Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan kecintaan Nabi ﷺ yang sangat dalam kepada kaum Ansar. Beliau mengungkapkan bahwa seandainya bukan karena kewajiban hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau akan memilih menjadi bagian dari mereka. Beliau juga mengajarkan bahwa jika manusia memilih jalan, maka jalan yang dipilih beliau adalah jalan yang ditempuh kaum Ansar. Ini adalah dalil keutamaan kaum Ansar dan anjuran untuk mencintai mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Manaqib (Keutamaan Para Sahabat), Bab Fadlu Man Syahida Badran (Keutamaan Orang yang Ikut Perang Badar), dan juga dalam Kitab Al-Hijrah (Bab Fadlu al-Anshar). Nomor hadits yang Anda sebutkan (7245) adalah salah satu riwayatnya.
Teks Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا مُوسَى، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنَ الْأَنْصَارِ، وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِيًا أَوْ شِعْبًا، لَسَلَكْتُ وَادِيَ الْأَنْصَارِ وَشِعْبَهَا".
Terjemahan: Dari Abdullah bin Zaid, Nabi ﷺ bersabda, "Seandainya bukan karena hijrah, aku akan menjadi seorang dari kaum Ansar; dan jika manusia menempuh suatu lembah atau celah gunung, niscaya aku akan menempuh lembah dan celah gunung kaum Ansar."
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) memuat hadits ini dalam Shahih-nya sebagai dalil keutamaan kaum Ansar.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan makna hadits ini secara panjang lebar, termasuk makna "hijrah" yang dimaksud dan keutamaan kaum Ansar.
- Imam An-Nawawi (wafat 676 H) juga membawakan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim dan menjelaskan faedah-faedahnya.
Penjelasan Rinci
1. Makna "Hijrah" dalam Hadits:
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "hijrah" di sini adalah hijrah dari Makkah ke Madinah. Hijrah ini adalah kewajiban bagi kaum Muslimin pada masa awal Islam untuk bergabung dengan Nabi ﷺ di Madinah. Karena Nabi ﷺ sendiri adalah seorang Muhajir (orang yang berhijrah), beliau tidak bisa dikatakan sebagai bagian dari kaum Ansar secara nasab atau status kewarganegaraan. Namun, seandainya bukan karena kewajiban hijrah ini, beliau akan memilih untuk menjadi bagian dari kaum Ansar.
2. Keutamaan Kaum Ansar:
Hadits ini adalah pujian yang sangat tinggi dari Nabi ﷺ kepada kaum Ansar. Beliau mengungkapkan kerelaan untuk menjadi bagian dari mereka, yang menunjukkan kedudukan mereka yang sangat mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah [9]: 100:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."
3. Makna "Lembah dan Celah Gunung":
Ungkapan "jika manusia menempuh suatu lembah atau celah gunung, niscaya aku akan menempuh lembah dan celah gunung kaum Ansar" adalah perumpamaan yang sangat indah. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ akan selalu memilih jalan yang ditempuh oleh kaum Ansar, baik dalam hal kebaikan, perjuangan, maupun persaudaraan. Ini adalah isyarat bahwa kecintaan beliau kepada mereka adalah kecintaan yang total dan menyeluruh.
4. Pelajaran dari Hadits:
- Keutamaan kaum Ansar: Mereka adalah golongan yang Allah puji dalam Al-Qur'an dan Rasul-Nya ﷺ puji dalam hadits ini.
- Anjuran mencintai kaum Ansar: Mencintai mereka adalah bagian dari iman. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda, "Tanda iman adalah mencintai kaum Ansar, dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Ansar." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Adab kepada orang yang berjasa: Kaum Ansar telah berjasa besar dalam menolong agama Allah dan menyambut kaum Muhajirin. Kita diperintahkan untuk menghormati dan mendoakan mereka.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan tentang kecintaan para sahabat kepada kaum Ansar. Suatu ketika, ada seorang sahabat dari kalangan Muhajirin yang sangat miskin. Ia tidak memiliki apa-apa. Lalu, seorang sahabat Ansar datang membawa setengah dari hartanya untuk diberikan kepadanya. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang rela membagi dua rumahnya untuk ditempati oleh saudaranya dari kalangan Muhajirin. Ini adalah wujud nyata dari persaudaraan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ. Kecintaan Nabi ﷺ kepada kaum Ansar bukanlah tanpa alasan; mereka adalah orang-orang yang berkorban dengan harta dan jiwa untuk menegakkan agama Allah.
Kesimpulan Praktis
- Cintai kaum Ansar: Kita diperintahkan untuk mencintai para sahabat Nabi ﷺ, terutama kaum Ansar, karena mereka adalah orang-orang pilihan Allah.
- Teladani akhlak mereka: Kaum Ansar memiliki sifat dermawan, rela berkorban, dan mengutamakan saudaranya. Kita bisa meneladani sifat-sifat ini dalam kehidupan sehari-hari.
- Jauhi kebencian kepada sahabat: Membenci para sahabat adalah tanda kemunafikan. Kita harus menjaga lisan dan hati kita dari perbuatan tercela ini.
- Hormati orang yang berjasa: Sebagaimana Nabi ﷺ menghormati kaum Ansar, kita juga harus menghormati orang-orang yang berjasa dalam hidup kita, baik keluarga, guru, maupun orang lain.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.