Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7396 tentang Doa sebelum hubungan suami istri agar terhindar dari setan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits yang sangat agung dan penuh berkah. Ia mengajarkan kita sebuah doa yang singkat namun memiliki dampak yang sangat besar, yaitu doa sebelum berhubungan suami istri. Dengan membaca doa ini, kita memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, baik untuk diri kita maupun untuk keturunan yang akan Allah karuniakan. Jika Allah menakdirkan lahirnya anak dari hubungan yang diawali dengan doa ini, maka anak tersebut akan terlindungi dari gangguan setan sepanjang hidupnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda berikan adalah teks yang shahih. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab at-Tauhid, Bab "Pertanyaan dengan Nama Allah dan Memohon Perlindungan dengan Nama-Nya", nomor 7396. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab an-Nikah, Bab "Apa yang Diucapkan Ketika Akan Menggauli Istri", nomor 1434.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Meskipun hadits ini berdiri sendiri, maknanya sangat sejalan dengan firman Allah tentang permohonan perlindungan dari gangguan setan. Salah satu ayat yang relevan adalah:

QS. Al-A'raf [7]: 200

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Ayat ini menunjukkan perintah untuk selalu berlindung kepada Allah dari godaan setan dalam segala keadaan, termasuk dalam urusan yang tampaknya pribadi seperti hubungan suami istri.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam-imam besar sangat memperhatikan hadits ini. Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan mengandung keutamaan yang besar. Beliau menukil bahwa para ulama menganjurkan untuk membaca doa ini sebelum berhubungan suami istri, karena manfaatnya yang sangat besar bagi keturunan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu bukti kasih sayang dan perhatian Rasulullah ﷺ terhadap umatnya. Beliau tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga memberikan panduan dalam hal yang paling privat sekalipun, agar seluruh aspek kehidupan seorang Muslim dipenuhi dengan dzikir dan doa kepada Allah.

Makna Hadits:

  1. "Jika salah seorang di antara kalian ingin mendatangi istrinya..." Ini adalah pembuka yang menunjukkan bahwa ajaran ini berlaku untuk setiap suami yang ingin berhubungan dengan istrinya.
  2. "Maka hendaklah ia mengucapkan: 'Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaithan...'" Ini adalah doa yang diajarkan. Doa ini terdiri dari dua permohonan:
  • "Bismillah": Memulai segala sesuatu dengan nama Allah, sebagai bentuk tauhid dan memohon keberkahan.
  • "Allahumma jannibna asy-syaithan": "Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan." Ini adalah permohonan agar Allah menjauhkan setan dari suami dan istri saat itu, sehingga hubungan tersebut tidak dicampuri oleh bisikan dan godaan setan.
  • "Wa jannibi asy-syaithana ma razaqtana": "Dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami." Ini adalah permohonan agar Allah menjauhkan setan dari anak yang akan lahir dari hubungan tersebut.
  1. "Jika di antara keduanya ditakdirkan lahir seorang anak, maka setan tidak akan membahayakannya selamanya." Ini adalah janji dari Rasulullah ﷺ sebagai kabar gembira. Anak yang lahir dari hubungan yang diawali dengan doa ini akan mendapatkan perlindungan khusus dari Allah dari gangguan setan.

Pemahaman Ulama:

  • Imam An-Nawawi (dalam Syarah Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan doa ini dan bahwa ia adalah sebab untuk melindungi anak dari gangguan setan. Beliau juga menegaskan bahwa doa ini adalah sunnah yang dianjurkan.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memohon perlindungan kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang mulia. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama bahwa perlindungan dari gangguan setan ini adalah perlindungan dari godaan setan yang dapat menyesatkan, bukan berarti anak tersebut tidak akan pernah berbuat salah atau dosa sama sekali. Namun, ia akan terlindungi dari penguasaan setan yang dapat merusak akidah dan agamanya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarah Riyadhus Shalihin) menjelaskan bahwa doa ini adalah salah satu sarana untuk menjaga keturunan. Beliau menekankan bahwa seorang Muslim hendaknya tidak meremehkan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, karena di dalamnya terdapat kebaikan yang besar.

Pelajaran Penting:

  1. Keutamaan Dzikir dan Doa: Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir dan doa memiliki pengaruh yang nyata dalam kehidupan seorang Muslim, bahkan dalam hal yang sangat privat.
  2. Perlindungan dari Setan: Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Kita diperintahkan untuk selalu berlindung kepada Allah dari gangguannya dalam segala keadaan.
  3. Menjaga Keturunan: Islam sangat memperhatikan kualitas generasi penerus. Dengan doa ini, seorang Muslim telah berusaha untuk menjaga anaknya dari gangguan setan sejak awal penciptaannya.
  4. Tuntunan Lengkap: Islam adalah agama yang sempurna dan lengkap, memberikan panduan untuk setiap aspek kehidupan, tidak hanya di masjid, tetapi juga di rumah dan dalam hubungan keluarga.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, seorang laki-laki datang kepada Imam Ahmad bin Hanbal (semoga Allah merahmatinya) dan mengeluhkan tentang kenakalan anaknya. Imam Ahmad berkata kepadanya, "Engkau harus berdoa kepada Allah untuk kebaikan anakmu." Laki-laki itu berkata, "Aku telah berdoa, tetapi anakku tidak juga berubah." Imam Ahmad berkata, "Engkau harus berdoa ketika anakmu masih dalam kandungan ibunya." Laki-laki itu bertanya, "Bagaimana aku bisa berdoa untuk anak yang belum lahir?" Imam Ahmad menjawab, "Ketika engkau ingin mendatangi istrimu, bacalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ: 'Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaithan, wa jannibi asy-syaithana ma razaqtana.'"

Kisah ini, meskipun sanadnya tidak sampai kepada kita secara pasti, namun maknanya sangat sesuai dengan ajaran hadits ini. Ia menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memahami dan mengamalkan doa ini sebagai sarana untuk menjaga dan memperbaiki kualitas anak-anak mereka. Hikmahnya adalah bahwa perlindungan dan kebaikan seorang anak itu dimulai sejak awal, bahkan sebelum ia dilahirkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan Doa Ini: Hafalkan doa "Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaithan, wa jannibi asy-syaithana ma razaqtana" beserta artinya.
  2. Amalkan Setiap Kali: Bacalah doa ini setiap kali seorang suami ingin berhubungan dengan istrinya, tanpa terkecuali.
  3. Yakini Janji Rasulullah ﷺ: Yakinlah bahwa janji Rasulullah ﷺ adalah benar. Anak yang lahir dari hubungan yang diawali doa ini akan terlindungi dari gangguan setan.
  4. Ajarkan kepada Keluarga: Ajarkan doa ini kepada pasangan dan keluarga, agar mereka juga mengamalkannya.
  5. Jadikan sebagai Kebiasaan: Jadikan doa ini sebagai kebiasaan yang tidak terlewatkan, sebagaimana kita tidak melewatkan doa sebelum makan atau tidur.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.