Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7128 tentang Mimpi Nabi melihat Dajjal dan ciri-cirinya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits shahih tentang tanda-tanda besar hari kiamat, khususnya tentang ciri-ciri fisik Nabi Isa 'alaihis salam dan Dajjal. Hadits ini mengajarkan kita bahwa Dajjal adalah sosok yang nyata, memiliki ciri fisik tertentu, dan akan muncul di akhir zaman. Selain itu, hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi Isa 'alaihis salam adalah manusia mulia yang akan turun kembali ke bumi. Kita wajib mengimani hal ini dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk memperkuat iman serta waspada terhadap fitnah Dajjal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan, Bab "Dzikr Ad-Dajjal", no. 7128, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ، فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ سَبْطُ الشَّعَرِ يَنْطُفُ أَوْ يُهَرَاقُ رَأْسُهُ مَاءً، قُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالُوا: ابْنُ مَرْيَمَ. ثُمَّ ذَهَبْتُ أَلْتَفِتُ، فَإِذَا رَجُلٌ جَسِيمٌ أَحْمَرُ جَعْدُ الرَّأْسِ أَعْوَرُ الْعَيْنِ، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ، قَالُوا: هَذَا الدَّجَّالُ. أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا ابْنُ قَطَنٍ" رَجُلٌ مِنْ خُزَاعَةَ.

Terjemahan:

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika aku tidur, aku melihat diriku (dalam mimpi) melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah. Tiba-tiba, aku melihat seorang lelaki berkulit merah-putih dengan rambut panjang, dan air menetes dari kepalanya. Aku bertanya, 'Siapa ini?' Mereka menjawab, 'Anak Maryam.' Kemudian aku menoleh untuk melihat lelaki lain dengan tubuh besar, kulit merah, rambut keriting, dan buta di satu mata. Matanya tampak seperti anggur yang menonjol. Mereka berkata (kepadaku), 'Dia adalah Dajjal.' Nabi ﷺ menambahkan, 'Lelaki yang paling mirip dengannya adalah Ibn Qatan, seorang lelaki dari suku Khuza'a.'"

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang Nabi Isa 'alaihis salam:

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

"Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi tanda (kedatangan) hari kiamat. Maka janganlah kamu ragu-ragu tentangnya (hari kiamat) dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."

(QS. Az-Zukhruf [43]: 61)

Ayat ini ditafsirkan oleh banyak ulama, di antaranya Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, bahwa yang dimaksud adalah Nabi Isa 'alaihis salam sebagai tanda dekatnya hari kiamat karena beliau akan turun ke bumi sebelum hari kiamat tiba.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam hadits-hadits tentang fitnah Dajjal yang sangat penting dipahami oleh setiap muslim. Berikut penjelasan para ulama dari daftar rujukan kita:

1. Tentang Mimpi Nabi ﷺ dan Maknanya

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, dan apa yang dilihat oleh Nabi ﷺ dalam mimpi adalah benar dan memiliki makna nyata. Mimpi beliau bertawaf di Ka'bah menunjukkan keutamaan Ka'bah dan bahwa Nabi Isa serta Dajjal adalah dua sosok yang sangat terkait dengan akhir zaman.

2. Ciri-ciri Nabi Isa 'alaihis salam

Dalam hadits ini, Nabi Isa digambarkan sebagai lelaki berkulit merah-putih (آدَم), berambut lurus panjang (سَبْطُ الشَّعَرِ), dan kepalanya meneteskan air. Ini menunjukkan kesegaran dan kebersihan, serta menggambarkan bahwa beliau adalah manusia yang sangat dijaga oleh Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin dan kitab-kitabnya menjelaskan bahwa ciri-ciri ini sesuai dengan hadits-hadits lain yang menyebutkan bahwa Nabi Isa akan turun di akhir zaman, dan beliau adalah seorang yang tampan, berperawakan sedang, dan memiliki rambut yang indah.

