Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7379 tentang Lima kunci ghaib hanya diketahui Allah semata

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits yang sangat agung tentang ilmu ghaib yang mutlak hanya milik Allah ﷻ. Nabi ﷺ menjelaskan lima perkara ghaib yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali Allah semata, yaitu: apa yang ada dalam rahim, apa yang akan terjadi besok, kapan turunnya hujan, di mana seseorang akan mati, dan kapan terjadinya hari kiamat. Hadits ini mengajarkan kita untuk beriman kepada keghaiban, merendahkan diri di hadapan Allah, dan tidak percaya kepada dukun, paranormal, atau peramal yang mengaku mengetahui hal-hal tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

(QS. Luqman [31]: 34)

Hadits terkait:

Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab At-Tauhid, Bab: Perkataan Allah Ta'ala: 'Ālimul-ghaibi fa lā yuzhiru 'alā ghaibihi aḥadā (Allah Maha Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Qadar, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan ulama:

Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf, seperti Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menjelaskan bahwa ayat QS. Luqman: 34 ini adalah ayat yang mencakup lima perkara ghaib yang hanya Allah ketahui. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman juga menegaskan bahwa kelima perkara ini adalah kunci-kunci ghaib yang tidak diketahui oleh malaikat yang dekat maupun nabi yang diutus, apalagi manusia biasa.

Penjelasan Rinci

Hadits ini dikenal dengan hadits "Mafatihul Ghaib" (Kunci-kunci Ghaib). Nabi ﷺ menyebutkan lima perkara yang merupakan kunci ghaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah ﷻ. Mari kita rinci satu per satu:

  1. Tidak ada yang mengetahui apa yang ada dalam rahim kecuali Allah.

Ini mencakup jenis kelamin bayi, apakah laki-laki atau perempuan, apakah ia akan lahir sempurna atau cacat, apakah ia akan bahagia atau sengsara, dan sebagainya. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa malaikat diperintahkan untuk mencatat rezeki, ajal, amal, dan celaka atau bahagianya seseorang ketika masih dalam kandungan. Namun ini pun setelah Allah memberitahukan kepada malaikat tersebut. Adapun sebelum itu, hanya Allah yang mengetahui.

  1. Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali Allah.

Seseorang tidak tahu apa yang akan ia usahakan, apa yang akan menimpanya, apakah ia akan hidup atau mati, dan sebagainya. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa ini menunjukkan kelemahan manusia dan keterbatasan ilmunya, sehingga ia harus selalu bergantung kepada Allah dalam setiap langkahnya.

  1. Tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan kecuali Allah.

Meskipun manusia dapat memprediksi cuaca melalui ilmu meteorologi, namun kepastian turunnya hujan, kapan tepatnya, di tempat mana, dan berapa banyak, hanyalah Allah yang mengetahuinya. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil perkataan sebagian ulama bahwa ilmu tentang hujan ini khusus bagi Allah, dan manusia hanya bisa memperkirakan berdasarkan tanda-tanda alam.

  1. Tidak ada yang mengetahui di bumi mana dia akan mati kecuali Allah.

Seseorang tidak tahu apakah ia akan mati di kampung halamannya, di negeri orang, di darat, atau di laut. Ini menunjukkan bahwa ajal adalah rahasia Allah. Imam Al-Qurthubi (meskipun tidak termasuk dalam daftar rujukan, namun penjelasan ini sejalan dengan ulama lain) menyebutkan bahwa hikmah disembunyikannya tempat kematian adalah agar manusia senantiasa bersiap diri dan tidak merasa aman dari kematian.

  1. Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah.

Ini adalah ilmu yang paling besar dan paling tersembunyi. Bahkan malaikat Jibril ketika bertanya kepada Nabi ﷺ tentang kiamat, Nabi menjawab: "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya." (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa kiamat adalah rahasia mutlak Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyah menjelaskan bahwa hadits ini adalah bantahan tegas terhadap para dukun, tukang ramal, dan paranormal yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib. Mereka semua adalah pendusta, karena ilmu ghaib adalah hak prerogatif Allah semata. Barangsiapa yang mengaku mengetahui hal-hal tersebut, maka ia telah berdusta atas nama Allah dan menzalimi dirinya sendiri.

Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam Syarh Kitab At-Tauhid juga menegaskan bahwa beriman kepada yang ghaib adalah bagian dari keimanan, dan tidak ada seorang pun yang dapat menembus ilmu ghaib kecuali apa yang Allah beritahukan kepada rasul-Nya yang Dia kehendaki, sebagaimana firman-Nya:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا ۝ إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ

"Dialah Allah yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya."

(QS. Al-Jinn [72]: 26-27)

Maka apa yang diberitakan Nabi ﷺ tentang perkara ghaib seperti surga, neraka, dan peristiwa akhir zaman adalah benar, karena Allah telah memperlihatkannya kepada beliau melalui wahyu.

Story Telling

Diriwayatkan dari Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa suatu ketika seorang Arab Badui datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya: "Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?"

Nabi ﷺ menjawab: "Apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapinya?"

Orang itu menjawab: "Aku tidak menyiapkan banyak shalat dan puasa, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya."

Maka Nabi ﷺ bersabda: "Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya."

Kisah ini menunjukkan bahwa daripada sibuk bertanya tentang kapan kiamat terjadi—yang merupakan ilmu ghaib yang tidak diketahui siapa pun—Nabi ﷺ mengarahkan sahabatnya untuk mempersiapkan bekal menghadapi hari tersebut. Inilah adab seorang mukmin: tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak perlu, tetapi fokus pada amal shalih dan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Beriman kepada yang ghaib adalah bagian dari rukun iman. Kita wajib meyakini bahwa hanya Allah yang mengetahui perkara ghaib secara mutlak.
  2. Jangan pernah percaya kepada dukun, paranormal, peramal, atau siapa pun yang mengaku mengetahui masa depan. Mereka adalah pendusta dan menyesatkan.
  3. Jangan sibuk menebak-nebak hal ghaib seperti kapan kiamat, kapan hujan turun secara pasti, atau di mana kita akan mati. Sibukkan diri dengan amal shalih dan persiapan menghadapi kematian.
  4. Bertawakal kepada Allah dalam setiap urusan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Serahkan hasilnya kepada Allah setelah berusaha.
  5. Bersyukur atas ilmu yang Allah berikan dan memohon tambahan ilmu yang bermanfaat, serta berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi