Penjelasan Hadits Bukhari No. 7420 tentang Pernikahan Zainab dengan Zaid atas perintah Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bagaimana Nabi ﷺ menasihati Zaid bin Haritsah agar bertakwa kepada Allah dan tetap mempertahankan istrinya (Zainab), meskipun kemudian Allah menetapkan perceraian mereka dan menikahkan Zainab dengan Nabi ﷺ melalui wahyu dari atas tujuh langit. Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia yang tidak menyembunyikan wahyu, dan bahwa Allah adalah Rabbul 'Arsy yang Maha Mengatur segala urusan, termasuk pernikahan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Ahzab [33]: 37

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika engkau berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau beri nikmat kepadanya, 'Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah,' sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah menceraikannya, Kami nikahkan engkau dengannya, agar tidak ada keberatan bagi orang-orang mukmin untuk menikahi istri-istri anak angkat mereka apabila mereka telah menceraikannya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi."

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tauhid, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan Ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak menyembunyikan wahyu, dan bahwa pernikahan Zainab dengan Nabi ﷺ adalah pernikahan yang ditetapkan langsung oleh Allah.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Zaid bin Haritsah dan Zainab binti Jahsy.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kewajiban menasihati dengan takwa dan sabar dalam rumah tangga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Nasihat Nabi ﷺ kepada Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah datang kepada Nabi ﷺ mengadukan masalah rumah tangganya dengan Zainab binti Jahsy. Nabi ﷺ menasihatinya dengan dua kalimat: "Bertakwalah kepada Allah" dan "Pertahankanlah istrimu." Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan untuk bersabar dalam rumah tangga dan berusaha memperbaiki hubungan, bukan langsung menempuh perceraian.

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menasihati Zaid untuk bersabar karena beliau mengetahui bahwa Allah akan menetapkan perceraian mereka dan pernikahan Zainab dengan beliau. Namun, Nabi ﷺ tidak boleh menyampaikan hal itu karena belum ada wahyu yang mengizinkan.

Kedua: Ucapan Aisyah radhiyallahu 'anha

Aisyah berkata: "Seandainya Rasulullah ﷺ menyembunyikan sesuatu, tentu beliau menyembunyikan ayat ini." Maksudnya, ayat yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menyembunyikan dalam hatinya apa yang Allah akan nyatakan. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia yang tidak menyembunyikan wahyu, dan bahwa beliau menyampaikan seluruh wahyu kepada umatnya.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Aisyah ingin menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak menyembunyikan apa pun dari wahyu, bahkan ayat yang seolah-olah menunjukkan beliau menyembunyikan sesuatu dalam hatinya tetap beliau sampaikan.

Ketiga: Kebanggaan Zainab radhiyallahu 'anha

Zainab bangga di hadapan istri-istri Nabi ﷺ lainnya dengan mengatakan: "Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas tujuh langit." Ini menunjukkan keutamaan Zainab yang dinikahkan langsung oleh Allah, bukan melalui wali manusia.

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa kebanggaan Zainab ini bukanlah kesombongan yang tercela, melainkan pengakuan atas keutamaan yang Allah berikan kepadanya.

Keempat: Kaitan dengan Tauhid dan 'Arsy

Hadits ini diletakkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Tauhid, bab tentang 'Arsy. Ini menunjukkan bahwa pernikahan Zainab dengan Nabi ﷺ adalah bukti kekuasaan Allah yang mengatur segala urusan dari atas 'Arsy-Nya. Allah adalah Rabbul 'Arsy yang Maha Mengatur, termasuk dalam urusan pernikahan.

Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa Allah Maha Tinggi di atas 'Arsy-Nya, dan Dia mengatur segala urusan makhluk-Nya, termasuk menikahkan Zainab dengan Nabi ﷺ.

Kelima: Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah Nabi ﷺ menyembunyikan keinginan untuk menikahi Zainab dalam hatinya. Sebagian ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menyembunyikan keinginan tersebut karena khawatir kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk ditakuti. Namun, ini bukanlah dosa, melainkan bentuk kelembutan Nabi ﷺ sebagai manusia.

Pendapat yang paling kuat adalah bahwa Nabi ﷺ tidak menyembunyikan wahyu, tetapi beliau menyembunyikan keinginan pribadi yang kemudian Allah nyatakan melalui wahyu.

Story Telling

Diceritakan bahwa Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha adalah wanita yang sangat mulia. Ketika Allah menikahkannya dengan Nabi ﷺ melalui wahyu dari atas tujuh langit, ia merasa bangga dan mengatakan kepada istri-istri Nabi ﷺ lainnya: "Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas tujuh langit."

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa ketika Zainab wafat, Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu menshalatkannya dan berkata: "Aku tidak pernah melihat wanita yang lebih mulia dari Zainab." Ini menunjukkan keutamaan Zainab yang dinikahkan langsung oleh Allah.

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Zainab adalah satu-satunya istri Nabi ﷺ yang dinikahkan oleh Allah melalui wahyu, dan ini adalah keutamaan yang tidak dimiliki oleh istri-istri lainnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bertakwa dan bersabar dalam rumah tangga: Seperti nasihat Nabi ﷺ kepada Zaid, kita diajarkan untuk bertakwa kepada Allah dan berusaha mempertahankan rumah tangga dengan sabar.
  2. Tidak menyembunyikan kebenaran: Seperti Nabi ﷺ yang tidak menyembunyikan wahyu, kita juga harus menyampaikan kebenaran meskipun berat.
  3. Allah Maha Mengatur: Allah adalah Rabbul 'Arsy yang mengatur segala urusan, termasuk pernikahan dan takdir manusia.
  4. Meneladani akhlak Nabi ﷺ: Nabi ﷺ adalah manusia yang memiliki perasaan, tetapi beliau selalu mengutamakan takwa kepada Allah.
  5. Menghindari ghuluw: Kita tidak boleh berlebihan dalam menilai atau mengkultuskan seseorang, termasuk para sahabat, karena mereka adalah manusia yang memiliki keutamaan tetapi juga memiliki kekurangan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?