3. Ciri-ciri Dajjal

Dajjal digambarkan sebagai lelaki bertubuh besar (جَسِيمٌ), berkulit merah (أَحْمَرُ), berambut keriting (جَعْدُ الرَّأْسِ), dan buta sebelah matanya (أَعْوَرُ الْعَيْنِ). Matanya seperti anggur yang menonjol (عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ). Ini adalah ciri fisik yang sangat jelas dan disebutkan dalam banyak hadits shahih lainnya.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kebutaan mata Dajjal adalah kebutaan yang hakiki, bukan sekadar kiasan. Ini adalah salah satu tanda yang membedakan Dajjal dari manusia biasa, dan menjadi bukti bahwa ia adalah makhluk yang cacat, bukan Tuhan sebagaimana yang ia klaim.

4. Kemiripan dengan Ibnu Qatan

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa orang yang paling mirip dengan Dajjal adalah Ibnu Qatan, seorang lelaki dari suku Khuza'a. Ini menunjukkan bahwa Dajjal memiliki bentuk fisik seperti manusia biasa, namun dengan ciri khas yang disebutkan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini sebagai penguat bahwa Dajjal adalah manusia nyata, bukan sekadar simbol atau khayalan.

5. Hikmah dari Hadits Ini

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam berbagai ceramahnya menekankan bahwa beriman kepada Dajjal dan fitnahnya adalah bagian dari iman kepada hari akhir. Kita wajib meyakini kemunculannya, dan kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari fitnahnya, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ dalam tasyahud:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari azab neraka Jahanam, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."

6. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Turunnya Nabi Isa

Para ulama dari daftar rujukan kita sepakat bahwa Nabi Isa 'alaihis salam akan turun ke bumi di akhir zaman. Ini berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadits mutawatir. Namun, ada perbedaan kecil dalam perincian tentang bagaimana dan kapan tepatnya, tetapi intinya sama: beliau akan turun, membunuh Dajjal, dan menegakkan keadilan.

Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim dan Imam Adz-Dzahabi dalam kitab-kitabnya menegaskan bahwa turunnya Nabi Isa adalah perkara yang pasti dan termasuk aqidah Ahlus Sunnah.

Story Telling

Dahulu, ada seorang sahabat muda bernama Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani radhiyallahu 'anhu. Suatu hari, ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda tentang Dajjal:

"إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ إِلَّا أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الدَّجَّالَ، وَإِنِّي آخِرُ الْأَنْبِيَاءِ، وَأَنْتُمْ آخِرُ الْأُمَمِ، وَهُوَ خَارِجٌ فِيكُمْ لَا مَحَالَةَ"

"Tidak ada seorang nabi pun kecuali ia telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal. Dan sesungguhnya aku adalah nabi yang terakhir, dan kalian adalah umat yang terakhir. Sungguh, Dajjal pasti akan keluar di tengah-tengah kalian." (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Mendengar ini, Abdullah bin Mughaffal merasa sangat takut dan khawatir. Ia pun bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang harus kami lakukan jika kami menjumpainya?"

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa di antara kalian yang menjumpainya, maka bacakanlah atasnya pembuka surat Al-Kahfi (yaitu sepuluh ayat pertama)." (HR. Muslim)

Dari kisah ini, kita belajar bahwa rasa takut terhadap fitnah Dajjal adalah wajar, tetapi yang terpenting adalah mempersiapkan diri dengan ilmu dan iman. Salah satu benteng terkuat adalah menghafal dan membaca surat Al-Kahfi, terutama sepuluh ayat pertama dan terakhirnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman sebagai salah satu tanda besar hari kiamat. Ini adalah bagian dari rukun iman kepada hari akhir.
  2. Mengetahui ciri-ciri Dajjal sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih, agar kita tidak tertipu olehnya. Ia buta sebelah matanya, sedangkan Rabb kita tidak buta.
  3. Membaca dan menghafal surat Al-Kahfi, terutama sepuluh ayat pertama dan terakhir, sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
  4. Memperbanyak doa berlindung dari fitnah Dajjal, terutama dalam tasyahud akhir setiap shalat.
  5. Mengimani turunnya Nabi Isa 'alaihis salam yang akan membunuh Dajjal dan menegakkan keadilan di muka bumi.
  6. Tidak terjebak pada spekulasi tentang waktu kemunculan Dajjal, karena tidak ada yang tahu kapan hal itu terjadi kecuali Allah. Tugas kita adalah mempersiapkan diri dengan iman dan amal shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.