Penjelasan Hadits Bukhari No. 720 tentang Keutamaan shaf pertama dan shalat berjamaah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini (Shahih Al-Bukhari no. 720) memuat dua pelajaran besar: pertama, beberapa jenis kematian tertentu dijanjikan pahala syahid bagi seorang mukmin; kedua, besarnya keutamaan shalat berjamaah di awal waktu, shalat Isya dan Subuh berjamaah, serta shaf pertama. Semua keutamaan ini mendorong kita untuk berlomba dalam kebaikan, bukan bermalas-malasan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 148

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Terjemahan: "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

QS. At-Taubah [9]: 111 (tentang janji surga bagi yang berjihad di jalan Allah) menunjukkan bahwa Allah membeli jiwa dan harta orang mukmin dengan surga — dan mati syahid adalah puncaknya.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه, dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Adzan, Bab Shaf Pertama (no. 720). Imam Al-Bukhari meriwayatkannya melalui jalur Abu 'Ashim dari Malik dari Sumayy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah.

Hadits senada juga diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya tentang keutamaan shaf pertama dan shalat berjamaah.

Penjelasan Rinci

Pertama — Tentang jenis-jenis syahid:

Nabi ﷺ menyebutkan empat jenis kematian yang diganjar pahala syahid: tenggelam (الْغَرِق), terkena wabah/penyakit menular (الْمَطْعُون), penyakit perut (الْمَبْطُون), dan tertimpa bangunan runtuh (الْهَدْم). Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah syahid akhirat — yaitu mendapat pahala syahid di akhirat, namun tetap dimandikan dan dishalatkan sebagaimana muslim biasa, berbeda dengan syahid di medan perang.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan luasnya rahmat Allah, bahwa pahala syahid tidak hanya khusus bagi yang mati di medan jihad, tetapi juga bagi mukmin yang mati dalam keadaan-keadaan tersebut, sebagai bentuk karunia Allah.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa ini adalah keutamaan dari Allah bagi hamba-Nya yang sabar dan beriman saat menghadapi musibah tersebut.

Kedua — Tentang keutamaan shalat di awal waktu (التَّهْجِير):

"التَّهْجِير" berarti bersegera menuju shalat di awal waktu, khususnya shalat Zhuhur. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini mencakup semua shalat yang dikerjakan di awal waktu. Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menekankan bahwa Nabi ﷺ selalu menjaga shalat di awal waktu, dan ini adalah sunnah yang sering dilalaikan.

Ketiga — Tentang shalat Isya dan Subuh berjamaah:

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa seandainya orang tahu pahala keduanya, mereka akan datang "وَلَوْ حَبْوًا" (meskipun dengan merangkak). Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaiful Ma'arif menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa beratnya dua shalat ini bagi orang munafik, namun betapa besar pahalanya bagi orang beriman — karena keduanya di waktu gelap ketika banyak orang malas.

Keempat — Tentang shaf pertama:

"لاَسْتَهَمُوا" (mereka akan mengundi) — menunjukkan bahwa memperebutkan shaf pertama adalah hal yang wajar bahkan dianjurkan, sampai perlu diundi. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan keutamaan shaf pertama, dan jika terjadi perebutan, boleh dilakukan undian (qur'ah) untuk menentukan siapa yang berhak.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat bersemangat dalam shalat berjamaah dan selalu berusaha berada di shaf pertama. Beliau memahami betul sabda Nabi ﷺ ini, sehingga tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan shalat berjamaah, terutama Isya dan Subuh.

Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan bahwa orang-orang dahulu (para sahabat) sangat bersemangat untuk shaf pertama sampai-sampai mereka saling mendahului sejak sebelum adzan dikumandangkan. Ini menunjukkan bahwa semangat beribadah bukanlah hal yang berlebihan, melainkan bukti keimanan yang kuat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan meremehkan shalat di awal waktu — terutama Zhuhur, karena Nabi ﷺ menyebutkan keutamaannya secara khusus.
  2. Jaga shalat Isya dan Subuh berjamaah — meskipun berat, pahalanya sangat besar.
  3. Berusaha berada di shaf pertama — ini adalah sunnah yang penuh keutamaan.
  4. Bersabar saat menghadapi musibah seperti sakit, banjir, atau bencana — karena Allah menjanjikan pahala syahid bagi yang sabar dan beriman.
  5. Berlomba dalam kebaikan, bukan bermalas-malasan, karena surga membutuhkan kesungguhan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?