah ketika shalat, sebagaimana hadits-hadits lain yang memerintahkan hal tersebut.

4. Tentang Adab Menuntut Ilmu Sejak Kecil

Ibnu Abbas adalah contoh terbaik seorang pemuda yang bersemangat menuntut ilmu. Ia hadir di majelis Nabi ﷺ, memperhatikan gerak-gerik beliau, dan meriwayatkannya untuk umat. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Ibnu Abbas termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, dan ini berkat perhatiannya sejak kecil.

Story Telling

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma adalah sepupu Rasulullah ﷺ yang sejak kecil sangat dekat dengan beliau. Suatu malam, ia pernah bermalam di rumah bibinya, Maimunah radhiyallahu 'anha, untuk memperhatikan bagaimana Nabi ﷺ shalat malam. Ia sengaja mengambil posisi yang bisa melihat gerakan beliau, lalu ketika Nabi ﷺ bangun dan berwudhu, Ibnu Abbas ikut berwudhu dan berdiri di samping beliau untuk shalat.

Nabi ﷺ kemudian meletakkan tangannya di kepala Ibnu Abbas dan mendoakannya:

اللهم فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ

"Ya Allah, berilah ia pemahaman yang dalam dalam agama dan ajarkanlah ia takwil (tafsir Al-Qur'an)." (HR. Al-Bukhari no. 143)

Doa Nabi ﷺ ini terkabul. Ibnu Abbas tumbuh menjadi ulama besar umat ini, yang dijuluki "Turjumanul Qur'an" (penerjemah Al-Qur'an). Ini menunjukkan bahwa anak kecil yang hadir di majelis ilmu dan bersungguh-sungguh, akan mendapatkan keberkahan yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Semangat menuntut ilmu sejak kecil adalah teladan mulia dari Ibnu Abbas. Orang tua hendaknya membiasakan anak-anaknya hadir di majelis ilmu dan mengenalkan mereka pada Al-Qur'an dan sunnah.
  2. Melintas di depan orang shalat tidak membatalkan shalat, namun hukumnya makruh jika tanpa uzur. Sebaiknya kita menghindarinya dan menggunakan sutrah ketika shalat.
  3. Riwayat dari anak kecil yang mumayyiz dapat diterima, sebagaimana dipraktikkan oleh para ulama hadits.
  4. Kehadiran di majelis ilmu meskipun belum paham sepenuhnya, tetap membawa keberkahan dan bisa menjadi sebab seseorang menjadi ulama di kemudian hari.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.