Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits tentang tanda-tanda besar dan kecil hari Kiamat. Rasulullah ﷺ mengabarkan kepada kita tentang sejumlah peristiwa yang akan terjadi sebelum Kiamat, seperti perang besar antar dua kelompok Muslim, munculnya banyak pendusta yang mengaku nabi, diangkatnya ilmu, banyaknya gempa bumi, fitnah dan pembunuhan, hingga terbitnya matahari dari barat sebagai tanda besar yang pertama. Hadits ini mengajarkan kita untuk bersiap diri, tidak terpedaya dunia, dan segera beramal saleh sebelum semuanya terlambat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan, no. 7121, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ، يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ، دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ...
Artinya: "Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga dua kelompok besar saling bertempur, di antara keduanya terjadi pembunuhan besar-besaran, padahal keduanya mengaku atas satu ajaran (Islam)..."
Di akhir hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَتَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَلِكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ...
Artinya: "...dan hingga matahari terbit dari barat. Maka ketika ia terbit dan manusia melihatnya, mereka semua beriman. Itulah saat ketika iman seseorang yang sebelumnya tidak beriman tidak lagi bermanfaat..."
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau yang belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (QS. Al-An'am [6]: 158)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa yang dimaksud "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari barat, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
Penjelasan Rinci
Hadits yang mulia ini memuat beberapa tanda Kiamat yang perlu kita pahami satu per satu:
1. Perang antara dua kelompok besar yang sama-sama mengaku Islam
Rasulullah ﷺ mengabarkan akan terjadi peperangan besar antara dua kelompok yang keduanya mengaku Muslim. Para ulama menjelaskan bahwa ini terjadi pada masa fitnah besar di akhir zaman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa peperangan ini adalah salah satu fitnah yang telah terjadi dan akan terus terjadi, dan yang dimaksud bisa jadi adalah perang antara Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhuma, atau perang-perang fitnah lainnya yang terjadi di kalangan umat Islam. Namun yang terpenting, hadits ini mengingatkan kita bahwa perselisihan dan perpecahan di kalangan umat adalah perkara yang nyata dan telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ.
2. Munculnya tiga puluh pendusta yang mengaku nabi
Ini adalah tanda yang sudah sebagiannya terjadi. Setelah wafatnya Nabi ﷺ, muncul Musailamah Al-Kadzdzab, Al-Aswad Al-'Ansi, dan Thulaihah Al-Asadi. Dan akan terus muncul pendusta-pendusta lain hingga jumlahnya mendekati tiga puluh orang. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa ujian berupa orang-orang yang mengaku membawa risalah akan terus ada, dan kita harus waspada serta berpegang teguh pada sunnah.
3. Diangkatnya ilmu dan banyaknya kebodohan
Yang dimaksud "diangkatnya ilmu" adalah wafatnya para ulama, bukan ilmu itu yang dicabut dari dada manusia secara langsung. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari dada manusia, tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa seorang alim pun, manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin..." (HR. Bukhari no. 100). Ini menunjukkan betapa pentingnya peran ulama dan betapa besar musibah ketika mereka pergi.
4. Banyaknya gempa bumi, fitnah, dan pembunuhan (al-harj)
Al-Harj dalam bahasa Arab berarti pembunuhan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi ﷺ sendiri dalam hadits ini. Ini adalah tanda yang sudah banyak kita saksikan di zaman sekarang.
5. Melimpahnya harta
Hingga seseorang yang memiliki harta kebingungan mencari orang yang mau menerima sedekahnya. Ini menunjukkan bahwa kesejahteraan akan melimpah di akhir zaman, namun ini juga menjadi ujian, karena hati manusia bisa terikat pada dunia.
6. Saling berlomba membangun gedung-gedung tinggi
Ini adalah tanda yang sangat jelas kita saksikan di zaman sekarang. Manusia berlomba-lomba membangun bangunan yang menjulang tinggi, seolah-olah mereka akan hidup selamanya di dunia.
7. Orang yang melewati kuburan berkata: "Duhai seandainya aku di tempatnya"
Ini terjadi ketika fitnah dan kesulitan hidup begitu berat, sehingga seorang mukmin lebih memilih kematian daripada terus hidup dalam keadaan yang penuh ujian iman. Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa ini terjadi pada masa ketika mempertahankan iman sangat berat, sehingga orang-orang berharap mati agar selamat dari fitnah.
8. Terbitnya matahari dari barat
Ini adalah tanda besar pertama yang menunjukkan dimulainya perubahan besar di alam semesta. Ketika itu terjadi, pintu taubat ditutup. Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa terbitnya matahari dari barat adalah tanda yang pasti terjadi dan tidak bisa ditawar lagi, dan setelahnya iman seseorang yang belum beriman tidak lagi bermanfaat.
9. Kiamat datang secara tiba-tiba
Di akhir hadits, Nabi ﷺ menggambarkan bahwa Kiamat bisa datang saat manusia sedang sibuk dengan urusan dunianya: saat dua orang sedang bertransaksi jual beli, saat seseorang memerah susu, saat memperbaiki kolam, bahkan saat makanan sudah diangkat ke mulut. Ini adalah peringatan keras agar kita tidak menunda-nunda amal saleh.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menekankan bahwa semua tanda ini menunjukkan dekatnya hari akhir dan pentingnya persiapan. Beliau juga mengingatkan bahwa manusia yang tenggelam dalam urusan dunia akan lalai, padahal Kiamat bisa datang kapan saja tanpa diduga.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu hari Malaikat Jibril 'alaihis salam datang kepada Nabi ﷺ dalam bentuk seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat bekas perjalanan jauh padanya. Ia bertanya tentang Islam, iman, dan ihsan. Ketika ia bertanya tentang hari Kiamat, Rasulullah ﷺ menjawab: "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya." Kemudian Jibril bertanya tentang tanda-tandanya, maka Nabi ﷺ menyebutkan di antaranya: "Budak wanita melahirkan tuannya, dan engkau melihat para penggembala yang bertelanjang kaki, miskin, dan penggembala kambing saling berlomba meninggikan bangunan." (HR. Muslim no. 8)
Lihatlah, salah satu tanda yang disebutkan dalam hadits ini adalah "para penggembala yang miskin saling berlomba meninggikan bangunan." Kini kita saksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana orang-orang yang dulunya miskin dan sederhana menjadi kaya raya dan membangun gedung-gedung megah. Ini adalah bukti nyata bahwa kabar Nabi ﷺ adalah benar, dan bahwa Kiamat semakin dekat.
Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka sebagian dirimu telah pergi." Maka janganlah kita termasuk orang yang lalai, karena Kiamat bisa datang kapan saja, bahkan saat kita sedang memegang makanan di tangan kita.
Kesimpulan Praktis
- Segera bertaubat dan beramal saleh — jangan menunda-nunda, karena Kiamat bisa datang kapan saja tanpa peringatan.
- Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah — karena akan banyak pendusta yang mengaku membawa ajaran, dan hanya ilmu yang benar yang bisa menyelamatkan kita.
- Menghormati dan belajar dari para ulama — karena diangkatnya ilmu adalah dengan wafatnya mereka, dan kita harus memanfaatkan masa hidup mereka untuk belajar.
- Tidak terlena dengan dunia — jangan sibuk membangun gedung dan menumpuk harta sehingga lupa akhirat.
- Bersiap menghadapi tanda-tanda Kiamat — dengan memperbanyak ibadah, menjauhi fitnah, dan menjaga persatuan umat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.