Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7124 tentang Peristiwa keluarnya kafir dan munafik dari Madinah saat Dajjal datang

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang salah satu tanda besar hari kiamat, yaitu keluarnya Dajjal. Ketika Dajjal datang dan berhenti di dekat Madinah, kota Madinah akan diguncang gempa sebanyak tiga kali. Getaran ini menjadi ujian dan pemisah, sehingga setiap orang kafir dan munafik yang ada di Madinah akan keluar menuju Dajjal karena fitnahnya. Adapun orang-orang mukmin yang teguh imannya, mereka akan tetap tinggal dan berlindung di Madinah, karena Madinah memiliki keutamaan sebagai kota yang dijaga oleh para malaikat dan keberkahan doa Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Dzikr Ad-Dajjal, no. 7124, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Terdapat ayat Al-Qur'an yang senada dengan makna pemisahan antara yang baik dan buruk pada hari kiamat, di antaranya firman Allah Ta'ala:

QS. Al-Hajj [22]: 17

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَىٰ وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi, dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan memisahkan antara golongan yang beriman dan yang kafir, sebagaimana hadits ini menunjukkan bahwa Dajjal menjadi salah satu alat pemisah tersebut.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Kedatangan Dajjal dan berhentinya di dekat Madinah: Dajjal adalah seorang laki-laki dari keturunan Yahudi yang akan muncul di akhir zaman sebagai fitnah terbesar. Ia akan berkeliling bumi, dan ketika sampai di dekat Madinah, ia tidak mampu memasukinya. Ini menunjukkan keutamaan Madinah yang dijaga oleh Allah dari fitnah Dajjal.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Madinah memiliki keistimewaan karena doa Nabi ﷺ yang memohon perlindungan untuknya, dan para malaikat menjaga kota tersebut dari masuknya Dajjal dan wabah tha'un.

  1. Madinah bergetar tiga kali: Ini adalah ujian dari Allah untuk membedakan antara yang ikhlas dan yang munafik. Getaran ini membuat orang-orang yang hatinya lemah iman dan orang-orang kafir yang bersembunyi di Madinah menjadi takut dan keluar menuju Dajjal. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pembersihan Madinah dari orang-orang munafik, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa Madinah akan membuang kotorannya sebagaimana api membuang kotoran besi.
  2. Keluar setiap kafir dan munafik: Ini menunjukkan bahwa fitnah Dajjal sangat dahsyat, sehingga orang-orang yang tidak memiliki iman yang kuat akan mudah tertipu olehnya. Dajjal akan membawa surga dan neraka palsu, sungai emas, dan berbagai mukjizat semu yang membuat manusia bingung. Namun orang mukmin yang sejati akan tetap teguh karena ia tahu bahwa Dajjal adalah pembohong.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa keluarnya orang-orang kafir dan munafik menuju Dajjal adalah karena Allah ingin membersihkan Madinah dari mereka, dan agar orang-orang mukmin yang tersisa menjadi hamba-hamba yang ikhlas.

  1. Hikmah besar di balik peristiwa ini: Allah ingin menunjukkan bahwa iman itu adalah karunia yang harus dijaga. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak akan mudah goyah meskipun melihat berbagai keajaiban yang dibawa Dajjal, karena ia tahu bahwa semua itu adalah tipuan.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"Tidak ada satu pun kota yang akan diinjak oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu pun jalan-jalan di Makkah dan Madinah kecuali dijaga oleh para malaikat yang berbaris. Kemudian Dajjal turun di tempat yang tanahnya keras (dekat Madinah), lalu Madinah bergetar tiga kali, maka Allah mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik untuk menuju kepadanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menggambarkan betapa agungnya perlindungan Allah kepada kota Nabi-Nya. Para malaikat berbaris menjaga setiap jalan masuk kota, sehingga Dajjal tidak mampu memasukinya. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada orang-orang mukmin yang tinggal di Madinah, agar mereka selamat dari fitnah Dajjal.

Hikmah yang bisa diambil: Allah selalu menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman. Jika kita teguh di atas sunnah dan menjauhi kemaksiatan, Allah akan melindungi kita dari berbagai fitnah, baik fitnah dunia maupun fitnah akhir zaman.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Dajjal adalah tanda besar kiamat yang pasti terjadi, dan kita harus mempersiapkan diri dengan ilmu dan iman.
  2. Perbanyak membaca dan menghafal ayat Kursi serta sepuluh ayat pertama surat Al-Kahf, karena itu adalah benteng dari fitnah Dajjal sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
  3. Jauhi sifat munafik dan lemah iman, karena orang-orang seperti inilah yang akan mudah tertipu oleh Dajjal.
  4. Cintailah Madinah dan sunnah Nabi ﷺ, karena kota tersebut dijaga oleh Allah dan menjadi tempat berlindung dari fitnah.
  5. Perbanyak doa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama dalam tasyahhud akhir setiap shalat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.