Penjelasan Hadits Bukhari No. 7387 tentang Doa memohon ampun atas kezaliman diri sendiri

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa yang sangat agung yang diajarkan oleh Nabi ﷺ kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu untuk dibaca dalam shalat. Doa ini mengandung pengakuan atas kezaliman diri sendiri (banyak berbuat dosa), pengakuan bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa, lalu permohonan ampunan yang bersumber dari sisi Allah. Ini adalah doa yang menggabungkan antara rasa takut, harap, dan pengagungan terhadap nama-nama Allah yang indah (Al-Ghafur dan Ar-Rahim).

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab at-Tauhid, Bab "Perkataan Allah Ta'ala وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا", no. 7387. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab adz-Dzikr wa ad-Du'a, no. 2701, dari sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'" (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Ayat ini sangat erat kaitannya dengan doa dalam hadits di atas. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang banyak berbuat dosa, agar mereka tidak berputus asa dari rahmat Allah, dan agar mereka segera bertaubat. Doa Nabi ﷺ yang diajarkan kepada Abu Bakar ini adalah wujud nyata dari pengamalan ayat tersebut.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq: Meskipun beliau adalah orang yang paling mulia setelah para Nabi, beliau tetap meminta diajari doa kepada Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin, setinggi apa pun kedudukannya, tidak boleh merasa aman dari tipu daya Allah dan selalu butuh kepada ampunan-Nya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini adalah bukti ketawadhu'an Abu Bakar dan keinginannya untuk selalu dekat dengan Allah dalam setiap keadaan, termasuk di dalam shalatnya.
  2. Makna "ظَلَمْتُ نَفْسِي" (Aku telah menzalimi diriku): Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa menzalimi diri sendiri adalah dengan berbuat maksiat dan dosa. Ini adalah pengakuan yang jujur dari seorang hamba akan kekurangan dan kesalahannya di hadapan Allah. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak berbangga diri dengan amal ibadah, tetapi selalu merasa kurang dan banyak berbuat salah.
  3. Makna "ظُلْمًا كَثِيرًا" (kezaliman yang banyak): Ini menunjukkan bahwa dosa yang dilakukan manusia itu banyak, baik yang disadari maupun tidak. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kata "banyak" di sini bukan berarti membatasi, tetapi untuk menunjukkan betapa besarnya kebutuhan hamba akan ampunan Allah.
  4. Pengakuan "وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ" (tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau): Ini adalah inti dari tauhid. Pengampunan dosa adalah hak prerogatif Allah semata. Tidak ada makhluk, malaikat, nabi, atau wali yang bisa mengampuni dosa. Dengan mengucapkan ini, seorang hamba menegaskan kemurnian tauhidnya dan memutus segala harapan kepada selain Allah.
  5. Permohonan "فَاغْفِرْ لِي مِنْ عِنْدِكَ مَغْفِرَةً" (maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu): Frasa "dari sisi-Mu" menunjukkan bahwa ampunan itu adalah murni karunia dan rahmat dari Allah, bukan karena amal atau usaha hamba. Ini adalah pelajaran tentang tawassul (perantara) kepada Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang mulia, yaitu Al-Ghafur (Maha Pengampun) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Madarijus Salikin menjelaskan bahwa berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang sesuai dengan permintaan adalah salah satu adab terbaik dalam berdoa.
  6. Doa dalam Shalat: Hadits ini menunjukkan bahwa doa ini bisa dibaca di dalam shalat, sebagaimana yang diminta oleh Abu Bakar. Para ulama menjelaskan bahwa doa ini bisa dibaca pada saat sujud atau sebelum salam, karena pada waktu-waktu tersebut adalah saat yang mustajab untuk berdoa.

Story Telling

Ada kisah yang sangat menyentuh tentang pengakuan dosa dan harapan akan ampunan. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil telah berbuat dosa besar. Ketika ia hendak bertaubat, ia berdoa kepada Allah, "Wahai Rabb-ku, aku telah berbuat dosa, maka ampunilah aku." Allah berfirman kepada para malaikat, "Hamba-Ku telah mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya. Maka sesungguhnya Aku telah mengampuni hamba-Ku ini." (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Kisah ini menunjukkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang jujur mengakui dosanya dan memohon ampunan kepada Allah, sebagaimana yang diajarkan dalam doa Nabi ﷺ kepada Abu Bakar ini.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Perbanyaklah membaca doa ini, terutama di dalam shalat, baik pada saat sujud atau sebelum salam. Lafadznya pendek dan mudah dihafal.
  2. Jangan pernah merasa aman dari dosa, meskipun kita merasa telah banyak beribadah. Selalu mohon ampunan kepada Allah.
  3. Jangan berputus asa dari rahmat Allah, sebesar apa pun dosa yang telah kita lakukan. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
  4. Ikhlas dalam berdoa, dengan mengakui kelemahan diri dan hanya mengharap karunia Allah semata.
  5. Amalkan doa ini dengan penuh keyakinan, karena ini adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ kepada sahabatnya yang paling utama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?