Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang adanya dua belas pemimpin (amir) yang akan memimpin umat ini, dan semuanya berasal dari suku Quraisy. Ini adalah kabar ghaib dari Nabi ﷺ tentang kepemimpinan umat Islam setelah beliau, yang menunjukkan bahwa kepemimpinan yang sah dan berkah akan berada di tangan Quraisy hingga akhir zaman. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa kepemimpinan umat (khilafah) dipegang oleh orang-orang Quraisy selama mereka menegakkan syariat, dan ini dipahami oleh para ulama sebagai kabar tentang para khalifah yang akan datang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ، سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ " يَكُونُ اثْنَا عَشَرَ أَمِيرًا " فَقَالَ كَلِمَةً لَمْ أَسْمَعْهَا فَقَالَ أَبِي إِنَّهُ قَالَ " كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ "
"Akan ada dua belas pemimpin." Lalu beliau mengucapkan kalimat yang tidak kudengar. Maka ayahku berkata, "Sesungguhnya beliau bersabda: 'Semuanya dari Quraisy.'" (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam, no. 7223)
Rujukan Ulama:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar ghaib tentang para khalifah yang akan memimpin umat ini, dan beliau menukil perkataan para ulama bahwa jumlah dua belas ini adalah kabar tentang para khalifah yang benar-benar akan memimpin umat Islam secara berurutan.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna "dua belas amir" ini, namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa mereka adalah para khalifah yang akan memimpin umat Islam, dan semuanya dari Quraisy.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Quraisy dan bahwa kepemimpinan umat ini akan terus berada di tangan mereka selama mereka menegakkan agama Allah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu kabar ghaib Nabi ﷺ tentang masa depan umatnya. Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu mendengar langsung dari Nabi ﷺ bahwa akan ada dua belas pemimpin setelah beliau. Namun Jabir tidak mendengar kalimat terakhir yang menjelaskan sifat para pemimpin tersebut, sehingga ayahnya yang juga hadir saat itu memberitahukan bahwa beliau bersabda: "Semuanya dari Quraisy."
Pemahaman para ulama tentang hadits ini:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa kepemimpinan umat Islam (khilafah) akan dipegang oleh orang-orang Quraisy. Beliau menukil dari Al-Qadhi 'Iyadh bahwa makna hadits ini adalah kabar tentang para khalifah yang akan memimpin umat ini, dan mereka semua dari Quraisy. Ibnu Hajar juga menyebutkan bahwa sebagian ulama berpendapat bahwa dua belas pemimpin ini adalah para khalifah yang memimpin umat Islam dengan benar dan adil.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa ada beberapa pendapat tentang makna hadits ini:
- Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah para khalifah yang akan memimpin umat Islam secara berurutan.
- Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah para pemimpin yang adil yang akan muncul di akhir zaman.
- Pendapat yang paling kuat menurut beliau adalah bahwa hadits ini adalah kabar tentang para khalifah yang akan memimpin umat Islam, dan semuanya dari Quraisy.
- Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah menjelaskan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan bahwa kepemimpinan umat Islam akan dipegang oleh Quraisy. Beliau juga menjelaskan bahwa hadits ini bukan berarti membatasi jumlah khalifah hanya dua belas, tetapi ini adalah kabar tentang para pemimpin yang akan datang.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Quraisy dan bahwa kepemimpinan umat ini akan terus berada di tangan mereka. Namun beliau juga menegaskan bahwa kepemimpinan ini bukan berarti mereka boleh berbuat zalim, tetapi mereka harus menegakkan syariat Allah.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Kepemimpinan dalam Islam adalah dari Quraisy - Ini adalah ketetapan syariat bahwa imamah (kepemimpinan) umat Islam dipegang oleh orang-orang Quraisy selama mereka mampu menegakkan syariat. Ini berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya.
- Kabar ghaib Nabi ﷺ - Hadits ini menunjukkan kebenaran kenabian Muhammad ﷺ karena beliau mengabarkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan, dan sebagiannya telah terjadi.
- Pentingnya kepemimpinan yang adil - Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah yang menegakkan keadilan dan syariat Islam.
Story Telling
Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda: 'Akan ada dua belas pemimpin.' Lalu beliau mengucapkan kalimat yang tidak kudengar. Maka ayahku berkata, 'Sesungguhnya beliau bersabda: Semuanya dari Quraisy.'"
Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat antusias untuk menyampaikan hadits Nabi ﷺ dengan teliti. Jabir bin Samurah tidak mendengar kalimat terakhir dari hadits tersebut, namun ayahnya yang juga hadir mendengarnya, sehingga mereka saling melengkapi untuk memastikan hadits tersebut sampai dengan sempurna. Ini menunjukkan kehati-hatian para sahabat dalam meriwayatkan hadits, dan betapa mereka menjaga setiap lafazh dari Nabi ﷺ.
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits, dan mereka tidak menambah atau mengurangi lafazh hadits meskipun hanya satu kata.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah dengan kabar ghaib dari Nabi ﷺ - Hadits ini adalah salah satu bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena beliau mengabarkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan.
- Pahami bahwa kepemimpinan umat Islam adalah dari Quraisy - Ini adalah ketetapan syariat yang harus kita yakini, namun bukan berarti kita membenci pemimpin dari suku lain jika mereka menegakkan keadilan.
- Teladani kehati-hatian para sahabat dalam menyampaikan ilmu - Mereka sangat menjaga setiap lafazh dari Nabi ﷺ, maka kita pun harus berhati-hati dalam menyampaikan ilmu agama.
- Berdoa agar Allah memberikan pemimpin yang adil - Kita dianjurkan untuk berdoa agar Allah memberikan kita pemimpin yang menegakkan syariat-Nya dan berlaku adil kepada rakyatnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.