Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang peristiwa besar di Hari Kiamat, yaitu ketika seluruh manusia akan pingsan (ṣa'iq) karena dahsyatnya suasana hari itu. Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan bahwa beliau akan dibangkitkan lebih dahulu dan melihat Nabi Musa عليه السلام telah lebih dahulu memegang salah satu tiang 'Arsy Allah. Ini menunjukkan kedudukan mulia Nabi Musa dan juga merupakan mukjizat bagi Nabi kita ﷺ karena beliau mengetahui hal ghaib ini. Hadits ini juga menegaskan bahwa 'Arsy itu benar-benar ada, makhluk yang agung, dan Allah bersemayam di atasnya sesuai dengan keagungan-Nya tanpa kita tanyakan bagaimana caranya.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ
"Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah 'Arsy-Nya di atas air." (QS. Hud [11]: 7)
Ayat ini menunjukkan bahwa 'Arsy Allah itu makhluk yang agung, telah ada sebelum penciptaan langit dan bumi, dan berada di atas air.
Hadits terkait:
Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tauhid, Bab: "Dan adalah 'Arsy-Nya di atas air, dan Dialah Rabb 'Arsy yang agung", nomor 7427, dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
Imam Al-Bukhari rahimahullah meletakkan hadits ini di bawah bab tentang 'Arsy untuk membantah orang-orang yang mengingkari sifat-sifat Allah dan mengingkari keberadaan 'Arsy. Ini menunjukkan pemahaman beliau bahwa menetapkan 'Arsy sebagai makhluk Allah yang agung adalah bagian dari akidah Ahlus Sunnah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Tentang Peristiwa Pingsan (Ash-Sha'q) di Hari Kiamat
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ṣa'iq di sini adalah pingsan karena dahsyatnya pemandangan dan peristiwa hari kiamat. Ini terjadi ketika Allah Ta'ala datang untuk memberi keputusan, dan seluruh makhluk pingsan, kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian mereka dibangkitkan kembali. Ini adalah salah satu tahapan dahsyat di hari kiamat yang wajib kita imani.
2. Kedudukan Nabi Musa عليه السلام
Nabi Musa عليه السلام telah lebih dahulu memegang tiang 'Arsy sebelum manusia dibangkitkan. Ini menunjukkan bahwa beliau termasuk orang yang dikecualikan dari pingsan, atau beliau telah dibangkitkan lebih dahulu karena keutamaannya. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan khusus bagi Nabi Musa, dan tidak bertentangan dengan keutamaan Nabi kita Muhammad ﷺ, karena setiap nabi memiliki kedudukan masing-masing.
3. Penetapan 'Arsy sebagai Makhluk Allah
Imam Al-Bukhari rahimahullah meletakkan hadits ini di bab tentang 'Arsy untuk menegaskan bahwa 'Arsy itu benar-benar ada dan merupakan makhluk Allah yang paling agung. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa 'Arsy adalah makhluk Allah yang paling besar, berbentuk seperti kubah, dan Allah bersemayam di atasnya dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa kita menanyakan bagaimana caranya (bila kaifa), dan tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk.
4. Bantahan terhadap golongan yang mengingkari 'Arsy
Hadits ini membantah golongan Mu'tazilah dan Jahmiyyah yang mengingkari keberadaan 'Arsy dan menafsirkannya dengan kekuasaan atau kerajaan. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menegaskan bahwa 'Arsy adalah makhluk yang nyata, dan Allah bersemayam di atasnya. Ini adalah keyakinan para salaf dan seluruh ulama Ahlus Sunnah.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang hari kiamat:
"Manusia akan pingsan, lalu aku adalah orang pertama yang dibangkitkan, dan tiba-tiba aku melihat Musa memegang salah satu tiang 'Arsy. Aku tidak tahu apakah dia telah dibangkitkan sebelumku, atau dia termasuk orang yang dikecualikan dari pingsan." (HR. Al-Bukhari, no. 7427)
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: "Aku tidak tahu apakah dia (Musa) telah dibangkitkan karena pingsan di bukit Thursina, atau karena Allah mengecualikannya dari pingsan." (HR. Muslim)
Hikmah dari kisah ini: Betapa agungnya kedudukan Nabi Musa di sisi Allah. Beliau adalah kalimullah (orang yang diajak bicara langsung oleh Allah). Dan ini juga menunjukkan bahwa para nabi dan rasul memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah, dan mereka akan mendapatkan keistimewaan di hari kiamat.
Kesimpulan Praktis
- Wajib mengimani hari kiamat dan segala peristiwanya, termasuk peristiwa pingsannya seluruh manusia ketika Allah datang untuk memberi keputusan.
- Wajib mengimani 'Arsy sebagai makhluk Allah yang agung, dan Allah bersemayam di atasnya dengan cara yang sesuai keagungan-Nya, tanpa menanyakan bagaimana caranya.
- Mengimani keutamaan para nabi, bahwa masing-masing memiliki kedudukan khusus di sisi Allah, dan Nabi Musa عليه السلام termasuk nabi yang mulia.
- Menjauhi perdebatan tentang sifat-sifat Allah yang tidak kita ketahui hakikatnya, dan cukup menetapkan apa yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan hadits shahih.
- Memperbanyak persiapan untuk hari kiamat, karena hari itu sangat dahsyat, dan hanya orang-orang yang beriman dan beramal shalih yang akan selamat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.