Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sendiri meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal di dalam shalatnya. Ini adalah dalil bahwa fitnah Dajjal adalah fitnah yang sangat besar dan dahsyat, sehingga kita pun diperintahkan untuk senantiasa berlindung kepada Allah darinya, terutama di dalam shalat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sesuai riwayat yang Anda sebutkan):
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَسْتَعِيذُ فِي صَلاَتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ.
Makna ringkas: Aisyah radhiyallahu 'anha mendengar Rasulullah ﷺ berlindung kepada Allah di dalam shalatnya dari fitnah Dajjal.
Hadits-hadits lain yang terkait:
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahhud, maka hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara: (1) azab Jahannam, (2) azab kubur, (3) fitnah kehidupan dan kematian, dan (4) fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (HR. Muslim no. 588)
Kaitan dengan ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa berlindung dari fitnah Dajjal ini disunnahkan dibaca setelah tasyahhud akhir sebelum salam, berdasarkan hadits Abu Hurairah di atas. Beliau juga menukil ijma' (kesepakatan) ulama tentang disunnahkannya doa ini.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa Dajjal adalah fitnah terbesar yang akan terjadi di akhir zaman. Bahkan, Nabi ﷺ bersabda:
"Tidak ada satu pun fitnah sejak Allah menciptakan Adam hingga hari kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjal." (HR. Muslim no. 2946)
Karena itu, wajar jika Nabi ﷺ sendiri yang maksum (terjaga dari dosa) dan telah diberitahu tentang Dajjal, tetap meminta perlindungan kepada Allah dari fitnahnya. Ini menunjukkan beberapa hal:
- Fitnah Dajjal sangat berbahaya — Bahkan para nabi pun meminta perlindungan darinya. Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya setiap nabi telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal yang buta sebelah matanya." (HR. Al-Bukhari no. 7128)
- Doa adalah senjata orang mukmin — Kita diperintahkan untuk banyak berdoa meminta perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama di dalam shalat. Imam As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah adalah bagian dari pengagungan kepada Allah dan pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu melindungi hamba-Nya.
- Shalat adalah tempat terbaik untuk berdoa — Nabi ﷺ memilih waktu shalat untuk berdoa ini, karena shalat adalah waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa doa di dalam shalat lebih utama dan lebih mustajab.
- Makna "fitnah Dajjal" — Fitnah Dajjal mencakup berbagai ujian: kesesatan, kekufuran, syubhat (kerancuan), dan syahwat (hawa nafsu). Dajjal akan membawa surga dan neraka palsu, serta berbagai mukjizat semu untuk menyesatkan manusia. Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan panjang lebar tentang tanda-tanda dan fitnah Dajjal ini.
- Hikmah doa ini — Dengan membaca doa ini, kita mengakui kelemahan kita dan berserah diri kepada Allah. Kita juga mengingat bahwa keselamatan hanya dari Allah, bukan dari kekuatan kita sendiri. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." (HR. Muslim no. 809)
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ menyebutkan Dajjal di hadapan para sahabat, beliau bersabda:
"Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada satu pun nabi melainkan telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal yang buta sebelah matanya. Ketahuilah, sesungguhnya ia buta sebelah matanya, sedangkan Rabb kalian tidaklah buta. Dan di antara kedua matanya tertulis 'KAFIR' (huruf kaf, fa, ra)." (HR. Al-Bukhari no. 7131)
Para sahabat sangat takut dengan fitnah Dajjal. Bahkan, Aisyah radhiyallahu 'anha yang meriwayatkan hadits ini adalah orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling sering mendengar doa-doa beliau. Ia mendengar langsung Nabi ﷺ berlindung dari fitnah Dajjal di dalam shalatnya, dan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan membaca doa berlindung dari fitnah Dajjal — terutama setelah tasyahhud akhir sebelum salam, sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Perbanyak membaca dan menghafal Surat Al-Kahfi — terutama sepuluh ayat pertama dan terakhirnya, sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
- Jangan merasa aman dari fitnah — Kita harus selalu waspada dan memohon perlindungan Allah, karena fitnah bisa datang dalam berbagai bentuk.
- Pelajari tanda-tanda Dajjal — Agar kita tidak tertipu ketika ia muncul di akhir zaman nanti.
- Perbanyak doa memohon keteguhan iman — Karena hanya dengan pertolongan Allah kita bisa selamat dari segala fitnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.