Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan merdu, serta mengeraskannya. Allah ﷻ sangat menyukai suara indah yang digunakan untuk melantunkan firman-Nya, sebagaimana Dia mendengarkan bacaan seorang Nabi yang membaguskan suaranya. Ini adalah dorongan agar kita memperindah bacaan Al-Qur'an kita, tentunya dengan tetap menjaga kaidah tajwid dan adab.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمْزَةَ، حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ يَزِيدَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: "مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَىْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ".
Terjemahan: "Allah tidak mendengarkan sesuatu pun seperti Dia mendengarkan bacaan Al-Qur'an oleh seorang Nabi yang membacanya dengan suara yang indah dan merdu." (HR. Al-Bukhari, Kitab At-Tauhid, Bab: Perkataan Nabi ﷺ: "Orang yang Mahir dalam Al-Qur'an Bersama Para Yang Mulia dan Shalih", no. 7544)
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ
"Dan engkau akan melihat malaikat-malaikat melingkari Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya..." (QS. Az-Zumar [39]: 75)
Ayat ini menunjukkan bahwa makhluk-makhluk Allah senantiasa bertasbih dengan suara yang indah, dan ini menggambarkan keindahan suara dalam ibadah.
Penjelasan Ulama:
- Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab At-Tauhid untuk menunjukkan bahwa mendengarkan bacaan Al-Qur'an yang indah adalah salah satu bentuk perhatian Allah kepada hamba-Nya, yang merupakan bagian dari tauhid dan pengagungan terhadap Allah.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "أَذِنَ" di sini adalah "mendengarkan dengan penuh perhatian dan penerimaan", bukan sekadar mendengar biasa. Ini adalah bentuk penghormatan Allah kepada hamba-Nya yang membaca Al-Qur'an dengan suara indah.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (hadits serupa) menjelaskan bahwa hadits ini menganjurkan untuk memperindah suara saat membaca Al-Qur'an, selama tidak berlebihan (ghuluw) hingga keluar dari kaidah tajwid.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
- Makna "أَذِنَ" (mendengarkan):
- Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa kata "أَذِنَ" di sini bermakna "istima'" (mendengarkan dengan penuh perhatian). Ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ secara khusus memberikan perhatian dan keridhaan kepada hamba-Nya yang membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah.
- Imam Al-Khathabi (dikutip oleh Ibnu Hajar) mengatakan bahwa ini adalah bentuk isti'naf (perhatian khusus) dari Allah, bukan berarti Allah "membutuhkan" suara tersebut, karena Allah Maha Mendengar segala sesuatu.
- Keutamaan Suara Indah dalam Membaca Al-Qur'an:
- Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa memperindah suara dalam membaca Al-Qur'an adalah sunnah, selama tidak berlebihan hingga keluar dari kaidah bacaan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada Kalamullah.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa suara indah yang dimaksud adalah suara yang membuat hati tenang, khusyuk, dan sesuai dengan kaidah tajwid. Bukan suara yang dibuat-buat seperti nyanyian.
- Bacaan Nabi ﷺ yang Indah:
- Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa para Nabi membaca Al-Qur'an dengan suara yang sangat indah. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Nabi Dawud 'alaihissalam memiliki suara yang sangat merdu, dan ketika beliau membaca Zabur, burung-burung dan gunung-gunung ikut bertasbih bersamanya.
- Peringatan dari Ghuluw (Berlebihan):
- Imam Asy-Syafi'i (sebagaimana dinukil oleh para ulama) menekankan bahwa memperindah suara tidak boleh keluar dari batas-batas tajwid dan tidak boleh menyerupai lagu-lagu yang melalaikan.
- Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah menjelaskan bahwa hadits ini mendorong untuk membaca dengan tartil dan suara yang bagus, tetapi tetap dalam koridor syariat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Nabi Dawud 'alaihissalam adalah seorang yang memiliki suara paling indah di antara manusia. Ketika beliau membaca kitab Zabur, burung-burung berhenti terbang dan berkumpul untuk mendengarkan, gunung-gunung ikut bertasbih bersamanya, dan binatang-binatang buas pun ikut terdiam mendengar suaranya yang merdu.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"لَقَدْ أُوتِيَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ"
"Sungguh, ia (Abu Musa Al-Asy'ari) telah diberikan seruling (suara merdu) dari seruling-seruling keluarga Dawud." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hikmah: Suara yang indah adalah anugerah dari Allah. Ketika digunakan untuk membaca Al-Qur'an, ia menjadi ibadah yang sangat dicintai Allah. Namun, yang lebih utama adalah keikhlasan dan kekhusyukan hati, bukan sekadar keindahan suara semata.
Kesimpulan Praktis
- Perindah bacaan Al-Qur'an dengan suara yang bagus dan tartil, sesuai kaidah tajwid.
- Jangan berlebihan hingga keluar dari kaidah bacaan atau menyerupai nyanyian yang melalaikan.
- Ikhlas dalam membaca — keindahan suara tanpa keikhlasan tidak bernilai di sisi Allah.
- Dengarkan bacaan Al-Qur'an yang indah untuk menenangkan hati dan menambah kekhusyukan.
- Ajarkan anak-anak untuk membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan benar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.